Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Tujuan


__ADS_3

Sudah tiga bulan berlalu semenjak Jean mengunjungi markas Serigala Putih dan memberikan berbagai perintah pada Mar dan Nina. Keduanya adalah bawahan yang sangat baik dan bisa diandalkan.


Ini juga sudah tiga bulan sejak Charlotte memulai bisnisnya sendiri. Dia memutuskan untuk membuka butik yang menjual berbagai jenis pakaian. Mulai dari harga yang murah hingga yang super mahal.


Sedikit demi sedikit, Jean sudah mulai memperluas kekuasaannya di dunia bawah. Konflik yang terus berlanjut antara Kuda Hitam dan Beruang Merah membuat situasinya semakin tidak stabil.


Di tengah ketidakstabilan itu, Jean memutuskan untuk bersikap netral. Dia tidak berpihak pada Beruang Merah apalagi pada Kuda Hitam. Sebaliknya, dia memanfaatkan konflik ini untuk memperkaya dirinya dan kelompoknya.


Masih ingat perintah Jean kepada Mar untuk mencari para pedagang yang bangkrut lalu memberikan modal pada mereka?


Dari hasil pencarian yang Mar lakukan, dia menemukan tiga pandai besi yang bangkrut karena ditipu dan diperas habis-habisan oleh salah satu Bangsawan dan pesaingnya. Jean setuju untuk memodali mereka dan kini, ketiga pandai besi itu telah bangkit kembali dan menghasilkan banyak produk.

__ADS_1


Mereka bahkan mendirikan toko dan bengkel di sektor selatan yang menjadi teritorial Serigala Putih. Alhasil, lapangan kerja di wilayah selatan menjadi terbuka lebar dan perlahan, kualitas hidup penduduk di bagian selatan Saint Georgia City membaik.


Perang, dalam skala sekecil apapun, membutuhkan senjata. Tidak terkecuali dalam perang antar kelompok dunia bawah. Lewat tiga pandai besi yang berbeda, Jean memproduksi senjata dan menjualnya kepada kedua kelompok yang sedang berseteru.


Tidak hanya senjata, Jean juga menyuplai makanan dan minuman keras pada mereka. Berkat hal ini, Jean mendapatkan banyak keuntungan. Dia bahkan bisa mengembalikan semua uang yang dia pinjam dari anggotanya bersama dengan bunga yang telah dia janjikan, membuat semua anak buahnya semakin loyal pada Jean.


Jean memang tidak mengambil tindakan frontal dengan menyerang teritorial dua geng yang lain. Itu terlalu merepotkan. Sebaliknya, buat Beruang Merah dan Kuda Hitam bergantung pada dirinya. Suapi mereka hingga perut mereka penuh. Lalu, ketika saatnya tiba, sembelih mereka!


Yang menang jadi abu, yang kalah jadi arang. Mereka yang kalah akan hancur seluruhnya sementara yang menang, mereka akan kelelahan. Banyak anggota mereka yang mati dan kas mereka terkuras. Hingga saat itu tiba, barulah Jean bergerak.


Pengecut? Masa bodoh.

__ADS_1


Selain itu, bisnis dosa seperti pelacuran dan bar, begitu juga rumah judi, menjadi tujuan favorit orang-orang kaya. Well, siapa yang mau bercinta ketika orang-orang di luar sedang saling membunuh, kan?


Atau siapa juga yang ingin berjudi dan bersenang-senang di tengah genangan darah?


Karena itulah teritorial Serigala Putih menjadi tempat primadona bagi orang-orang kaya dan bangsawan yang ingin menghabiskan uang mereka untuk wanita dan foya-foya. Memang agak jauh dari kediaman mereka di bagian Utara. Tapi lebih baik daripada tidak sama sekali, kan?


Tapi terlepas dari apa yang telah dia raih, Jean sama sekali belum puas. Serigala Putih sama sekali bukan tujuan akhirnya.


Serigala Putih hanyalah batu loncatannya. Selanjutnya, dia akan menghancurkan para ksatria, bangsawan, dan setelah itu keluarga kerajaan.


Ya, tujuan Jean adalah kerajaan Dublin ini.

__ADS_1


__ADS_2