
Svetlana menatap lamat-lamat wajah putranya. Meski tidak memiliki ikatan darah, tidak pernah terpikir olehnya kalau Jean hanyalah anak angkat belaka. Sejak hari dimana ia menemukan Jean dan memutuskan untuk merawatnya, Svetlana telah menjadikan Jean sebagai bagian dari hatinya.
Dia tidak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia ketika bersua kembali dengan putranya. Ada keinginan untuk memeluknya, menenggelamkan wajah putranya ke dadanya.
Tapi Jean sudah besar. Tidak mungkin Svetlana melakukan itu kan? Dia akan membuat Jean resah dan khawatir. Ia yakin anak laki-laki yang sudah dewasa tidak ingin diperlakukan seperti itu.
Tapi ekspektasinya berlawana dengan tindakan Jean. Anak laki-lakinya dengan suka rela memeluk Svetlana. Jean bahkan dengan senang hati menenggelamkan wajahnya ke dada Svetlana yang besar, membuat dirinya sedikit merasakan geli.
Insting keibuannya tergerak. Tangannya dengan lembut mengusap kepala Jean. Perasaan damai, aman, dan hangat tertransmisikan ke dada Svetlana, menghapus seluruh keraguan dan kekhawatirannya.
Tanpa sadar, air mata jatuh ke pipinya. Dengan nada yang sangat halus dan lembut, dia membisikan sesuatu di teling putranya.
"Selamat datang kembali, Jean. Bunda sangat bahagia melihatmu baik-baik saja...."
Svetlana tidak lagi kuasa menahan tangisnya. Ia menumpahkan seluruh perasaanya kepada Jean. Airmata miliknya bahkan membuat rambut Jean basah.
Jeanne juga tidak menahan diri lagi. Dia memang masih malu dan menyesal karena kejadian tadi. Tetapi dia tidak bermaksud untuk menyakiti Jean sama sekali.
"Maafkan aku.... Jean. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk menyakitimu. Aku hanya..."
__ADS_1
Jeanne tidak bisa menemukan alasan yang tepat. Dia memang bersalah dan Jeanne menyadari hal itu. Ia tidak mencari-cari alasan untuk membernarkan tindakan sembrononya.
"Tidak apa kak Jeanne. Maafkan aku yang tidak pergi menyelamatkan kalian waktu itu. Maafkan aku karena telah mengabaikan kalian selama ini. Mulai sekarang, aku akan terus berada di sisi kalian, selamanya."
Jean keluar dari pelukan Svetlana dan memeluk ibu dan kakaknya sekaligus. Svetlana dan Jeanne juga memelihara Jean dengan erat. Sekalipun untuk Jean yang telah hidup melampaui jutaan tahun, momen seperti ini tetap menjadi momen yang berharga.
Svetlana akhirnya berhenti menangis. Begitu juga Jeanne. Mereka mengusap air mata mereka dan menjadi sangat malu. Tidak seharusnya seorang ibu dan kakak menangis di hadapan putra dan adik mereka kan?
"Jangan khawatir. Kalian tetap ibu dan kakak yang luar biasa bagiku."
Seolah bisa membaca pikiran mereka (memang bisa), Jean mengatakan itu pada keduanya, yang membuat Jeanne dan Svetlana semakin malu.
Jeanne dan Svetlana tidak punya pilihan lain kecuali mengangguk. Jean benar. Mereka ingin menanyakan banyak hal, membicarakan banyak cerita tentang kehidupan mereka, dan mendengarkan kondisi Jean. Namun kalau mereka jatuh sakit, Jean pasti akan khawatir dan itu akan merusak suasan hati.
"Baiklah, aku akan tidur bersama Jeanne. Jean.... Beristirahatlah. Bunda akan sangat sedih jika dirimu jatuh sakit."
Jean tersenyum. Dia dengan lembut mengangguk.
"Selamat malam, bunda, kakak."
__ADS_1
""Selamat malam, Jean.""
Lampu dimatikan dan Jean pergi dari kamar.
***
Jean keluar dari kamar Jeanne dan Svetlana dan pergi ke ruang tamu.
Ini adalah 'rumah'. Ya, rumah miliknya. Sebuah tempat tinggal portable yang bisa dia bawa ke mana saja. Bentuk awal rumah ini adalah sebuah batu. Namun begitu Jean mengalirkan sihir ke dalamnya, batu tersebut akan bertransformasi menjadi sebuah rumah yang besar.
Jean membuat tempat tinggal semcam ini di siklus reinkarnasinya yang ke 500. Dia membuat banyak benda seperti ini dengan berbagai bentuk dan desain sesuka hatinya. Alasannya? Karena ia sedang bosan.
Rumah ini layaknya sebuah rumah di era modern. Memiliki kapasitas untuk menampung lebih dari 50 orang, rumah ini adalah benteng pribadi. Tidak ada yang bisa memasukinya kecuali atas kehendak Jean.
Bahkan jika orang asing bisa menerobos paksa dan masuk, dia masih akan menghadapi berbagai senjata berbahaya dan sihir ofensif tingkat tinggi. Bahkan sebelum menyentuh ruang paling depan, siapapun yang berusaha menerobos, ia akan musnah. Tidak percaya? Silahkan coba sendiri.
Rumah ini terdiri dari puluhan kamar tidur, belasan dapur, kamar mandi, dan sebuah ruang tamu besar. Semua peralatan rumah tangga dan furnitur memiliki sifat futuristik. Pemanas dan pendingin ruangan, kulkas, mesin cuci, pemanas air, dan lain-lain. Semuanya tersedia di rumah ini.
Jean duduk di sofa. Atas perintahnya, sofa itu segera mengubah posisinya menjadi posisi berbaring. Jean lalu memejamkan matanya dan sebuah layar terproyeksi di hadapannya.
__ADS_1
Dia tersenyum. Akhirnya, selama setahun ini, ia bisa tersambung dengan salah satu kekasih tersayangnya nun jauh di sana.