
Bahkan, sebelum bertemu dengan pasukan utama kerajaan Bucharest dan kerajaan Vilnius, tentara kerajaan Dublin yang dipimpin oleh pangeran Hans telah mengalami kerugian yang besar.
Karena penyergapan mendadak yang dilakukan oleh tentara bayaran yang disewa lawan, kerajaan Dublin setidaknya kehilangan satu orang Baron, seorang saudagar, dan 2000 ksatria gabungan lainnya.
Sementara itu, Jean mengeksekusi semua tentara bayaran yang masih tersisa dan tertangkap. Semua prajuritnya memenggal kepala mereka, memberikan rasa teror yang tidak terkira.
Tidak hanya memenggal, Jean juga menancapkan kepala mereka di sebuah kayu dan memajangnya di lokasi. Tubuh tanpa kepala milik mereka dibiarkan begitu saja. Menjadi santapan bagi para hewan buas yang tinggal di dalam hutan.
Jean hanya menyisakan satu orang dari mereka. Dia adalah seorang wanita. Satu-satunya wanita di kelompok tentara bayaran itu. Jean menyelamatkan hidupnya bukan karena dia seorang wanita. Tetapi kemampuan dia dalam mengetahui seluk-beluk kerajaan Bucharest dan hutan ini sangat berguna bagi Jean.
Sebenarnya kalau Jean mau, bisa saja dia membiarkan mereka pergi hidup-hidup. Tapi untuk apa? Kalaupun mereka kembali, mereka tidak akan diterima oleh orang-orang yang membayar mereka.
Mereka akan berubah menjadi bandit yang akan mengganggu rute perdagangan antara wilayah Dublin dan wilayah Bucharest di masa depan. Membunuh mereka semua pada saat ini adalah opsi terbaik yang bisa Jean ambil.
Terlepas dari korban yang berjatuhan, pangeran Hans tetap melanjutkan perjalanan dan membiarkan mayat-mayat prajuritnya tergeletak begitu saja.
Sepanjang perjalanan, pasukan kerajaan Dublin menemukan sebuah desa kecil. Sebagai pelampiasan frustasinya, pangeran Hans memerintahkan para prajuritnya untuk menyerbu desa kecil ini habis-habisan.
__ADS_1
Dan tidak ada penolakan. Tidak peduli bahkan ketika penduduk telah menyerah, pasukan kerajaan Dublin tetap membunuh tiga perempat penduduk desa, menjarah harta mereka, membakar rumah-rumah mereka, dan menumpuk mayat mereka di sebuah lubang besar.
Jean tidak ikut dalam aksi itu. Dia bahkan mengirimkan surat berisi pernyataan bahwa dirinya keberatan atas tindakan yang pangeran lakukan. Hasilnya bisa ditebak. Mana mungkin mereka menerimanya, kan?
Saat prajuritnya bertanya mengapa dia tidak ikut dan melarang semua anak buahnya melakukan hal yang sama, Jean dengan santai menjawab.
"Tidak ada untungnya membunuh mereka."
Dia bisa menjadikan penduduk desa sebagai tenaga pendukung untuk menopang kebutuhan perang. Menyuplai persediaan untuk dirinya dan pasukannya, membangun parimeter pertahanan untuk mencegah serangan musuh, dan lainnya.
Jean menyesal atas kematian mereka. Tapi menyesal sekarang tidak akan membawa kebaikan apapun padanya.
Sementara para bangsawan, pangeran, dan para pedagang sedang asyik berpesta, Jean memerintahkan pasukannya untuk fokus beristirahat setelah makan malam.
"Tidak jauh dari tempat ini, ada tiga desa yang cukup besar. Desa ini menjadi sumber pasokan makanan bagi kerajaan Bucharest. Mereka memiliki area pertanian yang subur. Setiap tahunnya, hasil panen mereka dibawa ke ibukota kerajaan Bucharest yang berjarak satu hari dari sana."
Di dalam tendanya, Jean sedang fokus mendengarkan penjelasan seorang gadis yang dia tunjuk sebagai navigatornya. Di atas mejanya, selembar peta terbuka lebar, dengan titik yang ditandai oleh dirinya.
__ADS_1
"Berarti dengan kata lain, menaklukan ketiga desa ini akan memotong pasokan makanan ke ibukota kerajaan Bucharest sekaligus mengamankan cadangan makanan untuk tentara. Bukan ide yang buruk."
Tetapi Jean menyadari kalau menaklukan ketiga desa ini bukan hal yang mudah. Meskipun dia belum mendapatkan informasi apapun tentang ketiga desa yang dimaksud, Jean yakin kalau kerajaan Bucharest telah menempatkan pasukan mereka di sana mengingat betapa strategisnya tempat tersebut.
"Gambarkan denah ketiga desa itu untukku. Buat denah itu sedetail mungkin di kertas ini. Lakukan sekarang."
Gadis itu hanya mengangguk dan mulai mengerjakan tugas yang diberikan padanya. Sementara itu, Jean menyuruh prajurit yang berjaga di depan tendanya untuk memanggil 10 orang yang dia sebutkan.
Begitu sang gadis selesai menggambar, 10 orang yang dia panggil datang. Jean langsung memberikan denah itu pada mereka dan memberikan instruksi khusus.
"Pergi ke wilayah ini dan menyusuplah ke dalamnya. Gali semua informasi mengenai jumlah pasukan yang ditempatkan di sana beserta posisi mereka. Laporkan informasi yang kalian dapatkan padaku secara berkala. Sekarang, pergilah."
Tanpa mengatakan apapun lagi, mereka patuh dan pergi. Operasi infiltrasi ini harus segera dilaksanakan tanpa penundaan.
"Tuan Jean, ada surat dari pangeran yang ditujukan pada anda."
Penjaga masuk ke tendanya setelah Jean memberikan izin. Dia membaca semuanya dan mengangguk.
__ADS_1
'Panggilan dari pangeran Hans. Aku kira sudah saatnya.'
Jean bangkit dan beranjak pergi meninggalkan tendanya.