
Sementara itu, situasi di Krakov tidak begitu baik. Meskipun duke Cetner dapat mengambil alih ibukota dan mengalahkan pasukan utama duke Ankwicz, dia dan pengikutnya tidak berhasil untuk mengejar keluarga kerajaan yang melarikan diri. Sekelompok kavaleri elit yang dirinya kirim untuk melakukan pengajaran, tidak kembali. Kontak mereka terputus. Duke Cetner berasumsi bahwa mereka mungkin saja telah dihabisi oleh monster yang berbahaya.
dirinya juga kehilangan banyak pasukan yang berharga. Itu kesalahan perhitungan yang berasal dari dirinya. Dia tidak menyangka perlawanan yang dilakukan oleh musuhnya akan sangat gigih sehingga hal tersebut menguras tenaganya. Bahkan mereka juga membumi hanguskan nyaris seluruh ibukota dan sekitarnya sehingga tidak ada apapun yang dirinya dapatkan selain abu.
Ditambah lagi, dia mendapatkan kabar bahwa kerajaan Riga-Dnipro telah menyeberangi perbatasan, menaklukkan benteng-benteng di sekitarnya, dan bersiap untuk melakukan penetrasi yang lebih dalam ke wilayah kerajaan Warsawa. Hal ini mau tidak mau membuat duke Cetner harus memecah fokus kekuatannya untuk menghalau kerajaan Riga-Dnipro.
Nampaknya, ia terlalu meremehkan kekuatan keluarga kerajaan serta jaringan informasi yang mereka miliki. Meskipun secara taktis ia dapat memenangkan perang, dia merasa dikalahkan secara strategis. Ia juga mengabaikan respon negeri-negeri yang ada di sekitarnya sehingga lengah dalam mengantisipasi tindakan kerajaan Riga-Dnipro.
Tidak mau berlarut dalam penyesalannya, duke Cetner segera memanggil dua bawahan terbaiknya. count Krzys dan count Lesko.
"Kalian berdua, pergilah menuju wilayah perbatasan dan buka pembicaraan dengan kerajaan Riga. Count Krzys, Jika skenario buruk terjadi, aku ingin kau memukul mundur mereka dari wilayah kita. Bawalah 50.000 pasukan bersamamu. Kau juga bisa membawa bekas pasukan kerajaan dan keluarga Ankwicz yang tersisa."
__ADS_1
Dua count tersebut mengejutkan keningnya. Mengutus mereka menuju medan perang bukanlah hal yang bijak mengingat situasi di ibukota masih belum stabil. Selain itu, mengutus mereka berdua secara langsung sama seperti menaruh dua telur terbaik di satu keranjang yang jika keranjang itu jatuh maka telur tersebut akan terpecah secara bersamaan.
"Anda tidak bisa melakukan hal tersebut, yang mulia. Itu tindakan yang sangat beresiko. Membawa bekas pasukan keluarga kerajaan dan Ankwicz juga hal yang berbahaya. Mereka bisa membelot ke pihak lawan kapan saja."
"Itu benar yang mulia. Di sisi lain, saya sangat menyangsikan bahwa kerajaan Riga ingin melakukan pembicaraan dengan kita mengingat mereka telah memahami situasi di ibukota. Praktis, yang ingin mereka lakukan adalah mengeksploitasi peluang ini sebesar mungkin."
Mendengar pendapat count Krzys dan count Lesko, duke Cetner mempertimbangkan kembali keputusannya. Keduanya sangat benar. Dia tidak memiliki kemewahan untuk berunding dengan lawan. Melihat kegelisahan duke Cetner, count Krzys membuka sebuah peta besar kerajaan Warsawa. Dia meletakkan sebuah pion di satu titik yang menandai sebuah wilayah.
"Satu-satunya pilihan kita adalah membiarkan musuh masuk jauh ke dalam wilayah kita sehingga jalur suplai mereka menjadi sangat panjang. Dengan itu, akan lebih sulit bagi mereka untuk mempertahankan wilayah-wilayah yang sudah mereka ambil.
Mendengar nama Fredro, duke Cetner mengeryitkan dahi. Wajahnya menjadi masam seketika. Bajingan itu, dia tidak memiliki kepedulian kecuali jika itu mengenai wilayahnya. Bahkan ketika dirinya memberikan isyarat yang jelas kepada keluarga Fredro mengenai apa yang ia akan lakukan dan benefit yang dia berikan, mereka tetap tidak bergeming.
__ADS_1
"Aku mengerti maksudmu, count Krzys. Sebenarnya akan sangat beresiko jika hanya mengandalkan mereka. Namun.... Mari kita serahkan wilayah perbatasan pada keluarga Fredro. Kita tidak memiliki banyak pilihan di sini."
Count Krzys dan count Lesko lega Mendengar keputusan duke Cetner. Sekarang, mereka bisa fokus untuk merekonstruksi ibukota dan mengkonsolidasikan kembali kekuatan mereka yang tersengal-sengal akibat pertempuran.
...****...
Sejenak, mari beralih menuju kekaisaran Eisengrund. Pada saat Natasha berhasil menaklukkan kerajaan Silesia dan menyatukan kerajaan tersebut ke dalam wilayahnya, Dia mengalihkan perhatiannya ke arah timur. Itulah yang memulai kampanye penaklukan kekaisaran Eisengrund ke arah timur.
Wilayah timur adalah wilayah yang sangat berbahaya dan di saat yang sama adalah wilayah yang kaya. Selain dihuni oleh banyak kerajaan kecil yang tidak signifikan serta suku-suku penunggang kuda, ada juga monster sihir berbahaya yang menghuni wilayah tersebut. Namun di balik hal berbahaya tersebut, wilayah timur yang tidak menjadi bagian dari kekaisaran dipenuhi dengan tanah subur, semenanjung dan pulau-pulau strategis, serta pegunungan yang penuh dengan mineral dan hutan-hutan yang dipenuhi oleh kayu berharga.
Selama berkuasa, Natasha telah berkembang menjadi penguasa yang hebat. Hal itu berkat sebuah buku yang Jean berikan serta arahan langsung dari kekasihnya itu. Juga dibantu oleh bawahan-bawahannya yang hebat seperti Charlotte, Rose, Priscillia, Noir, dan yang lainnya.
__ADS_1
Dalam waktu yang cepat, atas perintah Natasha, Rose berhasil membuat banyak kerajaan dan suku-suku yang berada di wilayah timur bertekuk lutut dihadapan kekaisaran. Rose memakai strategi wortel dan tongkat dengan baik.
Angkatan laut yang kekaisaran bentuk juga dengan cepat menaklukkan negeri-negeri di semenanjung wilayah timur. Dengan begitu, nyaris seluruh semenanjung yang terbentang dari ujung wilayah barat hingga ujung timur wilayah kekaisaran Eisengrund berada di bawah kekuasaan mereka. Hal ini membuat Laut Drava (Salah satu laut yang ada di dunia ini) secara efektif berada di bawah kontrol kekaisaran Eisengrund.