
Pada akhirnya, kapten Beard berhasil dibunuh dan tubuhnya di buang ke laut, tanpa sedikitpun penghormatan. para bajak laut berniat membiarkan tubuh tuanya menjadi makanan ikan begitu saja. Ini adalah konsekuensi bagi siapapun yang berani melawan mereka.
Anak buah kapten Beard, entah yang sudah menyerah maupun yang masih berniat melakukan perlawanan, dieksekusi. Sama seperti kapten Beard, tubuh mereka dibuang ke laut. Dibiarkan begitu saja menjadi makanan ikan.
Sebenarnya, bisa saja kapten Beard memukul mundur para bajak laut ini. Toh, ini bukan pertama kalinya ia menghadapi orang-orang seperti mereka. Namun, berkat para penyusup yang meracuni makanan para awak kapal dan penumpang lainnya, kapten Beard tidak bisa mengerahkan semua yang ia miliki dengan maksimal.
Sangat disayangkan, tetapi itu adalah akhir baginya.
Sementara itu, para penumpang yang telah menjadi sandera dikumpulkan dalam sebuah ruangan yang cukup besar di dalam kapal. Meski cukup besar, ruangan tersebut jelas-jelas tidak mampu menampung banyaknya sandera, membuat mereka terengah-engah karena kesulitan bernafas.
Tidak semua penumpang dibiarkan hidup-hidup. Para bajak laut melakukan penyortiran. lelaki dan wanita yang masih muda serta produktif dipisahkan dengan laki-laki dan wanita yang telah tua. Yang tua dan tidak lagi produktif lalu dibunuh dan dibuang ke laut.
Kelompok bajak laut tertawa saat mereka melakukan hal tersebut. Tidak hanya membunuhi yang sudah tua, mereka juga memerk*s* para wanita untuk melampiaskan birahi mereka. Bahkan di depan suami dan keluarganya yang lain. Alhasil, kapal yang mereka bajak menjadi tempat pemerk*s*an massal.
Berdasarkan rencana yang telah disepakati, para sandera yang masih hidup akan dijual sebagai budak. Mengingat tubuh mereka yang sehat dan kuat, kelompok bajak laut bisa mendapatkan harga yang bagus.
"Bos, kami telah melakukan semua yang kau perintahkan."
__ADS_1
Pria yang menjadi pemimpin dari para penyusup di kapal berlutut dihadapan pemimpin bajak laut. Anak buahnya yang lain mengikuti tindakannya. Mereka telah mengerjakan misi yang sulit. Menyusup ke kapal ini bukanlah hal yang mudah. Di tambah lagi menuangkan racun ke dalam makanan untuk penumpang dan awak kapal.
Sudah saatnya bagi mereka untuk mengambil hadiah yang telah dijanjikan oleh bos mereka. Tentu, sang pemimpin menyadari hal ini.
"Kerja bagus. Ambil hadiah kalian dan nikmati sepuasnya. Ah, pastikan untuk tetap dalam moderasi, ya."
Pemimpin mereka memberikan dua kantung berisi koin emas yang banyak dan tiga orang wanita muda. Mata mereka langsung dipenuhi nafsu begitu melihat ketiga wanita yang tidak berdaya tersebut. Mereka juga sama sekali tidak peduli kalau ketiganya menangis. Toh, ini adalah saatnya untuk melampiaskan birahi mereka!
"Orang-orang bodoh itu....yah, biarkan saja. Lagipula mereka sudah bekerja keras. Ngomong-ngomong, mereka terlalu keras. Oi, suruh mereka agar tidak melakukannya di depan pintu!"
Pemimpin bajak laut terganggu dengan ulah anak buahnya sendiri. Bagaimana tidak, ada sekelompok orang gila yang melakukan hal semacam 'itu' di depan pintu ruangannya!
Sang pemimpin menghela nafas. Namanya adalah Christov. Lebih dari 30 tahun dia berkarir sebagai perompak, membajak dari satu kapal ke kapal lainnya, menjarah rumah-rumah nelayan dipinggir pantai, dan merampas harta mereka.
Dan dalam 30 tahun ini, baru pertama kalinya inilah ia mendapati perlawanan yang sangat kuat dari target yang ia incar. Memalukan memang. Dia bahkan kehilangan beberapa petarung terbaiknya. Mencari orang yang tepat untuk menggantikan posisi mereka adalah sesuatu yang sulit.
"Sial! Carikan aku seseorang untuk melampiaskan kekesalan ku! Bawa dia kehadapan diriku sekarang juga!"
__ADS_1
Salah satu anak buahnya yang terus bersama Christov sedari tadi langsung bergegas melaksanakan perintahnya dengan rasa takut. Well, dia tidak mau kepalanya dipenggal begitu saja.
Christov dengan telaten menunggu mangsanya. Tidak lama kemudian, anak buahnya masuk sambil menyeret seorang pemuda yang terlihat sangat pucat. Pakaiannya telah lusuh dan sobek dimana-mana. Rambut hitamnya berantakan dan wajahnya tertutupi oleh debu nan kusam.
Christov yang melihat keadaan pemuda itu langsung meninju anak buahnya dengan keras sampai terpental. Ekspresi murka dengan jelas terbaca dari wajahnya yang gelap.
"Bajingan! Apa yang kau pikirkan hah!? Berani sekali kau memberikan makanan yang tak lagi segar!!"
Tidak, tidak. Christov marah bukan karena kasihan dengan nasib pemuda ini. Hanya saja, dia tidak bisa melampiaskan amarahnya dari seseorang yang tidak lagi punya harapan hidup. Dia tidak bisa menikmati teriakan dan tangis kesakitan mereka.
Tapi Christov merevisi pendapatnya sendiri. Itu terjadi ketika ia sedang berlutut untuk memeriksa kondisi pemuda itu. Begitu ia mengangkat dagu sang pemuda, wajahnya diludahi begitu saja.
Amarahnya langsung memuncak. Christov sama sekali tidak ragu untuk menendang wajah pemuda malang tersebut. Tendangan yang ia berikan sangat kencang. Cukup untuk membuat sang pemuda terpental dan menabrak dinding kapal hingga hancur!
"Bagus... Bagus.... Bagus sekali!! Cepat gantung kedua tangan bajingan ini!! Ambilkan 'peralatan' milikku dan bawa kesini!! Aku akan beritahu konsekuensi dari orang yang berani melawan diriku!!"
Suara Christov menggelegar. Dengan sigap, semua anak buahnya langsung bergerak. Tiga orang berusaha menggantung kedua tangan sang pemuda dan dua orang lainnya mengambil 'peralatan'milik Christov.
__ADS_1
Christov ingin sekali menikmati jerit dan tangis rasa sakit dari orang yang menghina dan melawan dirinya! Dia akan mengiris kulitnya, melucuti dagingnya sedikit demi sedikit, dan menjadikan ia sebagai makanan para hiu di dasar lautan!!
Namun tanpa siapapun sadari, pemuda itu justru sedang tersenyum.