Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Pertemuan Antara Utusan dan Anak Terpilih


__ADS_3

Satu hari sebelum Jean dan keluarganya bertamasya ke kota.....


Malam itu, Szymon Krzys sedang duduk dan memilah sesuatu. Itu adalah daftar nama korban selanjutnya yang akan ia jadikan tumbal. sang [Apostle] tidak membual. Sebagai ganti dari bangsawan yang dia tumpahkan, dirinya bertambah kuat. Beberapa hari terakhir, bahkan tingkat kultivasinya hampir menerobos tahap 8 [Earth Realm].


Dengan meminum darah dan memakan daging para korbannya, proses kultivasi Szymon menjadi sangat cepat. Keluarganya sampai terkejut ketika mengetahui fakta bahwa kemajuan Szymon sangat pesat.


"Satu keluarga lagi dan aku akan menerobos ke tahap selanjutnya. Sial! Semua bangsawan tingkat rendah telah habis!"


Szymon tidak bisa tidak mengeluh. Dia sudah menghabisi hampir seluruh bangsawan yang ada di peringkat baron dan beberapa keluarga bangsawan di tingkat Viscount sudah menipis.


Szymon tidak mau menyentuh bangsawan yang lebih tinggi. Hal itu akan memicu masalah yang lebih besar. Kerajaan pasti akan terlibat secara langsung. Mereka akan menggunakan seluruh potensinya untuk mencari dalang di balik kasus ini. Jika itu terjadi, tidak menutup kemungkinan kalau dirinya akan ketahuan.


Saat Szymon sedang tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba saja kamarnya bergetar. Seperti ada gempa yang sedang melanda. Awalnya ia sendiri tidak begitu sadar, namun ketika mendengar lemari dan furnitur miliknya terjatuh, Szymon terbangun dari lamunannya.

__ADS_1


Begitu ia berdiri, badannya linglung. Rasa dingin menusuk tubuhnya. Bulu kuduknya berdiri dan jantung berpacu dengan cepat. Keringat mengalir deras dari dahinya. Dadanya juga terasa sesak. Dia mengenali fenomena ini. Fenomena kemunculan sang [Apostle]!


Sebuah lubang hitam muncul dan sesosok tubuh mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh badannya keluar dari lubang tersebut. Meski wajahnya tidak terlihat, namun jari-jarinya yang hanya terdiri dari kerangka dapat terlihat dengan jelas.


"Kita bertemu lagi, wahai anak dewa yang terpilih. Utusan dewa yang rendah ini memberikan salam padamu."


Meski sang [Apostle] mengatakan hal tersebut dengan yang santai dan tenang, namun perasaan Szymon berbeda. Tubuhnya tidak bergetar. Bahkan nafasnya semakin sesak keringatnya mengalir semakin deras.


"S-salam, wa-wahai utusan. A-apa yang membuat a-anda d-datang kemari?"


"Tolong jangan takut, wahai anak yang terpilih. Aku tidak datang untuk menghukum mu. Sebaliknya, semua yang kau lakukan sangat patut untuk diapresiasi. Aku akan memberikan hadiah tambahan untukmu."


Jari telunjuknya menyentuh dahi Szymon. Rasa sakit seperti ditusuk puluhan pedang menyerang seluruh tubuhnya. Szymon tidak repot-repot untuk menahan teriakannya. Namun rasa sakit itu setimpal. Setelah rasa sakitnya hilang, ia merasakan energi yang meledak-ledak dalam dirinya.

__ADS_1


"Bagus, kau bertambah kuat. Di antara anak-anak terpilih lainnya, kau adalah yang paling cepat berkembang. Seperti yang kami duga, para dewa dan Dewi di atas tidak salah dalam memilihmu."


Nafas Szymon tersengal. Akhirnya tingkat kultivasinya naik ke tahap sembilan [Earth Realm]! Usahanya tidak sia-sia.


Sebenarnya, meminum darah ataupun memakan daging para bangsawan tidak ada hubungannya dengan meningkatkan kultivasi. Namun sang [Apostle] menanamkan semacam [seed] atau bibit yang dapat merangsang tingkat kultivasi jika Szymon meminum darah dan memakan daging para bangsawan.


"Wahai anak terpilih, aku memiliki tugas baru untukmu. Kalau kau berhasil, tingkat kultivasimu akan meningkat dengan pesat dan kau akan mendapatkan kekuatan yang tidak pernah terpikirkan olehmu sebelumnya."


Antusiasme Szymon meningkat pesat ketika mendengar hadiah apa yang akan dia terima jika misinya berhasil.


Sekali lagi, Sang utusan meletakan telunjuknya di dahi Szymon. Begitu Szymon menerima informasi mengenai misinya, matanya terbelalak. Ini adalah sesuatu yang gila. Dia harus bekerjasama dengan salah satu kelompok yang paling dimusuhi oleh seluruh kerajaan Warsawa. Tapi ia tidak perlu khawatir. Harganya setimpal dengan hadiah yang ia dapatkan.


"Baiklah, aku akan menjalani misi ini dengan sempurna. Terimakasih atas arahannya, sang utusan."

__ADS_1


[Apostle] mengangguk. Dia terlihat puas. Dirinya tidak sabar untuk melihat hari esok.


__ADS_2