Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Niat Jean (1)


__ADS_3

"Selamat datang, Jean!! Aku merindukanmu!!


"Selamat datang kembali, sayang."


"Selamat datang, tuan."


Di Saint Georgia City, Jean disambut oleh tiga kekasihnya, Natasha, Charlotte, dan Selena. Ini adalah pertama kalinya dia menginjakan kaki di kerajaan Dublin setelah satu tahun berlalu.


Usianya kini 16 tahun. Banyak perubahan yang terjadi dalam dirinya, termasuk perubahan fisik. Tubuhnya menjadi lebih tinggi, sekitar 170-an cm. Tinggi yang cukup tidak wajar dibandingkan dengan orang seusianya.


Tubuhnya menjadi lebih berisi. Bukan artinya dia gemuk, sebaliknya, postur tubuhnya justru semakin bagus. Dipadukan dengan tinggi yang ia miliki, bentuk tubuh Jean lebih dari cukup untuk dinilai sebagai ideal.

__ADS_1


Jean memeluk ketiganya dan memberikannya ciuman ringan di dahi mereka. Dengan gembira, Natasha, Charlotte, dan Selena mengajak Jean masuk ke dalam istana, tempat tinggal mereka kini.


'Aku ingin berkeliling kota sejenak, tapi....'


Berhubung ketiga gadisnya Sanga bahagia dengan kehadirannya, Jean akhirnya menyerah. Akan lebih baik untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Karena setelah ini, Jean mungkin akan meninggalkan semua wanitanya, setidaknya dalam waktu yang cukup lama.


"Hmmmm...... meskipun tidak se-glamour yang lama....entah kenapa interior istana yang sekarang justru terasa lebih mewah dan elegan."


Mendengar gumaman Jean, Charlotte mengangguk senang.


"Namun, dalam waktu satu tahun ini, ketika situasinya telah pulih dan pelabuhan komersial dibuka, aliran barang yang berasal dari negeri lain mulai berdatangan. Kami bisa membeli dan menjual kembali barang-barang tersebut ke Kerajaan tetangga. Pada akhirnya, kita balik modal dan memiliki kelebihan untuk membeli semua ornamen baru ini."

__ADS_1


Charlotte dengan senang hati menjelaskan semua perhiasan baru yang ada di istana. Dia juga memperkenalkan produk keramik, sutera, furnitur dari kayu yang berkualitas tinggi, dan lain-lain. Ini semua adalah produk yang dibawa dari benua lain. Tentu saja, semuanya dibandrol dengan harga yang sangat mahal.


Jean turut senang mendengarnya. Sembari meminum teh buatan Selena yang lezat, Jean dengan senang hati mendengarkan semua cerita Charlotte, Natasha, dan Selena.


Saint Georgia City menjadi lebih maju sekarang. Kotanya semakin besar dan ramai. Fasilitas umum mulai membaik dan keamanan publik dapat berjalan seperti biasa. Sepertinya kota Uttah juga sama. Berdasarkan pembicaranya dengan Natasha dan Charlotte, pelabuhan telah diperbaiki dan diperluas. Barang-barang dari negeri lain telah mengalir ke sini.


"Tuan Jean, apakah anda baik-baik saja? Apakah anda merasa tidak enak badan hari ini?"


Mendengar Selena, Jean kembali ke kesadarannya. Ia terlalu banyak pikiran. Dia menghela nafas dan mengatakan sesuatu pada mereka. Wajahnya terlihat bersungguh-sungguh.


"Nanti malam, semuanya akan berkumpul di sini. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua."

__ADS_1


Nada Jean terdengar serius. Sejujurnya, Jean menyadari kalau nada bicaranya benar-benar menghancurkan suasana. Tapi Jean merasa perlu membicarakan masalah yang ada di dalam kepalanya secepat mungkin. Dan kepada semuanya.


Ketiga gadisnya tidak tahu apa yang mau Jean bicarakan, namun keduanya sadar kalau ini adalah permasalahan yang penting. Setelah saling berpandangan, mereka mengangguk. Melihat mereka, Jean tersenyum kecil dan mencium mereka satu persatu. Suasana kembali ringan seperti sedia kala.


__ADS_2