Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
A Tragedy Before The Battle


__ADS_3

Seperti yang direncanakan sebelumnya, Duke Cetner mengisi ulang suplai perbekalannya di kota yang mereka targetkan. Selain itu, dia juga memutuskan untuk bermalam di sana, bersama dengan pasukannya.


Tentu saja, Kota ini tidak mampu menampung 300.000 orang sekaligus. Akhirnya diputuskan ksatria elit, bangsawan, dan para elit bermalam di dalam kota. Sementara sisanya membangun perkemahan di luar kota.


Bukannya tidak terjadi masalah sama sekali. Sebaliknya, kekacauan terjadi entah itu di dalam maupun luar kota. Seluruh tentara yang diizinkan untuk bermalam di dalam kota memaksa semua penduduk yang masih tersisa untuk keluar dari rumah mereka, mengusir dan menelantarkan para penduduk di jalanan.


Sementara para prajurit yang berkemah di luar kota menjarah desa-desa yang ada di sekitarnya karena kekurangan suplai yang akut. perbekalan yang dibawa oleh duke Cetner sekaligus yang diambil dari kota jelas tidak dapat memenuhi kebutuhan seluruh pasukan. Hal itulah yang membuat penjarahan terjadi dengan parah.


Para prajurit juga menjadikan para wanita yang tersisa sebagai budak pemuas nafsu mereka. Tapi tidak ada yang peduli. Duke Cetner tidak memiliki waktu untuk mengurus hal itu. Lagipula rakyat jelata tidak begitu bernilai.


Sementara kekacauan terjadi di luar, duke Cetner kini sedang berdiri di mansion milik bangsawan penguasa kota. Ditemani oleh para punggawanya, mereka sedang mengadakan rapat strategi untuk mengeksekusi langkah selanjutnya. Sebuah peta besar tergeletak di atas meja.


"Besok pagi, begitu matahari terbit, kita akan segera melanjutkan perjalanan. Kita tidak memiliki banyak waktu. Berdasarkan informasi yang aku dapat, keluarga kerajaan dan Ankwicz berhasil meredam serangan awal. Itu artinya kita tidak punya banyak waktu. Kita tidak boleh memberikan kesempatan pada mereka untuk memobilisasi pasukan.


"Karenanya, aku berniat memangkas waktu perjalanan. Setidaknya, besok lusa kita sudah harus mencapai tembok ibukota dan memulai pengepungan. Count Krzys, untuk detailnya aku serahkan padamu."


Count Krzys segera meletakkan tiga pin kayu di atas peta dan mulai menjelaskan lebih detail.


"Kita akan membagi pasukan ke dalam tiga bagian. Yang pertama aku, count Krzys, akan membawa serta 100.000 pasukan bersamaku. Lalu yang kedua adalah viscount Bogdan yang akan bertanggung jawab atas 50.000 pasukan. Lalu yang terakhir viscount Casimir akan membawahi 50.000 pasukan pula. Sementara 100.000 sisanya akan berada di bawah komando duke Cetner langsung yang berperan sebagai Supreme Commander."


Count Krzys mengambil nafas lalu melanjutkan.


"Kita akan melakukan pengepungan dari tiga arah. Viscount Bogdan dan viscount Casimir, masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas sisi utara dan Selatan benteng kota. Tugas kalian adalah menghancurkan pasukan bertahan yang berposisi di luar tembok sembari mengeksploitasi titik lemah pertahanan dan segera melakukan penghancuran.

__ADS_1


"Sementara aku akan menyerang bagian depan tembok kota. Dan yang mulia duke Cetner akan menjadi bagian penuntut bersama dengan pasukan yang beliau bawa. Aku harap kalian memahami peran kalian masing-masing dan tidak mengecewakan yang mulia."


Viscount Bogdan dan viscount Casimir meletakkan tinju mereka di dada mereka dan berkata dengan serentak.


"Kami paham dan bersumpah tidak akan mengecewakan anda, yang mulia!"


Duke Cetner mengangguk. Dia baru saja ingin membuka mulutnya ketika ia dan yang lainnya mendengar jeritan prajuritnya. Tak lama berselang, jeritan prajuritnya semakin bertambah. Dengan sigap, dua pengawal duke Cetner segera membuka pintu dan berniat keluar untuk melihat situasinya.


