Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Kalina Lesko


__ADS_3

Count Lesko mendecakan lidahnya. Dengan resah, jarinya mengetuk meja berkali-kali. Kakinya bergoyang terus-menerus dan tidak berhenti. Menandakan bahwa dirinya sama sekali belum tenang.


"Ah, sial. Ini salahku. Kalau dari awal aku tahu dia adalah orang yang berada di bawah Henryk, aku tidak akan memperlakukannya dengan tidak sopan dari awal."


Count Lesko membuka lacinya lagi dan mengambil sepucuk surat yang sampai kepadanya dua Minggu yang lalu. Tulisannya sangat khas. Cukup khas sampai dirinya langsung mengetahui darimana surat tersebut berasal.


'Yang mulia Count Lesko, saya mendengar bahwa seorang pemuda bernama Ulrich telah mengajukan diri menjadi tutor putri anda dan yang mulia telah menerimanya.


'Saya harus menyampaikan permintaan maaf karena Ulrich sedang tidak bisa melakukan tugasnya dengan baik. Dia sedang sakit dan sekarang berada dalam perawatanku.'


'Saya berharap, yang mulia bisa memaklumi keadaan Ulrich. Terimakasih banyak. Henryk.'


Ia membanting surat tersebut ke atas meja setelah membacanya berulang-ulang dan mengacak rambutnya sembari mengutuk dirinya sendiri.


"Bajingan! Seandainya waktu itu aku menyambutnya dengan baik, aku tidak perlu sekhawatir sekarang! Bodoh! Bodoh! Bodoh!"


Ada dua orang yang count Lesko paling takuti di kerajaan ini. Pertama adalah raja dan yang kedua adalah Henryk. Deskripsi paling tepat untuk menggambarkan siapa sebenarnya Henryk adalah [Monster berkulit manusia].


Dia adalah ksatria terbaik kerajaan Warsawa. Karena jasa-jasanya, dia bahkan diberikan salah satu gelar paling bergengsi, [Sword of king], pedang sang raja. Gelar ini diberikan oleh raja di generasi sebelumnya. Henryk juga merupakan salah satu orang terkuat di kerajaan Warsawa, bersama dengan istrinya. Kultivasinya telah mencapai tahap [Sky Realm] tingkat dua.


Apa yang terjadi jika Ulrich mengatakan pada Henryk kalau dirinya memperlakukan Ulrich dengan buruk!? Keluarganya pasti akan habis dan namanya akan hancur!!


Di tengah kekalutan yang ia alami, seseorang mengetuk pintu ruang belajarnya. Kemarahannya hampir meledak tetapi count Lesko berhasil mengendalikan emosi itu. Mau bagaimana pun, di depan vassalnya, ia tidak boleh kehilanganmu sikap tenangnya.


"Masuklah."


Seorang pria tua dengan pakaian pelayan membuka pintu ruang belajar count Lesko dan masuk ke dalam. Setelah menunduk untuk memberi hormat, pelayan tua itu memberikan informasi kepada tuannya.

__ADS_1


"Seorang pemuda jelata bernama Ulrich meminta audiensi dengan anda, tuanku. Pemuda yang sama dengan yang waktu itu mengajak diri untuk menjadi mentor nona muda."


Count Lesko membelakan matanya. Dia menggebrak mejanya dan memerintahkan pelayan tua itu untuk segera membawa Ulrich ke hadapannya! Meski pelayan tua itu menjadi bingung dengan perubahan sikap tuannya, ia tetap melaksanakan perintah yang diberikan.


Beberapa saat kemudian, seorang pemuda memasuki ruang belajar count Lesko bersama dengan sang pelayan tua. Pelayan tua tersebut meminta izin untuk keluar dan meninggalkan Ulrich bersama count Lesko di dalam.


Count Lesko memperbaiki posisi duduknya dan berdeham untuk menghilangkan kecanggungan yang terjadi.


