Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Rumor


__ADS_3

Berita mengenai matinya Baron Lombard telah tersebar di kalangan bangsawan. Semuanya begitu riuh. Kematian seorang bangsawan bukanlah hal yang main-main. Mereka adalah bagian penting dari kerajaan Dublin. Jika salah satu dari mereka mati, maka keseimbangan kekuatan yang telah dibentuk akan berubah.


Tapi bagi viscount Lostov, ini adalah angin segar baginya. Posisinya yang terancam kini kembali pulih. Tapi ada masalah lain. Rumor telah berhembus dalam waktu yang singkat. Rumor yang mengatakan kalau dirinya yang merencanakan kematian Baron Lombard.


Sekarang, di ruang studinya, viscount Lostov mengumpulkan orang-orang kepercayaannya serta ahli warisnya, Joan Lostov. Wajahnya terlihat lega, namun di saat yang sama, ada kekhawatiran yang membayanginya.


"Sekarang, satu lawan kita telah tersingkir. Setidaknya kita memiliki ruang untuk bernafas sekarang. Tetapi masalah ini belum selesai. Rumor telah tersebar bahwa akulah yang membunuhnya."


Viscount Lostov berdiri dari tempat duduknya dan beranjak ke jendela. Kekhawatiran tetap tidak hilang dari wajahnya.


"Bukankah tuan bilang bahwa ada seseorang yang melakukan ini untuk tuan? Limpahkan saja semua kesalahan padanya. Kita bisa mengatakan kalau orang yang membunuh Baron Lombard adalah orang yang memiliki dendam padanya."


Semua yang ada di situ setuju. Tidak ada bukti pasti mengenai keterlibatan viscount Lostov dalam kematian Baron Lombard. Jika ada yang mencurigai hal ini, viscount Lostov bisa mencari kambing hitam untuk di salahkan. Terutama orang yang menghampirinya kemarin.


"Itu benar, ayahanda! Kau tidak bersalah! Mari kita buat orang yang membunuhnya tertangkap dan biarkan dia dieksekusi di depan umum!"


Joan Lostov tertawa begitu kencang saat dia mengajukan idenya sendiri kepada ayahnya. Mungkin dia menganggap kalau itu adalah ide yang cerdas.


Yang lain juga tertawa. Sepertinya mereka berpikiran sama dengan Joan. Semuanya berpikir bahwa itu adalah ide yang cerdas, tetapi viscount Lostov tidak berpikir demikian. Mungkin dia bisa melakukan itu ketika mempekerjakan orang lain, namun dia merasa bahwa orang yang menemuinya kemarin ada di level yang berbeda.


"Oya, kalian sangat menikmati momen seperti ini ya? Viscount Lostov, anda tidak melupakan sisa yang harus anda bayarkan, bukan?"

__ADS_1


BRUK!


Salah satu bawahan viscount Lostov terjatuh dengan darah mengalir deras dari lehernya. Tidak ada yang menyadari hal ini. Beberapa ksatria juga terkejut, namun mereka dengan cepat mengacungkan tombak dan pedang mereka kepada orang misterius yang menggunakan jubah hitam itu.


Sayangnya, sekarang dia sudah berdiri di belakang Joan dengan pisau yang tertempel di leher anak itu.


"Tuan viscount, Saya tidak berkepentingan dengan nyawa anak anda. Tetapi jika para ksatria belum meletakan pedang dan tombak mereka, serta anda belum membayarkan sisanya, mungkin nyawa anak ini adalah harga yang tepat untuk itu."


Viscount Lostov merasa kewalahan dengan kehadiran orang itu. Dia tidak bisa sembrono. Pada akhirnya, viscount Lostov memerintahkan para ksatrianya untuk menurunkan senjata mereka dan melemparkan sekantung uang kepada orang itu.


"Oke, ini sudah pas. Seperti yang saya janjikan, Baron Lombard telah tewas karena kecelakaan. Untuk rumor yang tersebar, yah, itu urusan anda. Jadi, bereskan saja sendiri sisanya."


Orang itu pergi ke jendela lain yang langsung meghadap keluar. Lalu meloncat. Para ksatria yang langsung berusaha mengejarnya. Viscount Lostov juga ingin mengawasi dia tetapi orang itu sudah menghilang.


Dalam hati dia berteriak seperti itu, sambil memandangi putra kesayangannya yang terkencing di celana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Selamat datang tuan Jean. Silahkan, ini minumannya."


Jean sampai di markasnya ketika malam telah datang. Syukurlah, bulan purnama membuat kondisi pencahayaan menjadi agak terang. Tetapi kesan yang diberikan tetap mencekam.

__ADS_1


"Terimakasih, Mar. Seperti biasa, air buah yang kau buat sungguh lezat."


Mar adalah anak yang seumuran oleh Jean. Dia menemukan Mar ketika anak itu sedang dipalak oleh beberapa preman pasar. Jean yang kebetulan melihat itu langsung merontokan gigi mereka dan mematahkan tangan mereka.


Penampilan androgini Mar benar-benar membuat bingung Jean tentang jenis kelaminnya. Tetapi itu tidak penting kan? Yang dia butuh dari Mar adalah keterampilannya. Dan yang kemarin membantu Jean dalam melakukan pembunuhan adalah Mar.


"Mar, ambil ini. Aku sudah mengambil 10 koin emas untuk diriku sendiri. Masih tersisa banyak koin emas di sana. Pakai itu untuk membeli kebutuhan anak-anak yang lain. Aku serahkan itu padamu."


Mar mengangguk. Dia mengambil kantung uang itu dan menyimpannya di balik jubah yang dia pakai. Bagi Jean, Mar adalah orang multi talenta. Tetapi kemampuan yang paling Jean butuhkan adalah sandiwara dan kemampuan Mar dalam mengelola keuangan.


"Ah aku lupa, apakah kau sudah menyebarkan rumor yang aku minta di dunia malam?"


"Saya sudah. Begitu tuan Jean memastikan kematian Baron Lombard, saya langsung menyebarkan rumor itu ke pada para wanita yang bekerja di rumah bordil. Dan hari ini, kemungkinan besar banyak yang sudah mendengarkan kabar burung itu."


Jean mengangguk puas. Tetapi Mar ragu. Apakah baik-baik saja untuk melakukan hal seperti itu? Bagaimana jika penyelidikan di lakukan dan terungkap kalau pelakunya adalah Jean?


Rumor yang dimaksudkan adalah viscount Lostov merupakan dalang sesungguhnya di balik kematian Baron Lombard.


"Tidak ada masalah Mar. Viscount Lostov akan melakukan segala cara untuk menutupi keterlibatannya. Selama viscount Lostov melakukan hal itu, kita akan baik-baik saja.


"Kecuali kalau orang itu dengan bodoh mengakui perbuatannya, barulah kita akan terdesak."

__ADS_1


Jean berdiri. Dia mengatakan kepada Mar kalau dirinya harus segera kembali atau paman Hull akan khawatir. Urusan dia dengan Viscount Lostov sudah selesai. Sekarang, Jean tinggal bergerak ke rencana selanjutnya.


__ADS_2