Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Final Round


__ADS_3

Pria itu merasakan hawa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya ketika melihat senyum Jean. Instingnya mengatakan bahwa dirinya berada dalam bahaya. Kepanikan melanda hatinya. Tanpa ia sadari, keringat dingin mengalir dan tubuhnya bergetar.


Dia menunggu-nunggu. Apa yang akan terjadi padanya? Kenapa musuhnya tidak segera menyerangnya? Dalam situasi seperti ini, ia bisa saja memanfaatkan celah yang lawannya buat dan mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu. Tapi kenapa ia tidak bisa melakukannya?


Alih-alih menyerang, pemuda yang ia ketahui bernama Jean itu menjulurkan dan membuka telapak tangannya. Saat itu juga, matanya melihat gelombang energi aneh berwarna merah darah berkumpul di telapak tangan Jean. Di waktu yang bersamaan, ia merasakan kalau aliran energi yang sedari tadi terus memasuki dirinya mulai berkurang secara signifikan.


"Bajingan, apa yang sebenarnya kau lakukan!?"


Meski ia berteriak, Jean tidak menjawab. Pemuda itu tetap dengan santai mengumpulkan energi yang berpusat di atas telapak tangannya dan mulai memadat. Barulah setelah itu, ia mulai berbicara.


"Kau tahu, satu jiwa itu sama sekali tidak memiliki arti. Jika dalam masing-masing jiwa mengandung sebuah energi, maka jiwa orang-orang lemah sama sekali tidak ada harganya.


"Tapi hei, apa yang terjadi jika ada lebih dari ribuan bahkan ratusan ribu jiwa lemah yang berkumpul menjadi satu? Meski tidak begitu luar biasa, akumulasi energi yang terkumpul cukup untuk meledakkan dan memusnahkan sebuah kerajaan jika dimanfaatkan dengan benar."

__ADS_1


Perlahan, sebuah kristal terbentuk dari gumpalan energi. Kristal itu berwarna merah kelam. Begitu kristal yang berada di tangan Jean terbentuk sempurna, ia melemparkannya ke dalam [Spatial Storage] miliknya.


"Jiwa-jiwa yang tadi berubah menjadi energi juga bisa digunakan untuk meningkatkan kultivasi dengan kecepatan yang drastis. Kau tahu, kekuatan yang sedari tadi mengalir ke dalam dirimu berasal dari jiwa-jiwa malang ini. Sayangnya, tubuh dan jiwamu tidak akan bisa menampung semua ini."


Jean lalu menyatukan kedua telapak tangannya dan menjalin jari-jemarinya. Setelah menghirup nafas yang agak panjang, dia lalu menatap dirinya Yang sedari tadi tidak bisa berkata dan berbuat apapun.


"Szymon Krzys, peranmu sudah selesai. Aku tidak begitu mengerti siapa dalang di balik semua kejadian ini. Tetapi yang jelas, kau tidak lebih dari pion sekali pakai yang akan dibuang suatu saat nanti."


Mendengar perkataan Jean, rasa terkejut dan marah langsung meninggal dirinya. Yang pertama, Jean benar. Ia adalah Szymon Krzys. Yang kedua, dia tidak bisa tidak marah karena dianggap sebagai pion oleh orang yang justru tidak mengetahui apapun!


Di dorong oleh rasa impulsifnya, Szymon langsung menerjang Jean untuk yang kedua kalinya secara frontal. Melihat hal itu, Jean lagi-lagi tersenyum tipis.


"Bodoh juga ada batasannya, Krzys. Dirimu yang sekarang tidak akan pernah mampu menyentuhku. Bahkan tidak dengan semua kekuatan yang kau dapatkan hari ini."

__ADS_1


Tidak mendengar apa yang Jean katakan, Szymon berlari menuju lawannya semakin kencang. Hanya ada satu yang dia pikirkan. Bungkam mulutnya dan habisi bajingan itu! Tidak boleh ada satupun orang yang mengetahui bahwa dirinya adalah biang di balik semua kejadian ini.


Namun, sebelum Szymon berhasil meraih Jean......


"[Million of Deadly Bullet]."


Energi di sekitar Jean memadat, membentuk partikel-partikel sekecil debu. Meski begitu, partikel itu jauh lebih keras daripada adamantium, logam terkuat di dunia ini. Tidak sampai satu detik, Jean menghembuskan partikel yang berjumlah jutaan itu ke segala arah dengan kecepatan supersonik.


Hasilnya adalah kehancuran yang sangat besar dalam radius satu kilometer di sekeliling Jean. Semua bangunan, tidak peduli seberapa kuat pondasi dan temboknya, hancur berkeping-keping. Puing-puingnya terhempas ke segala arah dengan keras.


Tidak ada satupun orang, tidak peduli setinggi apapun tingkat kultivasinya, dapat selamat dari serangan Jean. Semua anggota [Cult of Savior] yang bersembunyi di balik gedung, jalanan, pohon, dan tempat lainnya yang berada dalam radius satu kilometer dari tempat Jean, mati seketika.


Szymon bukan pengecualian. Sesaat sebelum serangan Jean dilepaskan, dia menggunakan seluruh mananya yang tersisa untuk melindungi dirinya. Sayang, dia gagal total. Perisai yang ia buat tidak cukup kuat untuk menahan amukan serangan Jean. Seluruh tubuhnya hancur. Yang tersisa hanyalah seonggok daging yang berceceran.

__ADS_1


"Tidak sekuat yang kubayangkan. Aku yakin orang atau siapapun yang mempercayai kekuatannya untukmu akan merasa kecewa, Szymon Krzys."


__ADS_2