
"Kita harus cepat-cepat menyingkirkan orang itu! Apa yang selama ini dia lakukan telah membuat kita semua kesulitan!"
"Ya, Aku setuju denganmu. Jika kita membuat dia hidup lebih lama lagi, dia akan mengacaukan seluruh rencana kita."
"Kematian dia adalah sesuatu yang paling kita butuhkan sekarang."
Tiga orang berkumpul dalam satu ruangan. Mereka semua bersuara bulat untuk mengambil kehidupan seseorang. Orang pertama adalah pria dengan badan yang tidak tinggi namun juga tidak pendek. Perutnya terlihat sedikit gempal.
Orang kedua adalah pria dengan tubuh yang cukup ideal. Dia tidak gemuk tapi juga tidak kurus. Tunggu badannya sekitar dua meter. Rambutnya sedikit bergelombang berwarna pirang.
Dan yang terakhir adalah yang paling tua di antara keduanya. Jika dua orang sebelumnya berusia 40 tahun, maka orang ini berusia 60 tahun. Tubuhnya sudah cukup ringkih dan semua rambutnya telah memutih.
"Aku sudah membayar beberapa pembunuh yang ahli dalam bela diri. Mereka bahkan kekuatan mereka telah mencapai lapisan keempat. Aku yakin orang itu tidak memiliki petarung sebagus mereka."
"Keputusan yang bijak! Setelah dia mati, kita hanya perlu membuat penyebab kematiannya seolah-olah karena kecelakaan. Dengan begitu tidak ada orang yang curiga! Kalaupun mereka curiga, apa yang bisa mereka lakukan? Hahahaha!"
Dua orang tertawa dengan kencang. Tetapi si pak tua lebih tenang. Dia jelas sedang memikirkan sesuatu.
"Kalian harus berhati-hati terhadap dia. Orang itu memiliki ketajaman yang tidak kalian miliki. Aku yakin dia telah mencurigai gerak-gerik kita dan telah menyiapkan sesuatu."
"Tch, kau terlalu khawatir pak tua. Kalaupun dia telah mengantisipasi, lalu apa? Dia tidak akan bisa melawan master bela diri yang kita kirim padanya."
Si pria gempal itu terlihat percaya diri dengan keputusannya. Temannya juga setuju. Orang tua itu mengangkat tangannya. Yah, kalau sudah seperti ini mau bagaimana lagi? Dia hanya harus mengikuti alur yang telah mereka ciptakan sendiri, kan?
Namun yang mereka tidak ketahui, ada sesuatu yang mengawasi mereka dari kejauhan sambil menertawai tingkah ketiganya sekaligus menyayangkan kebodohan ketiganya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Jean, ayah memanggilmu ke ruang studinya. Ayo kita ke sana bersama."
Jean sedang menghitung sesuatu ketika Charlotte mendatanginya. Jarang sekali paman Hull meminta dia untuk ke ruang studinya.
"Kira-kira, apa yang ingin paman Hull bicarakan padaku, Charl? Sepertinya terdengar sangat penting."
"Entahlah. Ayah nyaris tidak pernah menjelaskan isi kepalanya secara terang-terangan. Dia terlalu banyak memiliki rahasia."
Charlotte mengangkat bahunya, tanda tidak tahu apa maksud dari ayahnya. Bisa dibilang, paman Hull mirip dengan Nicholai, ayah Jean. Dia yakin entah itu ayahnya ataupun paman Hull sama-sama memiliki banyak rahasia.
Bedanya, jika Nicholai berusaha menyembunyikan rahasianya dengan sikap yang dingin, paman Hull sebaliknya. Di balik sikapnya yang ramah dan cukup riang, ada sesuatu yang tersembunyi di balik dirinya.
Mereka berdua berjalan beriringan. Begitu sampai di depan ruang studi paman Hull, Jean mengetuk pintu dan paman Hull menyuruhnya masuk dari dalam. Hanya Jean.
Jean menggeleng. Dia yakin paman Hull mengundangnya ke sini bukan untuk minum-minum.
"Paman Hull, maafkan kekasaran saya. Anda bukanlah orang yang suka berbasa-basi. Jadi kenapa tidak langsung ke intinya saja."
