
"Kapten, ada seseorang yang berdiri di depan markas kita. Saya sudah menyuruh beberapa orang untuk menahannya. Saat kami interogasi, dia tidak mengatakan apapun."
Kapten Harden Baldric. Dia adalah adik dari Earl Baldric yang sekarang. Atas perintah dari pendahulunya, kapten Harden dijadikan sebagai kepala kapten ksatria milik keluarga Baldric.
Dia memiliki perawakan berotot. Tingginya dua meter dan ekspresi wajahnya sangat keras. Mulai dari tampang hingga postur tubuh, dia memang benar-benar cocok untuk menjadi seorang kepala ksatria.
"Jangan ganggu aku dengan hal seremeh itu! Jika dia tidak berbicara, bunuh saja dia atau lakukan sesukamu!"
Harden sedang dalam mood yang buruk. Dua anak buahnya mati karena diinjak-injak oleh babi sementara lima lainnya dipenggal di hadapannya karena kesalahan yang bahkan tidak mereka lakukan! Semua itu terus berputar-putar di kepalanya, membuat kebencian yang telah dia taman kepada kakaknya tumbuh semakin subur!
"Kau ingin membunuhku, kapten Harden? Menarik, kalau kau benar-benar bisa, coba lakukan itu."
Tubuh anak buah yang melapor pada Harden membeku. Dia menoleh ke arah asal suara dan betapa tercengangnya dia ketika melihat orang yang tadi mereka tangkap dan ikat dengan rantai kini berdiri di tempat yang sama dengannya.
Ksatria itu dengan sigap meraih pedangnya dan berusaha menebas orang itu, namun gerakan dia terlalu lambat. Tidak, lebih tepatnya lawan dia yang bergerak terlalu cepat sehingga tanpa sadar, lengan ksatria itu telah terpisah dari tubuhnya.
Jeritan kesakitan segera terdengar di sana. Darah mengalir deras dari bekas lengannya. Tidak ada yang berusaha menghentikan pendarahan dia. Pada akhirnya, orang misterius itu dan Harden hanya menyaksikan ksatria itu menggeliat dan menangis kesakitan hingga dia mati karena kehabisan darah.
"Sekarang, kapten Harden, haruskah saya berbicara langsung ke poinnya? Ah sebelum itu, bolehkah saya duduk terlebih dahulu?"
__ADS_1
Kapten Harden menggertakan giginya. Siapa sebenarnya orang ini!? Dia masuk begitu saja ke markasnya dan membunuh bawahannya tanpa ampun lalu berbicara dengan santai kepadanya seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya!
Dia ingin menebas orang yang ada di depannya. Tentu kalau dia bisa. Tapi kapten Harden tidak tahu kemampuan orang itu dengan menyeluruh. Karena itu, dia tidak bisa gegabah dan memilih untuk mendengarkan apa yang orang itu ingin katakan.
"Keputusan yang bijak kapten! Seperti yang saya pikirkan, anda lebih cocok untuk menjadi Earl daripada kakak anda!"
Kapten Harden mengernyitkan dahinya. Kemarahan hampir saja meledak dari dirinya. Namun sebelum itu terjadi, orang yang ada di depannya lanjut berbicara.
"Tunggu, tunggu! Hahh....emosi anda mudah sekali terpancing! Haruskah saya menarik omongan saya yang tadi?"
Kali ini kapten Harden benar-benar kehabisan rasa sabarnya! Dia bangkit dari kursinya dan menggebrak meja yang ada di depannya. Matanya menatap tajam ke arah orang itu, seolah ingin menelannya hidup-hidup!
Mata kapten Harden terbelalak. Dia menatap orang yang ada di depannya dengan rasa marah, takut, dan waspada. Dari mana datangnya orang ini dan tiba-tiba menawarkan dirinya untuk menjadi seorang Earl!?
"Kau jauh lebih cocok untuk menjadi Earl, kapten Harden. Berbeda dengan kakakmu yang lembek dan tidak tegas, kau adalah orang yang keras dan disiplin. Aku yakin, di tanganmu, keluarga Baldric akan memiliki pengaruh yang lebih luas di kalangan keluarga kerajaan maupun di kalangan bangsawan lain. Ah, mungkin saja kalian bisa menjadi seorang Duke atau Marquis. Bagaimana?"
"Apa yang sebenarnya kau inginkan!? Katakan maksud dan tujuanmu sebenarnya!? Kalau tidak...."
"Kalau tidak?"
__ADS_1
Kapten Harden mengambil pedangnya dan menebaskan bilah tajamnya ke leher orang itu dengan sangat cepat. Tetapi betapa terkejutnya dia ketika serangan yang dia lancarkan dengan mudahnya ditahan oleh tangan kosong.
"Tujuan dan maksudku sangat jelas. Itu adalah menjadikan dirimu sebagai kepala keluarga Baldric menggantikan kakakmu. Tidak usah memikirkan siapa diriku, itu tidak ada penting."
Kapten Harden benar-benar terpojok. Sekarang, dia seperti melihat monster yang siap mencabik tubuhnya dan memakan dirinya hidup-hidup.
Tapi di sisi lain, dia juga mulai melihat harapan. Dia membayangkan dirinya membawa keluarga Baldric ke arah kejayaan, menjadi salah satu keluarga terkuat yang ada di kerajaan Dublin.
Kapten Harden mulai kehilangan kendali dirinya. Dia masuk ke dalam delusinya sendiri. Akal sehat yang dia miliki perlahan berganti menjadi nafsu kekuasaan dan kebencian. Dia mulai tersenyum dan menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.
"Katakan padaku bagaimana caranya agar aku bisa meraih semua itu! Tidak peduli berapapun harga yang kau berikan, aku pasti akan membayarnya!!"
Orang itu melemparkan lembaran kertas ke meja.
"Cukup ikuti semua instruksi yang ada di situ, maka kemenanganmu akan terjamin. Tidak usah khawatir dengan bayaran, kau bisa membayarnya setelah kau menjadi kepala keluarga yang baru."
Dia berdiri dan beranjak keluar markas kapten Harden. Tapi, dia berhenti sejenak begitu ada di depan pintu.
"Ah, aku kelupaan. Tenang saja aku tidak membunuh anak buahmu yang lain. Mereka masih tertidur sekarang. Mungkin."
__ADS_1
Dan dia pergi menembus dinginnya dini hari begitu saja. Tanpa menyebutkan namanya.