
Putri kedua count Lesko, alias anak terakhir dari keluarga Lesko, dialah yang akan menerima pengajaran Jean. Menjadi anak terakhir membuat dirinya menjadi keras kepala dan manja karena orang tuanya tidak pernah tidak memberikan apa yang ia minta.
Count Lesko sadar bahwa dia tidak bisa memanjakan putrinya terus menerus. Tetapi sebagai seorang ayah, dia juga tidak bisa menekan sifatnya yang memanjakan putrinya. Mencari pembimbing yang tepat adalah cara paling mudah untuk membuat putrinya berubah.
Sebenarnya, itu adalah sesuatu yang dikatakan tidak bertanggung jawab. Terlepas dari sadar atau tidak sadar count Lesko atas tindakannya. Tugas seorang ayah adalah membimbing dan mendidik anak-anaknya terlepas dari betapa sulitnya hal itu.
Apa yang count Lesko lakukan hanyalah menyerahkan tanggung jawab tersebut ke seseorang yang tidak memiliki kewajiban itu sama sekali. Pada akhirnya, jika sang pendidik gagal, Count Lesko hanya akan membebankan tanggung jawab itu kepada sang pendidikan. Bukan dirinya atau keluarganya.
Satu-satunya hal yang bisa dihormati dari count Lesko adalah mencari guru terbaik untuk putrinya. Tetapi hanya itu.
'Jadi inikah, dompet baruku?'
Jean bergumam dalam hati ketika ia mengikuti seorang pelayan dari belakang. Ini berbeda dari pelayan tua kemarin. Dia adalah wanita paruh baya yang kelihatannya senior di mansion count Lesko.
Seperti yang diperintahkan oleh count Lesko, Jean sampai ke arena tempat bangsawan tinggal tepat ketika matahari terbit. Salah seorang ksatria berbaik hati mengantarnya ke mansion count Lesko. Di sana, seorang pelayan menunggunya dan kini, dia membawa Jean ke tempat putri Count Lesko belajar.
"Tunggulah di sini selagi nona muda bersiap-siap. Kami akan memberikan anda makan sebelum kegiatan dimulai. Kami harap, anda bisa rileks."
__ADS_1
Sang pelayan pergi dan pintu ditutup.
Tempat belajar ini ada sebuah ruangan berukuran 3×3 meter dengan sebuah jendela yang membiarkan cahaya matahari masuk ke dalamnya. Cukup aneh untuk sebuah tempat belajar. Tidak ada apa-apa di sini selain sebuah bangku, meja, dan papan kayu dengan kapur.
"Aku tidak menyangka putri seorang count akan belajar di tempat seperti ini. Ah, bukan itu masalahnya. Ini hanya penghinaan yang diberikan oleh count Lesko kepadaku."
Jean tertawa kecil. Ia tidak berprasangka. Itu adalah fakta. Count Lesko pada nyatanya tidak berbeda dari kebanyakan bangsawan. Hanya karena lahir dari keluarga yang terhormat, dia tidak akan ragu untuk merendahkan orang lain.
Jean menunggu dan terus menunggu. Tapi ia tidak mendapati seseorang masuk ke ruangan ini bahkan ketika sore telah tiba. Ia baru mendapatkan kabar ketika matahari hampir terbenam.
"Nona muda tidak ingin belajar. Kau boleh pergi dari sini."
Jean hanya menggeleng. Rasanya seperti dipermainkan. Tapi kalau putri manja itu tidak ingin belajar, mau bagaimana lagi kan? Pada dasarnya murid yang membutuhkan guru, bukan sebaliknya. Jean tidak peduli dengan sisanya.
Sang pelayan memberitahunya bahwa dia bisa datang lagi besok. Jean hanya mengangguk dan mengucapkan terimakasih lalu pergi dari mansion count Lesko.
***
__ADS_1
Svetlana dan Jeanne sedang berada di rumah mereka ketika tubuh keduanya bergetar tanpa alasan yang jelas. Saat itu, mereka sedang berada di dapur untuk mempersiapkan makan malam. Setelah merasakan getaran tersebut, keduanya saling bertatapan satu sama lain.
"Mama, getaran apa itu tadi?"
Svetlana menggeleng. Dia juga penasaran dengan apa yang terjadi kepadanya barusan. Tiba-tiba saja ia merasakan pertanda. Entah apa maksudnya. Yang jelas, Svetlana bisa memahami bahwa sesuatu pasti akan terjadi.
Tiba-tiba pikirannya melayang pada anak lelakinya, Jean. Entah apa yang sedang dia lakukan sekarang dan dimana dirinya. Di dalam hatinya, Svetlana dan Jeanne masih berharap bahwa Jean akan datang dan menyelamatkan mereka.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Catatan Author;
halo pembaca sekalian. selamat datang kembali di novel ini. pertama, saya mohon maaf karena akhir-akhir ini jarang update. salah satu alasannya karena ide saya cukup stuck dan sulit untuk mencari ide.
kedua, saya ingin mengatakan bahwa akan ada cukup banyak revisi mengenai konsep cerita di chapter-chapter selanjutnya. mulai dari hukum dan logika yang berlaku di cerita ini hingga latar belakang Jean. sedikit spoiler, Jean telah hidup sangat lama. usianya miliaran tahun.
semoga para pembaca setia tetap senang dengan jalan ceritanya. selamat membaca dan selamat menikmati.
__ADS_1
Best regard
Mawangsyah