PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 98_Waktunya Hukuman


__ADS_3

Seminggu di rumah sakit telah Laura lewati..dia bosan di rumah sakit..dia ingin pulang ..dia rindu dengan ketiga anaknya..dia merengek oada Rey untuk di ijinkan pulang..Rey tak tahan mwluabt rengekan istrinya akhirnya dia kalah juga dan mengijinkan Laura pulang.


Sampailah mereka di rumah..mereka di sambut para orangtua dan juga Erick, Nila, Deril,dan beberapa pelayan di rumah.


"Welcome home Laura sayang..Miss you Laura"


"Miss you too mom"


Sesi berpelukan dan melepas rindu usai..Laura kembali ke kamarnya dan beristirahat karena memang tubuhnya belum pulih benar..emang dasar bandel si istrinya Rey.


"Baby kau mau makan apa hm..?"


"Mau sup buatanmu by"


"Siap sayang .tunggu di kamar jangan nakal"


"Iya by"


Rey menuju dapur untuk menyiapkan makanan Laura..dia memasak sendiri karena ingin yang terbaik untuk istrinya.


Tak berapa lama makanan telah siap..Rey membuat sup jagung untuk Laura juga susu agar tubuhnya lebih bertenaga.


Dia naik ke kamarnya dan memberikan pesanannya paad Laura.


"Baby makan dulu yuk..?"


"Suapin by"


"Of course baby.."


Rey menyuapi Laura dengan telaten..dia senang karena Laura mau makan makanan buatannya..sepertinya Rey akan jafi chef pribadi istrinya untuk saat ini agar Laura mau makan dengan lahap


Tak berapa lama kemudian makanan telah tandas tak tersisa..Rey senang dengan kemajuan Laura..dia bersyukur istrinya sudah semakin membaik.


"Mau apa lagi hm..?"


"Laura mau istirahat aja by..perutnya masih nyeri.."


"Oh iya,udah di kasih salep belum tadi ..?"


"Belum by"


"Astaga kenapa aku lupa sih..bentar ya aku ambil salep nya dulu biar lukanya cepet kering juga ngurangin nyeri di bekas lukanya"


"Iya by"

__ADS_1


Rey mengambil saleo dari kotak obat yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit..dia mengambilnya dan berjalan menuju Laura.


"Sini baby di olesin salep dulu"


"Iya by"


Laura berbaring dan Rey mulai menyingkap baju atasan Laura.. terlihat lah bekas tembakan itu Rey menatap bekas luka itu dan tak terasa setetes air mata jatuh dari pelupuknya..Laura melihat Rey seperti itu hanya bisa meyakinkan suaminya jika dia sudah tidak apa-apa.


"By Laura dingin"


Rey seolah tersadar..dia segera membuka salep itu dan mengoleskannya secara perlahan agar tak menyakiti Laura.


"Maaf baby..maafkan aku.."


"By..kau sayang pada Laura..?"


"Hey apa yang kau katakan..jelas aku sangat menyayangimu sayang..jangan pernah ragukan ketulusan ku baby"


Laura tersenyum melihat raut wajah Rey yang kesal..dia usap punggung tangan Rey dan menciumnya sekilas.


"Hubby..jika hubby sayang sama Laura maka hubby tidak akan terus-menerus menyalahkan diri sendiri atas apa yang telah terjadi.. karena sejatinya Laura juga slaah by..Laura ceroboh dengan tidak menuruti perintah hubby untuk tidak keluar terlalu jauh dari rumah..maaf Laura salah.."


"Hey jangan berkata seperti itu sayang..yang sudah berlalu biarkan berlalu..sekarang kita hanya harus fokus menata kembali semuanya dari awal..kau mau kan memulai semuanya dari awal bersamaku..?"


"Laura mau by..Laura akan belajar lebih dewasa lagi agar tidak merepotkan kalian kelak"


"Terimakasih hubby..hoamm..Laura ngantuk"


"Ayok aku temani tidur"


Laura dan Rey tidur dwngan tenang..tiada lagi yang akan berani menyakiti keluarga Wilson lagi mulai saat ini.


Laura sudah pulas karena setelah meminum obat dari rumah sakit dia langsung ngantuk mungkin efek obatnya..Rey menghubungi Erick dan menuju ke markas kematian untuk segera menamatkan hidup dua keparat itu.


