Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Krakov Under Attack (2)


__ADS_3

Melihat puluhan kepala yang melayang dalam sekejap, Jeanne dan Svetlana tanpa ragu langsung masuk ke dalam mode bertarung mereka. Keduanya tidak membawa senjata, tetapi itu bukan masalah. Jeanne memanifestasikan sebuah pedang dari api dan Svetlana membentuk pedang dari elemen utamanya, cahaya.


Layaknya seorang ksatria, Jeanne dengan sigap mengevakuasi penduduk yang tidak seharusnya terlibat dalam pertarungan ini. Sementara itu, Svetlana berusaha melindungi Jeanne.


"Mereka..... [Cult Of Savior]! Apa yang sebenarnya mereka lakukan!?"


Svetlana menciptakan puluhan tombak petir di langit dan menghujamkannya pada musuh-musuhnya. Mereka berusaha menggunakan barrier. Namun barrier mereka bukan tandingan tombak cahaya milik Svetlana. Dalam sekejap, tubuh mereka hancur.


Meski begitu, jumlah mereka tidak berkurang signifikan. Di bagian lain kota Krakov, asap sudah membumbung tinggi. Jerit dan tangis sudah terdengar dari sana. Itu artinya serangan [Cult Of Savior] sudah menyebar ke seluruh titik di ibukota.


Jeanne yang sudah selesai menyelamatkan penduduk bergabung dengan Svetlana. Tubuhnya terbalut dengan armor api yang menyala-nyala. Tangannya menggenggam pedang yang termanifestasi dari api.


"Mama! Semua penduduk telah dievakuasi! Kita bisa bertarung dengan mereka semua tanpa khawatir!"

__ADS_1


Svetlana mengangguk. Dia dan Jeanne langsung melesat ke arah gerombolan kultus keselamatan dan menebas mereka dengan pedangnya.


Meskipun kalah jumlah, keduanya jauh lebih superior. Musuh mereka berjumlah 20 orang. Tetapi Jeanne dan Svetlana dapat menghabisi mereka dengan mudah.


"Mereka lemah. Seperti yang aku pikirkan, mereka tidak lebih dari ikan kecil. Jeanne, kita akan pergi ke pusat kota sekarang. Aku yakin ordo Ksatria gereja dan ordo Ksatria kerajaan sedang melawan mereka."


Daerah ini tidak akan dijamah oleh ordo ksatria. Itu karena kerusakan yang terjadi di pusat kota terlihat lebih parah. Di sana lebih banyak orang yang mati.


Benar saja, begitu mereka sampai di pusat kota, kehancuran yang dialami jauh lebih parah dari yang keduanya bayangkan. Banyak bangunan yang sudah roboh. Jeanne bahkan melihat beberapa tangan kecil menyembul dari reruntuhan. Mereka sudah tewas tertimpa puing-puing.


Jalanan hancur dan banyak rumah yang terbakar. Mayat anggota ordo ksatria dan [Cult Of Savior] tersebar di mana-mana. Ada yang tanpa kepala. Ada juga yang beberapa anggota tubuh lainnya hilang.


Jeanne sempat gemetar tetapi dia tidak bisa terditsraksi di sini! Dia harus kuat! Dia harus tabah! Dan yang lebih penting lagi, ia harus menang!

__ADS_1


Itu karena [Cult Of Savior] benar-benar kelompok biadab dan bar-bar. Mereka membunuh siapapun yang mereka temui tanpa belas kasih. Alih-alih membebaskan umat manusia dari 'cengkeraman dan dominasi dari para dewa' seperti yang mereka klaim, yang mereka lakukan hanyalah melepaskan jiwa-jiwa yang malang tanpa alasan yang jelas.


Sepuluh orang mengenakan baju tertutup berwarna ungu menghampiri Jeanne dan Svetlana. Mereka adalah musuh. Keduanya dengan cepat menjauh dari mereka dan melancarkan serangan sihir.


Lima diantara mereka tewas dengan tubuh gosong. Tapi kelima sisanya terlihat cukup kuat. Mereka juga membalas Jeanne dan Svetlana dengan sihir milik mereka.


Sayang, 'cukup kuat' sama sekali bukan predikat yang bisa diandalkan ketika berhadapan dengan ibu dan anak ini. Svetlana mengunci kaki tiga dari mereka dengan lingkaran sihir dan membiarkan mereka dihujam oleh tiga tombak cahaya besar.


Jeanne tidak ketinggalan. Saat dua musuh yang tersisa berlari menghampirinya, ia mengubah tanah yang akan mereka pijak menjadi lava yang amat panas. Tanpa sempat menghindar, dua musuhnya tenggelam sambil berteriak kesakitan. Dalam sekejap, kulit dan tulang mereka meleleh.


Jeanne dan Svetlana kembali berlari. Setiap kali mereka menemukan anggota kultus, mereka akan membunuhnya tanpa ragu. Tujuan mereka adalah bergabung dengan ordo ksatria dan melakukan satu serangan yang menentukan.


Lebih dari 20 anggota kultus tewas di tangan Svetlana dan Jeanne. Tapi pertarungan masih belum selesai. Klimaksnya akan segera tiba.

__ADS_1


__ADS_2