Pseudo-Villain

Pseudo-Villain
Raid Of Saint Georgia City


__ADS_3

Di hari yang sama ketika Jean menuduki wilayah Duke Cassilas.


Kerajaan Bucharest menyadari kalau Baron De Ruhr telah membawa sebagian besar pasukannya menuju kerajaan Dublin. Tidak ada yang menyangka kalau musuh mereka sedang dilanda konflik internal. Ini berarti adalah kesempatan emas.


Raja Lloris De Bucharest mengumpulkan para vassalnya di istana. Berbagai bangsawan dan orang penting lainnya telah berkumpul.


"Baron muda De Ruhr telah meninggalkan kandangnya. Adalah kesempatan untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milik kita. Besok, wilayah itu akan jatuh ke tangan kita lagi!"


Kata-kata yang keluar dari mulut raja membuat para bangsawan terbakar semangatnya. Akhirnya, kesempatan itu telah tiba. Dengan merebut wilayah De Ruhr yang kaya, mereka bisa mendapatkan banyak tambahan untuk kantung yang mulai kering.


Plan segera disiapkan. Raja mulai membagi peran dan para bangsawan bersiap untuk memobilisasi kekuatan mereka.


Namun, bagai punguk merindukan bulan, raja dan para vassalnya tidak bisa melakukan hal itu. Seperti badai yang tiba-tiba datang di tengah cuaca cerah, sebuah berita sampai kepada mereka.


"Pa-para perompak telah menduduki pelabuhan! Mereka akan segera bergerak menuju jantung kerajaan!"


Kabar itu lebih dari cukup untuk membuat mereka berpikir 10 kali sebelum menyerang Baron De Ruhr. Terpaksa, mereka harus membatalkan niatnya sembari mengigit pil pahit. Melindungi jantung kerajaan Bucharest jauh lebih penting.


Dengan begitu, gerakan mereka telah tersegel.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Jadi para perompak itu sudah tiba? Nah, itu bagus untuk kita. Mereka tidak mungkin membagi pasukan yang sedikit dan payah itu untuk menghalau para perompak dan di saat yang menyerang wilayahku."


Jean membaca surat yang diberikan Rose. Berkat prosedur yang Jean ciptakan, informasi yang seharusnya sampai dalam waktu tiga hari bisa sampai dalam waktu satu hari.


"Baiklah, Rose. Kita akan maju ke tahap selanjutnya. Ah, bagaimana dengan ksatria Duke Cassilas?"

__ADS_1


"Seperti yang tuan Jean perintahkan, kita telah membunuh mereka semua. Saya rasa mereka cukup berbakat. Namun orang-orang yang memilih mati daripada mengecawakan tuannya adalah sekelompok orang yang merepotkan."


Jean sepakat. Karena itulah dia lebih memilih untuk memberikan apa yang mereka mau. Kematian.


"Kita sudah melumpuhkan semua kekuatan yang tersisa, tuan Jean. Pasukan juga telah diberikan istirahat dan makan yang cukup. Mereka siap untuk digerakan kapan saja."


Jean langsung berdiri dari kursinya begitu mendengar apa yang Rose katakan. Sejenak, dia tersenyum tipis, lalu kembali berekspresi dingin.


"Bagus, suruh mereka untuk segera bersiap. Aku ingin menyelasaikan ini secepat mungkin dan bersenang-senang dengan kalian!"


Wajah Rose memerah ketika Jean menatapnya dengan tatapan serigala. Dia merasa dirinya sebagai hewan kecil. Tapi entah kenapa, tubuhnya terasa panas. Sejujurnya, dia ingin melakukan hal 'itu' dengan Jean.


"Oke, oke. Aku pasti akan memberikan hadiahnya padamu nanti. Sekarang, lakukan seperti yang aku katakan tadi."


Rose seketika kembali dari delusinya. Dia mengembalikan postur tubuhnya dan segera melaksanakan perintah Jean. Tetapi sesuatu menghalanginya.


Jean berlagak seperti orang yang lupa akan sesuatu. Dia menepuk tangannya sambil menggaruk belakang kepalanya. Tetapi itu hanya gimmick.


