Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Niat Jean


__ADS_3

Raja Andrèj tidak pernah menyangka dengan apa yang dia lihat. Di tengah keras dan kejamnya wilayah selatan, berdiri sebuah kastil besar yang sangat indah. Kastil tersebut berdiri kokoh di atas sebuah bukit berbatu, yang sekaligus menjadi benteng alami untuk kastil itu. Butuh usaha yang sangat sulit bagi musuh jika mereka ingin merebut bangunan tersebut.


Hanya ada satu jalan masuk menuju kastil. Jalan itu melewati sebuah celah sempit diperhutanan yang diisi oleh hewan sihir buas dan kelompok monster yang sangat berbahaya. Itulah kenapa, bahkan jika tanpa penjaga sekalipun, kastil ini akan tetap menjadi area yang sangat sulit untuk ditaklukan.


Sesampainya di depan pintu kastil, Jean membawa keluarga kerajaan ke sebuah aula besar. betapa terkejutnya raja Andrèj ketika dirinya melihat semua pendukungnya yang tersisa berada di sana. termasuk putra pertama sekaligus pewaris wangsa Ankwicz, Peter Ankwicz.


Semua pendukung raja berlutut di hadapan keluarga kerajaan. Mata mereka penuh harapan. Tekad mereka menyala-nyala demi membalaskan dendam pada duke Cetner dan pendukungnya yang telah menaklukkan wilayah mereka dan menyita semua aset yang ada di dalamnya. Bahkan beberapa keluarga bangsawan disandera.


"Yang mulia, kami siap mengerahkan seluruh yang kami miliki untuk mengembalikan kemuliaan dan nama baik anda! Mari kita rebut kembali apa yang menjadi milik kita dan hancurkan keluarga Cetner beserta para pendukungnya!"


suara Peter Ankwicz mewakili suara bangsawan yang lain. Mereka tidak memiliki banyak hal yang tersisa. Jika mereka tunduk dan patuh pada keluarga Cetner, dapat dipastikan bahwa nama keluarga dan kehormatan mereka akan dilucuti. Bahkan jika mereka dibiarkan hidup sekalipun, itu jelas akan menjadi penghinaan terbesar bagi mereka.

__ADS_1


Melihat tekad yang sangat kuat dari pendukungnya membuat semangat raja kembali. Hal itu menyadarkan dirinya bahwa dia dan pengikutnya belum kalah dan dengan tindakan perlawanan, keadaan dapat berbalik.


"Angkat kepala kalian, wahai pengikut setiaku. Kita belum kalah dan tidak akan pernah kalah. Kita akan membalas apa yang telah mereka perbuat dan mengembalikan kemuliaan kita!"


Seruan raja membuat seluruh bangsawan yang berada di dalam aula bersorak. Peluang yang awalnya tertutup rapat kini terbuka lebar. Jean yang berada di sana tersenyum, mungkin sedikit terbawa suasana oleh para bangsawan yang ada di dalam aula. Tidak ingin mengganggu suasana, Jean pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan mereka dan pergi ke bagian kastil yang menjadi tempat tinggalnya.


Di tengah perjalanannya, pelayan dirinya ikut berjalan di sampingnya. Itu karena ada sesuatu yang ingin dia tanyakan.


Apa yang pelayannya katakan masuk akal. Tindakan Jean mendirikan kastil tanpa adanya izin dari otoritas yang bersangkutan adalah tindakan yang sangat ilegal. Hal itu bahkan akan dianggap sebagai pelanggaran teritorial mengingat Jean merupakan bangsawan dari negara lain.


Jean tersenyum tipis dan mengangkat bahunya.

__ADS_1


"Kau tahu, begitu duke Cetner menaklukkan ibukota, permainan sudah selesai. Skenario yang akan terjadi adalah mereka akan menghabisi keluarga kerajaan dan para pengikutnya. Kalaupun mereka selamat, tidak ada yang bisa mereka lakukan selain bersembunyi di lubang tikus, tanpa melakukan apapun.


"Tetapi saat ini situasinya berubah. keluarga kerajaan dan pengikutnya selamat, bahkan menghimpun pasukan baru untuk melakukan serangan balik. Konflik bertambah panjang dan dua kekuatan paling berpengaruh di kerajaan Warsawa perlahan ikut melemah.


"Menurutmu dengan penjelasan seperti itu, apakah aku dengan tulus membantu kerajaan?"


Di balik topeng putihnya, pelayan itu tersenyum getir. Niat Jean cukup jelas. Memperpanjang konflik hingga kedua pihak lelah lalu memberikan pukulan telak dan mengambil keuntungan yang sangat besar dari dua pihak yang sudah tidak berdaya.


Tapi apa yang dia rencanakan sebenarnya? Kenapa dia bersusah payah terlibat dalam konflik? Apa yang ia inginkan dari jatuhnya kerajaan Warsawa? Apakah ia berniat membiarkan negara tempat asalnya menaklukkan tanah ini? Itu terdengar masuk akal. Tetapi entah kenapa, dia yakin bukan itu alasan Jean.


Jadi apa niat sesungguhnya? Biarlah waktu yang menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2