Namun siapa sangka, begitu pintu terbuka, penguasa kota telah berada di depan mereka. Dengan cepat, penguasa kota mencengkeram leher mereka dan mematahkannya, membuat kedua pengawal tersebut tewas seketika. Melihat hal tersebut, semua yang hadir dalam rapat terkejut. Mereka tidak menyangka kalau penguasa kota yang bertubuh kurus ternyata memiliki kekuatan sekuat itu.


"Apa-apaan ini semu...."


Salah seorang bangsawan yang hadir berusaha mempertanyakan tindakan penguasa kota. Namun sebelum kalimatnya selesai, Kepalanya terpisah dari tubuhnya. Dengan gerakan yang sangat cepat, penguasa kota menebas bangsawan tersebut dan kini telah berdiri di hadapan count Krzys.


Tetapi tindakan penguasa kota itu telah memberi waktu untuk duke Cetner. menggunakan mana untuk memakai teknik [Body Enchancement], Duke Cetner memperkuat tubuhnya dan meninju perut penguasa kota yang perhatiannya tertuju pada count Krzys.


Tinju tersebut cukup untuk membuat tubuh penguasa kota terpental dan menembus dinding Mansion hingga tubuhnya terlempar keluar. Tidak menghabiskan banyak waktunya, duke Cetner pergi keluar mansion untuk memastikan kondisi pasukannya.


Betapa terkejutnya ia ketika mendapati tentaranya sedang diserang oleh penduduk kota. Dia bisa melihat banyak penduduk kota yang telah terluka parah karena tebasan, anak panah, maupun tusukan tombak di tubuh mereka, dengan gila dan gigih melawan pasukan miliknya yang memiliki pelatihan yang cukup.


Dengan pisau, pedang, kayu, bahkan peralatan rumah tangga, mereka terus menerjang pasukannya tanpa ampun. Membunuh sebanyak yang mereka bisa. Penduduk baru benar-benar berhenti menyerang ketika kepala mereka terpisah. Itupun butuh 20 orang untuk menaklukkan satu di antara mereka.


Masalah tidak hanya datang di dalam kota. Bahkan yang terjadi di luar kota jauh lebih parah. Mereka tidak seterlatih pasukan yang ada di dalam kota, membuat situasinya menjadi lebih kacau.

__ADS_1


duke Cetner berniat turun tangan untuk meredakan situasi, tapi mengurungkan niatnya saat melihat kilatan pedang di ujung matanya. Dengan lincah, dia membawa tubuh besarnya untuk menghindari serangan tersebut. Sayang, pundaknya terkena serangan tersebut sehingga menimbulkan luka yang cukup dalam.


"Untuk tubuh sebesar itu, kecepatan yang kau miliki menakjubkan. Seperti yang diharapkan dari kultivasi [Sky realm] tahap empat, kemampuanmu cukup menakjubkan."


Amarah bergejolak di dalam tubuh duke Cetner. selain karena ejekan penguasa kota, luka yang berada dipundaknya tidak bisa ia sembuhkan dengan mana miliknya.


Penguasa kota kembali melancarkan serangannya. Dengan kecepatan seperti itu, ia jelas berniat mengakhiri duke Cetner dalam sekali serangan. Namun upayanya digagalkan oleh count Krzys yang berdiri di depan duke Cetner sembari menahan tebasan penguasa kota.


"[Sword Enchancement, cross slash]!"


Dengan kecepatan yang sulit diikuti oleh mata telanjang, tebasan yang dilakukan oleh count Krzys dapat memberikan luka yang cukup parah di tubuh kurus penguasa kota. Dengan sigap ia mengambil jarak. Count Krzys bersiap kembali menyerang penguasa kota. Tetapi di luar dugaannya, penguasa kota mengarahkan ujung pedangnya ke tenggorokannya sendiri.


"Good game duke Cetner, count Krzys. Aku harap kalian menyukai hadiah dariku. Sampai bertemu lagi."


CRASSSHHH!!


Penguasa kota tersenyum dan menusuk lehernya sendiri. Tidak perlu waktu lama, ia mati begitu saja.


Duke Cetner yang terluka cukup parah sedang berusaha menghentikan darah yang keluar. Dengan nafas yang kasar dan tubuh yang mulai melemah, mulutnya mengucapkan sesuatu.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Dengan begitu, ia kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


__ADS_2