
Rumor aneh mulai beredar. Dari orang ke orang yang kebetulan sedang bersantai di bar dan warung-warung sederhana, merembet ke kios-kios kecil dan gerobak di pasar, dan pada akhirnya menjadi bahasan panas di dalam rumah.
Di balik tragedi yang kerusuhan terjadi di kota, ternyata, para bangsawan dan saudagar kaya terlibat di balik itu semua!
Bayangkan, di tengah kerusuhan yang terjadi, ketika darah mengalir di jalanan dan potongan tubuh berserakannya di mana-mana, tempat mereka tinggal yang terletak di bagian Utara kota justru tidak terdampak sama sekali!
Tidak ada satupun ksatria yang turun untuk menyelasaikan masalah pada saat itu. Tidak ada seorang pun saudagar kaya yang membantu para korban. Mereka mungkin malah menikmati pundi-pundi emas karena permintaan akan obat meningkat.
Mereka, seorang suami kehilangan istrinya, orang tua yang kehilangan anaknya ataupun anak yang kehilangan orangtuanya, belum dan tidak akan pernah melupakan tragedi itu.
Situasi yang awalnya mulai kembali tenang, kini berubah. Teror atas bangsawan mulai terjadi. Jika ada kereta kuda mewah yang melewati jalanan kota, maka kereta itu akan menjadi sasaran bagi lemparan batu, kayu, telur, dan lain-lain.
Tidak hanya sampai di situ. Dalam beberapa kasus yang lebih ekstrim, ketika seorang bangsawan sedang berjalan-jalan, beberapa orang misterius yang menggunakan pakaian serba hitam langsung menyerang bangsawan tersebut dengan pisau!
Bangsawan itu tidak tewas, tapi lukanya cukup berat sampai-sampai harus menghabiskan banyak uang untuk menyembuhkannya.
__ADS_1
Tidak hanya satu bangsawan yang mengalami percobaan pembunuhan. Kurang lebih ada lima orang. Bahkan Joan Lostov, anak dari Viscount Lostov, dan Hansen Baldric yang akan menjadi penerus kepala keluarga Baldric turut menjadi korban.
Tindakan represif mulai dilakukan. Para ksatria mulai menangkap siapapun dan menyiksa orang-orang yang dicurigai sebagai pelaku teror terlepas mereka terlibat atau tidak.
Para ksatria juga mulai menyiksa rakyat jelata secara acak di depan umum. Orang-orang malang yang tidak mengerti apapun, tidak terlibat dalam aksi manapun, dijadikan bahan tontonan oleh penduduk kota.
Mungkin jika itu dulu, mereka akan senang dengan tontonan semacam itu. Namun, setelah merasakan sakitnya kehilangan, mereka lebih menghargai kehidupan sesama. Pada akhirnya, penyiksaan di depan umum seperti ini justru menjadi api kemarahan bagi mereka.
Tidak hanya para bangsawan yang terkena imbasnya. Para saudagar kaya juga kerepotan. Hasil penjualan mereka menurun drastis! Mereka memang mendapat keuntungan jangka pendek ketika menaikan harga di tengah Krisis, tetapi tindakan rakyat jelata yang lebih memilih untuk menyuplai kebutuhan mereka dari Charlotte karena dia tidak menaikan harga membuat para saudagar kehilangan pelanggan mereka.
Masakan tidak selesai sampai di sana. Para budak yang dipekerjakan tidak diperlambat dengan baik. Mereka tidak diberi makan. Pakaian yang mereka kenakan seadanya. Waktu istirahat yang sedikit dan tentu saja, gaji yang tidak pernah mereka terima.
Akhirnya, para budak melakukan perlawanan pada tuan mereka dan mencuri barang-barang berharga milik tuannya.
Alhasil, para saudagar semakin merugi. Sudah profit yang mereka dapatkan semakin kecil, sekarang mereka juga harus menghadapi perlawanan dari para budak.
__ADS_1
Di tengah prahara dan krisis yang terjadi, seorang pemuda memperhatikan dan mengamati semuanya. Duduk di kursinya, dia selalu mendapatkan berita terkini seputar situasi di kota.
Jean menahan senyumnya agar tidak muncul di bibirnya. Fase kedua dari operasinya, berhasil.
Di fase pertama, Jean membuat kerusuhan di kota dan membuka peluang bagi Charlotte dan HuCas serta Serigala Putih untuk bersinar.
Dan di fase kedua inilah, Jean mulai memainkan kartunya yang lain. Dia menciptakan konflik vertikal antara Bangsawan dan saudagar kaya dengan rakyat jelata.
Mulai dari rumor yang bertebaran di kalangan rakyat jelata hingga aksi teror yang menimpa para bangsawan, itu semua adalah perbuatan Jean. Dengan jaringannya yang besar, Jean bisa menyebarkan rumor itu dengan cepat.
Begitu juga dengan teror. Dia membayar para kriminal untuk menyerang para bangsawan dan membuat kekacauan. Ketika para ksatria milik Bangsawan mulai bersikap represif, api kemarahan akan terpantik dan perlawanan akan berkobar.
'Haruskah aku melanjutkan ke fase selanjutnya sekarang?'
Mengatakan itu dalam hatinya, Jean menyiapkan langkah untuk maju ke fase selanjutnya.
__ADS_1