
Moral para pemberontak turun. Mereka kehilangan 200 nyawa pada malam itu. Jumlah yang cukup besar mengingat mereka hanya berhasil mengalahkan 20 orang dari pihak penyergap. Pengejaran dilakukan. Namun nihil, mereka tidak bisa menemukan apapun.
Mendengar kabar kalau pasukannya diserang secara mendadak, Count Feldberg tidak mampu menyembunyikan kemurkaannya. Ia bahkan memukuli sang pembawa kabar hingga babak belur.
"Sial! Sial! Sial! Bajingan itu berani melakukan hal seperti itu padaku! Tidak bisa dibiarkan, TIDAK BISA DIBIARKAN!"
Sambil mengumpat, dia terus memukuli dan mendandatangani pembawa kabar. Untunglah, kedua orang bertopeng serigala masuk ke tendanya dan menahan Count Feldberg agar ia menghentikan perbuatan konyolnya.
"Sudah cukup, Count Feldberg. Memukuli orang ini tidak akan menyelesaikan apapun. Jangan biarkan amarah menguasai diri anda. Tolong tenanglah."
Count Feldberg tercengang dengan orang yang mencengkeram tangannya. Sangat kuat. Sampai-sampai ia tidak bisa menggerakan tangannya sendiri. Akhirnya dia menyerah. Dia membiarkan sang pembawa utusan yang telah pingsan dibawa pergi oleh ksatria yang berjaga di depan tendanya.
"Moral pasukan anda sedang turun, Count Feldberg. Alih-alih melakukan hal yang percuma, anda perlu menaikan moral mereka kembali."
"Lalu apa yang harus kita lakukan, Hah!? Apa jangan-jangan kalian tidak memiliki pikiran sama sekali!? Dasar bodoh!"
Orang bertopeng serigala berwarna hitam itu menggeleng. Dia telah memiliki rencananya sendiri.
__ADS_1
"Serahkan pada saya, Count Feldberg. Hari ini juga, moral pasukan anda akan naik jika count mengizinkan saya untuk melakukan dengan cara saya sendiri."
Count Feldberg mendecakan lidahnya. Dia butuh hasil instan. Karenanya, dia memberikan kebebasan pada keduanya untuk melakukan yang mereka mau.
Count Feldberg mengusir keduanya. Dia ingin segera melihat hasilnya. Membiarkan mereka berlama-lama di sini hanya akan menghabiskan waktu santainya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Ternyata bajingan Feldberg yang merongrong kekuasaan ku. Si bangsat itu! Aku pasti akan menghancurkannya berkeping-keping begitu aku berhasil menangkapnya!"
Dia memang beberapa kali mengendus niat buruk dari count Feldberg. Namun tidak ada bukti yang jelas mengenai tindak-tanduknya. Ia juga tidak bisa menghukum Count Feldberg seenaknya. Kalau ia melakukan itu, bawahannya yang loyal justru akan paranoid dan berusaha untuk melawannya dengan berbagai cara.
Ini membuat tekanan yang ia dapatkan berlipat. Baru saja sebelum kabar ini tiba, salah satu bawahannya telah mengabarkan kalau 100 ksatria yang telah ia kirim untuk memperlambat pergerakan count Feldberg tidak kembali.
"Yang mulia, ini mungkin bukan saat yang tepat. Tapi mulai dari sekarang, anda harus lebih berhati-hati. Saya tidak meragukan kemampuan dari 100 Ksatria terbaik yang anda kirim. Karenanya, saya yakin pasti pihak pemberontak memiliki seseorang yang luar biasa untuk bisa membuat mereka semua tidak kembali."
Duke Eisen setuju dengan Goln. Dia tidak bisa gegabah. Keamanannya semakin terganggu dan tidak ada jaminan kalau dia tidak akan diserang.
__ADS_1
Duke Eisen semakin paranoid. Akal sehatnya sedikit demi sedikit mulai terkikis. Dia tidak bisa lagi berpikir jernih. Alhasil, dia menelan semua masukan dari Goln secara mentah-mentah tanpa memikirkannya terlebih dahulu.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini, tuan Goln?"
Duke Eisen bertanya dengan nada lemah. Dia belum menyerah. Tapi dia mentok. Dia tidak lagi memiliki ide untuk menghadapi semua ini. Untunglah, ia memiliki Goln.
"Rencana kita tidak akan berubah, Yang mulia. Saya yakin rencana mereka juga tidak akan berubah. Entah apapun yang terjadi, Count Feldberg dan bala tentaranya akan sampai di luar gerbang Nebelhorn City esok hari. Mari kita tempatkan pasukan bertahan di atas benteng. Kita juga akan meletakan para pemanah dan catapult kecil di atas menara.
"Untuk mengisi kekurangan, anda harus menjadikan penduduk anda sebagai milisi untuk membendung serangan musuh. Mereka mungkin tidak terlatih sama sekali. Juga tidak berpengalaman. Namun setidaknya, mereka bisa digunakan untuk mengulur waktu."
Mata Duke Eisen berbinar. Seperti yang ia pikirkan, Goln sangat bisa diandalkan. Memalukan sekali karena dia baru menjadi bawahannya sekarang.
"Kalau begitu, mari lakukan sekarang. Aku akan mengadakan dewan perang dengan kapten Ksatria dan anak buahku yang lainnya. Maukah kau ikut, tuan Goln?"
Goln mengangguk sembari tersenyum tipis.
"Dengan senang hati, yang mulia."
__ADS_1