"Tenang, tenang. Tidak mungkin aku menciptakan api tanpa memantiknya dulu kan? Sekarang, percikannya pasti sudah tercipta. Begitu percikannya sudah menyebar, kita tinggal membesarkan apinya saja!"


Mengatakannya dengan nada riang itu sangat aneh. Tapi dia adalah Jean sih. Dan itu yang membuat Rose yakin. Kalau itu tuannya, tidak mungkin dia akan bertindak dengan ceroboh dan konyol.


Tepat di saat yang sama, kejutan terjadi di Saint Georgia City.


Serigala Putih, penguasa dunia bawah kota, secara tiba-tiba melancarkan serangan pada ksatria milik Duke Cassilas dan sekutunya.


Tindakan ini benar-benar di luar perkiraan siapapun! Bahkan Duke Cassilas tidak akan menyangka kalau kelompok bawah tanah rendahan seperti mereka akan melakukan sesuatu seperti ini!

__ADS_1


Serangan mereka benar-benar sporadis dan tidak terkoordinir. Tidak ada yang memberikan mereka arahan. Mereka bertarung dengan seluruh ksatria yang mereka temui. Entah itu di jalan, toko, pasar, dan semua tempat lainnya.


Yang jadi masalah, kualitas individual anggota Serigala Putih sangat baik. Bahkan tidak kalah dari ksatria Duke Cassilas dan sekutunya. Hanya dalam waktu singkat, mereka berhasil menumbangkan banyak ksatria.


Mereka menduduki berbagai tempat penting. Selain itu, rumah-rumah bangsawan diserang dan dijarah. Semua anggota keluarga mereka diseret dan dibawa keluar dengan paksa.


Tidak hanya Serigala Putih, perusahaan dagang HuCas juga menunjukan taringnya. Charlotte yang awalnya tidak bisa ditemukan dimana pun, kini menyerang markas perusahaan dagang lain yang mendukung Duke Cassilas. Dengan kekuatan uang yang mereka miliki, Charlotte bisa menyewa tentara bayaran dengan jumlah yang besar untuk mendukung aksinya.


"BAJINGAN!! APA MAKSUD DARI SEMUA INI!!??"


Duke Cassilas tidak bisa lagi menahan amarahnya. Secara tiba-tiba, situasinya berbalik. Dia yang tadi telah menguasai segalanya, kini berada dalam posisi yang sangat tertekan.


Tidak hanya dia. Viscount Lostov, earl Baldric, dan Bryant dari perusahaan CAMILA juga merasakan stres yang sama. Bagaimana bisa mereka kondisi seperti ini!?


Tapi lemparan telak baru saja datang bersama dengan berita yang di bawa oleh utusan.


"Pa-pasukan Baron De Ruhr sedang me-menyerang tembok kota!"


BUAAAKKK!!


Tanpa banyak cakap, Duke Cassilas menendang utusan yang membawa kabar buruk itu dengan sepatu baja miliknya. Wajahnya benar merah karena amarah dan tubuhnya gemetar hebat.


"PERINTAHKAN SELURUH KSATRIA YANG TERSEBAR UNTUK BERKUMPUL DAN MEMPERTAHANKAN TEMBOK KOTA!! LINDUNGI TEMBOKNYA DENGAN SEGALA CARA!"


teriakan Duke Cassilas menggelar. Utusan itu jelas bingung. Bagaimana caranya mengumpulkan Ksatria yang terpencar tanpa koordinasi? Tetapi dia tidak mau merasakan tendangan itu lagi. Dia segera pergi dari hadapan Duke Cassilas.


"BOCAH... BOCAH INGUSAN ITULAH YANG BERADA DI BALIK SEMUA INI! SETELAH PERANG INI SELESAI, AKU AKAN MEMBUATNYA MENDERITA SEUMUR HIDUP SAMPAI DIA MENYESAL KALAU IA TELAH DILAHIRKAN!!"

__ADS_1


Duke Cassilas akhirnya menyadari kalau yang ada di balik semua ini adalah Jean. Sayang, itu sudah terlambat.


__ADS_2