"Ehemm!! Selamat datang, nak Ulrich. Jadi.... Adakah yang ingin kau sampaikan padaku hingga bersedia jauh-jauh datang ke tempat ini?"


Pemuda Ulrich itu terlihat terkejut dengan perlakuan yang sangat berbeda daripada yang sebelumnya saat ia ke tempat ini. Namun dengan tenang, ia menyampaikan maksud kedatangannya.


"Terimakasih atas kesempatan ini, yang mulia. Saya bermaksud untuk meminta maaf atas ketidakhadiran saya selama dua minggu kemarin. Saya mengalami sakit yang cukup berat dan membutuhkan pemulihan yang cukup lama. Saya harap, pemuda rendahan ini masih mendapat kesempatan untuk bekerja di sini."


Count Lesko berdiri dan menghampiri Ulrich dan mendekatinya. Dengan senyum yang agak dipaksakan, ia menepuk pundak Ulrich beberapa kali.


Jadi nama pelayan itu Jakob? Ulrich akhirnya mengetahui nama pelayan itu. Tidak lama kemudian, seorang gadis dengan tinggi 160 centimeter masuk ke dalam ruang belajar count Lesko. Gadis ini memiliki rambut berwarna lavender. Irisnya yang berwarna ungu memiliki tatapan tajam. Dia sama sekali tidak terlihat seperti gadis manja.


"Apakah anda memanggil saya, Ayahanda?"


Count Lesko mengangguk. Dia menjelaskan kepada putrinya kalau mulai dari sekarang, Ulrich yang akan menjadi tutornya dalam belajar. Ekspresi gadis bernama Kalina itu berubah menjadi cemberut. Wajah cantik bagai bonekanya menatap Ulrich lamat-lamat, seolah ingin ********** hingga habis.


Entah Ulrich maupun count Lesko sama-sama memahami bahwa Kalina tidak berniat untuk menerima Ulrich sebagai guru pembimbingnya. Namun Kalina tidak menyatakannya secara jelas. Dia hanya mengangguk seolah menerima apa yang ayahnya katakan.


"Kalina, ajak Ulrich ke ruang belajarmu. Dengarkan apa yang ia katakan dan jangan membantahnya."


Ada nada otoritatif dalam ucapan count Lesko, membuat Kalina tidak berani membantahnya. Dengan patuh, ia mengajakku Ulrich untuk ke ruang belajarnya.

__ADS_1


Begitu keduanya meninggalkan ruangannya, Count Lesko menyandarkannya dirinya ke dinding yang ada di belakangnya. Pelayannya, Jakob, masuk ke dalam ruang belajar tuannya.


Dia ingin mengatakan sesuatu tetapi count Lesko berbicara mendahuluinya.


"Jangan terkejut, Jakob. Anak itu berada dalam perawatan si tua Henryk. Kalau kita memperlakukannya dengan buruk dan jika hal itu bocor kepadanya, maka kita akan habis."


Jakob membelalakan matanya. Anak itu berada di bawah Henryk? Tapi kenapa? Apa yang membuatnya istimewa? Pemuda itu kelihatan biasa-biasa saja. Paling-paling hanya tampang saja yang membuatnya sedikit bernilai.


Tetapi kalau memang benar begitu, apa yang tuannya katakan benar. Mereka tidak boleh gegabah.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan Author;


Halo pembaca sekalian. Terimakasih karena telah mengikuti novel Pseudo-Villain hingga sejauh ini.


Saya ingin meminta feedback dari teman-teman pembaca.


Dalam skala 1 sampai 10, kira-kira berapa nilai novel ini?


Apakah teman-teman pembaca merasa puas dengan gaya penulisan yang sekarang?


Apakah teman-teman senang dengan alur cerita yang disajikan?


Saya mengharapkan agar teman-teman pembaca memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut di kolom komentar. Sebagai penulis, author akan sangat terbantu dengan penilaian tersebut. Terimakasih banyak 😁.


Best Regard

__ADS_1


Mawangsyah


__ADS_2