
Malam setelah Jean menikmati waktu kencannya bersama Selena dan Charlotte, dia mengumpulkan dua tangannya di Serigala Putih. Nina dan Mar. Keduanya berdiri di hadapan Jean yang sedang duduk sambil memainkan pion di tangan kanannya.
"Seperti yang kalian tahu. Fase pertama dan fase kedua dari operasi yang kita jalankan sudah berhasil. Kalian tahu apa artinya kan?"
Nina dan Mar mengangguk.
"Kita akan melangkah ke fase selanjutnya. Saya sudah menyiapkan semuanya untuk tuan. Haruskah kita menjalankannya segera."
Jean menggeleng. Dia meletakan pionnya di meja dan menyenderkan tubuhnya.
"Tenang saja, tidak perlu terburu-buru. Aku akan memberikan hidangan pembuka dengan kualitas terbaik pada para bangsawan dan saudagar kaya itu."
"Hidangan pembuka? Eh, tunggu, apa yang anda ingin lakukan!?"
"Hahaha. Jangan terlalu dipikirkan. Percayalah. Hidangan pembuka ini penting. Besok, mari kita lihat apa yang terjadi dengan mereka dan bagaimana cara mereka merespon."
Mar dan Nina merasakan hawa dingin menjalar di punggung mereka ketika melihat Jean menyeringai. Meskipun mereka sudah berkali-kali melihat itu, keduanya tetap tidak terbiasa.
Jean berdiri dari duduknya dan meregangkan tubuhnya. Matanya yang hitam kini bersinar kemerahan. Senyumnya yang penuh makna diarahkan entah kepada siapa.
"Sekarang....hadirin sekalian. Pertunjukan akan segera dimulai. Aku harap, kalian menikmatinya sambil perlahan-lahan terjatuh ke dalam jurang kehancuran."
Bahkan Mar dan Nina tidak bisa menebak apa yang sedang ada dalam pikiran bos mereka.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Huuuaahhhhh.... ngantuknya....Hei, gantian! Kalian sama sekali tidak berjaga daritadi kan? Gantikan aku! Aku sangat mengantuk."
Ada 20 ksatria yang dikerahkan untuk menjaga area yang menjadi tempat tinggal para aristokrat.
Mereka ditempatkan di satu titik yang menjadi pintu masuk. Perlu diketahui, tidak seperti sektor lain, sektor Utara ibukota dihiasi oleh gerbang yang indah dan tebal. Dijaga oleh 20 ksatria terlatih.
"Baiklah-baiklah. Sana istirahat. Kami akan menggantikan kau."
Ksatria yang baru saja berjaga itu berjalan tertatih menuju markas terdekatnya. Ada lima orang yang menggantikannya. Lima-limanya baru saja selesai minum-minum dan menodai seorang wanita yang kini berbaring tidak bernyawa di markas. Pakaiannya sobek. Perutnya di tikam oleh pedang yang panjang.
Dia adalah gadis malang yang ditangkap secara acak oleh para ksatria dengan tuduhan terlibat dalam teror yang menimpa para bangsawan.
"Malam ini terasa lebih dingin kan? Dan entah kenapa....rasanya lebih sunyi daripada yang biasanya."
Salah satu dari mereka menyeletuk. Mungkin tidak terbiasa dengan suasana seperti ini. Keempat rekannya juga setuju. Rasa sunyi yang mereka rasakan entah kenapa terasa aneh. Seperti ada sesuatu yang tidak beres.
"Di sini sangat dingin. Ayo kita masuk ke dalam untuk menghangatkan dir.....Gahh!!!"
Sebelum selesai berbicara, sebuah tombak besar tertancap di dadanya dan menembus jantungnya! Itu terjadi sangat cepat sampai-sampai yang lain tidak biasa bereaksi!
Saat itu juga, puluhan anak panah melesat ke arah para ksatria dan menancap di kepala mereka. Mereka mati bahkan sebelum tahu apa dan siapa yang menyerang mereka.
__ADS_1
Dari balik gelapnya malam, 30 orang dengan pakaian serba hitam keluar. Seluruh tubuh mereka tertutupi oleh pakaian hitam kecuali di bagian mata. Di tangan mereka terdapat berbagai senjata.
"Seperti yang diinstruksikan oleh bos. Tugas Kita hanyalah membunuh para ksatria yang berjaga. Kalau kalian menemukan para ksatria yang berpatroli, segera habisi mereka.
"Ingatlah kalau malam ini, pemeran utama yang ada dalam panggung Opera malam ini bukanlah kita. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa semua sesuai rencana bos. Apakah kalian mengerti?"
Semuanya menganggukan kepala. Mereka sadar betul akan peran mereka.
"Bagus! Kalau begitu, lakukan apa yang harus kita lakukan. Sekarang, berpencar!"
Begitu mereka semua berpencar, dia belum beranjak. Untuk sejenak, dia mengamankan bulan purnama yang bersinar terang dan bergumam.
"Semoga keberuntungan selalu menyertai anda, tuan Jean."
Barulah setelah itu, dia menjalankan tugas yang telah dibebankan padanya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
'Sepertinya Nina dan yang lainnya telah melaksanakan tugas mereka dengan baik. Sekarang giliranku.'
Jean berada di atas atap salah satu rumah bangsawan sembari memperhatikan kinerja anak buahnya. Dia lalu menyalakan obor dan melemparkannya ke langit.
'Sekarang, bersenang-senanglah para hewan buas. Karena malam ini akan menjadikan akhir dari riwayat kalian.'
__ADS_1
Mengatakan hal itu, Jean membuat seringai lebar di wajahnya.