Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Besok, Semuanya Akan Dimulai


__ADS_3

Ksatria dari ibukota akhirnya tiba di perbatasan kerajaan Warsawa dan Principality of Danzig 11 hari kemudian setelah melanjutkan perjalanan dari kota yang mereka singgahi.


Syukurlah, tidak ada halangan berarti selagi mereka berada di perjalanan. Paling-paling hanya monster tingkat rendah yang sangat mudah untuk dibunuh. Terimakasih atas hal itu, ksatria yang terluka sudah pulih sepenuhnya. Mereka siap untuk menjalankan tugas yang diberikan.


Szymon juga sudah pulih. Namun dia tidak berada di gerobak yang sama dengan Jeanne, Hanna, dan Karina. Dia menggunakan kereta kuda yang dipinjamkan oleh tuan tanah.


Hanna dan Karina masih sedikit peduli dengan Szymon, tetapi Jeanne benar-benar masa bodoh. Dia tidak tertarik mendengar kondisi Szymon. Bahkan jika pria itu mati sekali pun, dia tetap tidak peduli.


Ini adalah misi rahasia. Kedatangan mereka ke perbatasan tidak boleh diketahui oleh siapapun, kecuali otoritas yang bersangkutan, dengan kata lain tuan tanah. Karena itu, mereka menyamarkan diri mereka menjadi karavan dagang yang dikawal oleh kelompok tentara bayaran.


Mereka juga meminta tuan tanah di kota yang mereka singgahi sebelumnya untuk bungkam. Para pedagang maupun musafir yang menuju ke perbatasan juga diperintahkan untuk tutup mulut mengenai kedatangan mereka.


Jeanne, Hanna, Karina, dan Szymon mencari penginapan untuk mereka. Sementara ksatria yang lain.... Maksudnya tentara bayaran yang lain membuat kemah di luar kota perbatasan.


Selama mencari penginapan yang cocok untuk mereka, Szymon tidak henti-hentinya mengeluarkan aura permusuhan pada Jeanne, yang sayangnya diacuhkan oleh yang bersangkutan.


Szymon sangat obsesif terhadap Jeanne. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkannya. Kejadian kemarin malah membuat Szymon semakin obsesif. Dia ingin mendapatkan Jeanne dan di saat yang sama memberikan gadis itu penghinaan!


"Krzys, hentikan tindakan menjijikanmu itu! Bersikaplah dewasa layaknya laki-laki dan seorang ksatria!"


Justru Hanna yang tidak tahan dengan sikap Szymon sampai-sampai pria itu ingin menghantam wanita yang ia anggap 'pelacur' itu. Namun, dia menahan dirinya. Szymon setidaknya masih bisa mempertahankan kewarasannya sampai batas ini.


Karina menggelengkan kepalanya melihat ulah Szymon. Pria itu memutuskan untuk mencari penginapan secara terpisah. Sebenarnya ini buruk karena mereka akan melakukan briefing nantinya. Namun tidak ada yang mencegahnya.


"Bajingan itu selalu saja seenaknya. Hanya karena ia penerus keluarga Krzys...."


Hanna bergumam sementara Karina mengurus registrasi ke resepsionis penginapan. Jeanne menepuk-nepuk kepala Hanna untuk menenangkannya.


"Ayo kita ke atas. Sayang sekali kamar di sini hanya tersisa satu. Kita terpaksa menginap di kamar yang sama. Ada yang keberatan?"


"Aku tidak."

__ADS_1


"Aku juga tidak."


Jeanne dan Hanna sama sekali tidak keberatan. Toh, mereka bertiga adalah sahabat. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Baiklah, mari kita bawa barang-barang ke atas. Setelah itu, kita akan makan siang di sini."


Mereka berbenah sebentar. Setelah semuanya selesai, ketiga gadis itu turun dan makan siang dengan lahap di bar penginapan. Sampai seorang lelaki berpakaian lusuh menghampiri mereka.


Awalnya Karina dan Jeanne bersiaga. Mereka bahkan membocorkan aura membunuhnya sampai Hanna mencegah mereka.


"Tenanglah, Karina, Jeanne. Dia adalah viscount Konarski, tuan tanah tempat ini. Dia akan memberikan semua informasi yang kita butuhkan."


Pria yang ternyata viscount Konarski itu menundukan Tubuhnya di hadapan mereka. Dia memakai topi dan sedikit menyembunyikan keberadaannya.


"Selamat siang, nona. Saya viscount Konarski. Seperti yang nona Otylia katakan, saya akan memberikan berbagai informasi yang kalian butuhkan."


Viscount Konarski mulai membeberkan berbagai hal kepada mereka. Mulai dari aktivitas mata-mata Principality of Danzig, tujuan mereka, dan lain-lain. Jeanne meminta pertemuan dengan mata-mata yang tertangkap. Namun viscount Konarski menggeleng. Mereka telah tewas bunuh diri.


"Baiklah! Kalian sudah kenyang kan? Bagaimana kalau kita keliling di kota ini terlebih dahulu? Sepertinya menyenangkan. Hanna, kau yang memimpin jalan oke?"


Jadilah siang itu mereka jalan-jalan di kota sembari bersenang-senang perbatasan sebelum menjalani misi keesokan harinya.


***


Malam harinya, ketika semua beristirahat, seorang lelaki dengan jubah coklat yang kusam memasuki sebuah bar yang ada di kota perbatasan. Rambutnya acak-acakan sehingga wajahnya tidak mudah dikenali.


Dia berjalan menuju sebuah meja yang hanya ditempati oleh satu orang pemuda. Melihat kehadiran lelaki kusam itu, sang pemuda itu mengerutkan dahinya karena merasa terganggu.


"Siapa kau, bajingan!? Apa urusanmu datang kemari?"


Bahkan ketika dicaci seperti itu, sang lelaki tetap santai. Dengan berani ia duduk di hadapan sang pemuda.

__ADS_1


"Tenanglah tuan muda. Ini adalah saya."


Pemuda itu lagi-lagi mengerutkan dahinya. Namun sesaat kemudian, ia mengingat sesuatu.


"Ah, kau adalah...."


"Ssssttt..... Tolong pelankan suara anda, tuan muda."


Sang pemuda mengangguk. Lelaki kusam itu menyampaikan sesuatu, yang membuat anak itu menyeringai lebar. Tubuhnya bergetar karena semangat dan antusiasme, seolah siap untuk menyambut hari esok yang sangat menyenangkan.


"Jadi semuanya sudah siap? Baiklah. Kau boleh pergi."


Lelaki itu mengangguk. Sebelum pergi, dia memberikan sesuatu kepada anak itu. Sebuah botol berisi cairan berwarna hijau pekat. Dia meminta anak itu untuk meminumnya.


"akhirnya.... Akhirnya semua ini akan dimulai! Lihat saja Jeanne! Akan kubuat dirimu jatuh ke tanganku!"


Benar, pemuda itu tak lain adalah Szymon Krzys. Lelaki kusam tadi? Entahlah. Yang tahu hanyalah Szymon dan orang itu sendiri.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Catatan Author;


Halo pembaca semua. terimakasih karena telah membaca novel ini.


Ada hal yang ingin author tanyakan. apakah menurut pembaca jalan cerita ini terlalu bertele-tele? atau alurnya sudah cukup pas?


Jangan ragu untuk menuliskannya jawaban kalian di kolom komentar. Evaluasi dari kalian sangat mempengaruhi kualitas cerita ini kedepannya. Terimakasih banyak


Salam hangat


Mawangsyah

__ADS_1


__ADS_2