Senyum di wajah paman Hull langsung menghilang. Digantikan oleh ekspresinya yang tenang dan serius. Dia melihat Jean dengan tatapannya yang tajam dan menusuk. Tetapi sesaat kemudian, dia tersenyum tipis dan bertepuk tangan.
"Luar biasa Jean. Ini adalah pertama kalinya ada orang yang berani berbicara padaku dengan terus terang. Bahkan raja dan para bangsawan saja tidak seperti itu.
"Oke, mari hilangkan ketegangan. Santai saja. Ah, ayo duduk. Kau akan pegal jika berdiri terus."
__ADS_1
Barulah Jean duduk. Paman Hull memandangnya dengan penuh ketenangan. Jean dapat merasakan kepercayaan yang kuat padanya dari paman Hull.
"Jean ada satu hal yang aku sembunyikan dari keluargaku. Aku sudah menganggap dirimu sebagai orang yang paling aku percayai. Dan kaulah satu-satunya harapan yang aku miliki. Jadi tolong jangan khianati aku dengan membocorkan informasi ini kepada siapapun."
Jean sedikit terkejut. Sudah dia duga ini memang sangat penting. Tapi kenapa dengan rahasia paman Hull? Apakah dia benar-benar mempercayai Jean sepenuhnya?
"Tidak perlu memasang ekspresi seperti itu. Percayalah, aku yakin dengan sikap dan perilakumu. Baiklah, mari kita mulai. Jean, hidupku sudah tidak lama lagi."
Huh? Apa maksudnya itu? Apakah paman Hull menganggap dirinya akan mati?
"Kondisi tubuhku dari hari ke hari semakin buruk. Aku tidak tahu apa alasan pastinya tapi menurut perkiraanku, ada kerusakan dalam anggota tubuh internalku. Dan tidak ada ahli yang bisa menyembuhkan kerusakan itu."
Diam-diam Jean melihat kondisi bagian dalam tubuh paman Hull. Sekilas tidak ada yang salah. Tetapi Jean dengan cepat menyadari adanya anomali.
Setiap manusia memiliki semacam benang yang saling terhubung dalam tubuh mereka. Benang inilah yang berfungsi menyalurkan energi internal ke seluruh tubuh. Fungsinya mirip dengan pembuluh darah.
Dan untuk memompa energi internal agar dapat tersalur ke seluruh tubuh, ada sebuah inti yang berfungsi seperti jantung yang memompa darah manusia.n
Yang menjadi masalah bagi paman Hull adalah fungsi dari inti tersebut mulai melemah sehingga energi internalnya tidak terpompa dan terjadi penumpukan. Ini adalah sesuatu yang sangat fatal. Hidupnya akan berakhir tidak lama lagi.
"Karena itu Jean, aku ingin meminta sesuatu padamu. Sepeninggal diriku, perusahaan ini tidak akan lagi memiliki pemimpin yang cakap. Samuel hanyalah putra yang bodoh dan hanya tahu bagaimana cara menghabiskan uang.
"Karena itu, aku akan mewariskan semua kepemilikanku pada Charlotte. Dia memang masih muda tetapi jauh lebih cerdas dan tajam daripada kakaknya. Di bawah bimbingan Cassie, dia akan menjadi wanita yang sangat luar biasa.
"Karena itu Jean, ketika saat itu telah tiba, tolong jaga Cahrlotte dan Cassie. Dengan bantuanmu, aku yakin keduanya akan tetap aman. Sekaligus, dengan kemampuanmu, usaha ini jelas akan berkembang ke level yang lebih tinggi."
__ADS_1
Paman Hull membungkukan tubuhnya dalam-dalam. Jean merasakan pahit dan sakit dalam hatinya. Apakah dia bisa membantu paman Hull? Ya! Tetapi apakah paman Hull ingin dirinya sembuh? Tidak.
Dan Jean sadar, demi impiannya, semua kepemilikan paman Hull harus segera diserahkan pada Charlotte. Karena itu, Jean berdiri dari kursinya dan dengan berat hati membiarkan paman Hull mati secara perlahan-lahan hingga saatnya tiba.