Rey menitipkan Laura dan ketiga anaknya pada para orangtua..Rey menuju markas di susul Erick.. mereka samoai di markas dan Rey langsung turun, dengan langkah tegas Rey datang dan masuk kedalam markasnya bagai seorang malaikat maut yang siap mencabut nyawa sasarannya .


"Dimana mereka..?"


"Selamat datang bos..mereka ada di ruang tahanan bos"


"Good job..Erick siapkan segala sesuatunya..aku ingin bermain-main dengan mereka"


"Baik bos"


Rey masuk kedalam ruangan itu dia menjumpai Leon tengah berbaring santai seperti tengh di pantai menjaga pintu ruang tahanan Sarah dan Jeremy..Rey tersenyum melihat Leon..Leon mendekat seolah sudah tau bahwa Rey akan segera memberikannya jatah makan siang.

__ADS_1


"Good job boy..I Will give you something special later.."


Leon menggesek-gesek kan kepalanya pada tangan Rey..dia nyaman..tangan Rey seperti kasur yang siap untuk di tiduri.


"Kau duduklah di tempat mu..Dady akan bermain sebentar ok boy"


Leon patuh dan pergi menuju ke kandangnya..dia setia menunggu Rey hingga selesai dan memberikan makan siang untuk nya.


"Jeremy Renner dan Sarah Lorenza.. kalian begitu percaya diri sekali waktu itu..kalian begitu pedenya akan berhasil membunuhku dengan tangan kalian yang kotor itu"


Leon menggeram ketika mendengar Rey mengatak bahwa dia sempat akan di bunuh oleh dua tawanannya.


"Hey boy.. it's ok..IM fine..calm down ok"


Leon kembali tenang dan terus memantau kedua calon makan siang nya.


"Sekarang aku akan bermain sebentar dengan kalian.. aku punya dua pilihan untuk kalian.."


"1 Jeremy membunuh Sarah, dan 2 Sarah membunuh Jeremy..pilihlah salah satu yang paling kalian butuhkan"


Jeremy dan Sarah saling pandang kemudian berteriak pada Rey dan seketika Leon menggeram mendekati ruang tahanan itu dengan cakar yang sudah siap mencabik-cabik mangsanya.


"Hey boy i told you ready don't like that..you Will make them all scared.."


Leon kembali ke tempatnya dan menatap tajam kedua makan siangnya..Rey kembali melanjutkan permainannya.


"Jadi bagaimana..apakah sudah buat pilihan..jika belum maka aku bisa membantu kalian..dengan cara memberikan kalian sebagai makanan untuk leonku"


"Kau gila Rey..kau tak punya hati..bedebah sialan"


Rey tertawa..dia mendekati Jeremy sambil memegang sebuah pisau kesayangannya..dia goreskan pisau itu pada kulit wajah Jeremy..Jeremy langsung mengerang kesakitan..tak sampai di situ saja Rey kemudian menguliti paha Jeremy hingga daging nya terlihat kemudian melepasnya dan memberikan nya pada Leon.


"This is for you boy..enjoy it"


Rey kembali mengiris tubuh Jeremy hingga terlihat tulang pahanya..Jeremy sudah tak kuat..dia ingin segera mati..tapi Rey tak kunjung membunuhnya lalu bagaimana ini.


"Kau tenang saja Jeremy sebentar lagi kau akan mati jadi nikmatilah saat-saat terakhir mu"


Rey mengiris leher Jeremy dan seketika Jeremy tewas..Rey memotong setiap bagian tubuh Jeremy dan melemparkannya begitu saja pada Leon..Leon menyambutnya dengan penuh kegembiraan..dia senang bisa mendapatkan makan siang dari Rey.


"Ok boy now you finish it first the i give you more than before ok boy"


Leon mengaum seolah setuju..dia melanjutkan makam siangnya dengan potongan-potongan tubuh Jeremy.


Sarah tampak ketakutan setelah melihat Jeremy di mutilasi oleh Rey kemudian Potongan tubuh nya di berikan pada peliharaan buas itu..kali ini Sarah tamatlah riwayat mu.

__ADS_1


Leon bagi-bagi dong kucing tetanggaku juga mau🀭🀭


__ADS_2