Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Terobosan Baru (1)


__ADS_3

Jeanne terbangun ketika matahari mulai terbit dari timur. Setengah sadar, dia memikirkan ulang apa yang terjadi semalam, dan itu membuatnya menjadi sepenuhnya sadar karena malu. Ia juga baru tersadar kalau sepanjang malam, dia tidur di atas tubuh Jean.


Iya, itu benar. Dirinya dan Jean benar-benar menghabiskan malam mereka dengan penuh nafsu liar. Jean mengajarkan dirinya berbagai gaya, yang membuat Jeanne semakin bergairah penuh nafsu. Keduanya baru selesai ketika empat jam kemudian, ketika Jeanne ******* lebih dari enam kali.


Untung bagi keduanya, Svetlana tidak bisa mendengar erangan keras Jeanne berkat penghalang yang Jean pasang. Kalau tidak, jangankan Svetlana, suara Jeanne akan terdengar sampai luar saking kerasnya.


Jeanne menggosokkan wajahnya ke dada Jean yang kekar. Jika dilihat lagi, dada Jean sangat proporsional. Setidaknya bagi Jeanne. Meski dari luar tidak terlihat berotot, postur tubuh Jean sebenarnya memiliki komposisi yang ideal. Ototnya terbentuk dengan jelas namun tidak terlihat seperti paman-paman besar yang bisa ia temui di squadron ksatrianya. Tidak begitu gemuk namun juga tidak kurus.


Tinggi badan Jean berada di angka 190-an cm. Dibandingkan dengan tinggi Jeanne yang 175 Cm, dirinya jelas lebih kecil. Namun Jeanne tidak minder. Entah bagaimana, ia mengetahui kalau Jean suka memeluk dirinya karena tubuh Jeanne yang lebih kecil .


Tangan Jean tiba-tiba berada di kepalanya. Setelah itu, Jean mengelus Jeanne dengan lembut, membuat kantuknya kembali datang.


'hmmm.... Tidur untuk beberapa saat lagi tidak masalah kan?'


Saat Jeanne ingin memejamkan matanya, ia mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Otaknya langsung bekerja lebih cepat daripada biasanya ketika mendengar suara itu. Tak lama berselang, suara mamanya muncul untuk membangunnya.


Terlambat, Svetlana telah menangkap basah apa yang Jeanne dan Jean lakukan.

__ADS_1


"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!?? JEAN, JEANNE, BANGUNNN!!!"


Yah, They're Fu**ked up!!


***


"Hmmm? Aku merasa sesuatu tidak enak. Apa ini?"


Sementara itu jauh dari kerajaan Warsawa, lebih tepatnya di kekaisaran Eisengrund, seorang wanita nan sangat cantik sedang berdiri di sebuah tempat semacam basement yang ada di kastil lama kerajaan Dublin.


Mulai dari pembangunan jaringan jalan raya dan jembatan, keringanan pajak, penguatan pangan, pembangunan pelabuhan yang masif, serta berbagai kemudahan yang dapat dinikmati oleh siapa saja. Selain itu, Natasha juga menerapkan sistem meritokrasi yang membuka peluang dari penduduk kelas bawah untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


Memang ada pihak yang tidak puas dengan kebijakan Natasha. Terutama para bangsawan yang masih diberikan kewenangan yang cukup besar oleh Natasha, para saudagar kaya yang sudah lama menjadi pemain utama dan memegang kendali ekonomi yang cukup kuat, serta berbagai kalangan atas lainnya.


Mereka adalah orang-orang yang telah nyaman dengan status quo dan berbagai privilige yang mereka dapatkan. Para bangsawan merasa rakyat jelata mulai banyak berulah, tidak lagi mendengarkan keinginan mereka. Selain itu, kewenangan yang mereka miliki juga semakin sempit.


Para saudagar kaya yang telah mapan tidak suka dengan kemunculan pesaing-pesaing baru potensial yang dapat menyingkirkan mereka. Natasha secara tidak langsung membatasi aliran modal pada mereka dan mengalihkannya kepada usaha-usaha kecil yang mulai bangkit. Hal ini memperkecil peluang monopoli yang dapat dilakukan oleh mereka.

__ADS_1


Natasha bukan tidak tahu akan hal itu. Tentu saja ia mengetahuinya. Namun secara terburu-buru menyingkirkan mereka hanya akan menimbulkan instabilitas yang tidak diperlukan. Lagipula, mereka tidak secara terbuka menentang dan melakukan pemberontakan pada Natasha. Yang ia perlu lakukan adalah terus mengawasi gerak-gerik mereka, terutama komunikasi mereka dengan beberapa pihak yang tergabung dalam Liga Salzburg.


Kembali pada Natasha. Yang sedang ia lakukan sekarang adalah melatih sihir andalannya, elemen api, dan ilmu bela diri berdasarkan buku pengetahuan yang Jean berikan. Terdengar tidak efektif jika belajar hanya dengan bimbingan buku saja. Namun buku yang Jean berikan kepada Natasha terasa sangat berbeda.


Itu seolah-olah Jean sedang membimbing Natasha secara telaten. Jean memberikan visualisasi yang jelas dan menuliskan semua ilmu yang ada di dalamnya dengan bahasa yang mudah dimengerti. Memang, semakin dalam Natasha menjelajahi bukunya, semakin rumit pula teknik-tekniknya.


Namun disitulah keistimewaannya. Setiap kali Natasha melakukan kesalahan dalam memahami setiap isi buku, Jean seolah berdiri di sampingnya dan membimbingnya jika salah. Itu membuat Natasha semakin bersemangat untuk melahap seluruh isi dari buku yang Jean berikan.


"Yang mulia Natasha, Nona Rose berniat untuk menemui anda."


Natasha yang sedang membasuh tubuhnya menggunakan sebuah kain yang sudah dibasahi, dihampiri oleh Selena. Natasha memberikan izin kepada Rose untuk masuk dan menemuinya.


"Selamat pagi yang mulia. Maaf jika kehadiran saya mengganggu anda."


"Hai Rose. Tolong santai saja. hanya ada kita bertiga di sini."


Rose tersenyum dan menghampiri Natasha dan Selena. Ditangannya, ia memegang sebuah benda panjang yang terbungkus dengan kain. Sepertinya Rose telah membuat terobosan baru.

__ADS_1


__ADS_2