PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 48_Di Usir


__ADS_3

"Apa maksud paman.."


"Kau bodoh atau pura-pura bodoh..aku menyuruhmu untuk angkat kaki dari rumah ini apa kau tak paham hah..?"


"Ini rumah orangtuaku paman..paman tidak berhak mengusirku dari rumahku sendiri"


"oh begitukah.. baiklah akan aku buktikan jika memang ini adalah rumahmu atau bukan"


Paman Nila mengeluarkan sebuah map dari tasnya kemudian dia berikan pada Nila..Nila menerimanya kemudian dia buka map itu dan terkejut melihat isi map itu.


"i..ini..ini.. bagaimana.. bagaimana paman bisa memiliki ini..paman mencuri nya dariku..?"


"Anak kurang ajar..berani sekali kau menuduhku seperti itu..memang kau kira aku ini mempunyai tampang pencuri apa"


"Lalu..lalu apa .. bagaimana..tidak mungkin..surat ini ada di kamarku dan tersimpan di lemari ku bagaimana mungkin ini bisa ada di tangan paman"


"sudah lebih baik kau angkat kaki dari rumah ini..karena rumah ini sudah ada yang beli cepat pergi dari sini"


"Paman..paman kenapa kau begitu jahat padaku hiks..kenapa paman hiks..ini peninggalan orang tuaku satu-satunya paman hiks"


"Aku tidak peduli"


Nila di usir daei rumah nya sendiri..dia pergi meninggalkan rumah nya..dengan berat hati Nila melangkah pergi ntahlah kemana ia akan tinggal sekarang.


Sementara itu Erick sudah bersiap untuk pergi ke kantor..dia memakai mobilnya sendiri karena bosnya tidak berangkat lagi biasa lagi bucin-bucinnya.


"Huhh.. sepertinya aku butuh pendamping hidup sesegera mungkin"


Erick melajukan mobilnya..di tengah-tengah jalan dia melihat seorang gadis seperti nya dia kenal tengh duduk di tepi jalan.


"Bukannya itu gadis pelayan cafe kemarin ya..sedang apa dia disana..?"


Erick menghampiri gadis itu kemudian dia bertanya kepada gadis itu.


"Hay..kau sedang apa..?"

__ADS_1


Gadis itu mendongak dan melihat Erick laki-laki yang membelanya kemarin...tanpa di duga dia menangis..tangis yang ia tahan sejak meninggalkan rumah sekarang pecah begitu saja di hadapan pria yang membantu nya kemarin.


"Hey kau kenapa menangis..ada apa..ehm..ayo ikut aku jangan di sini nanti dikira aku ngapain kamu lagi"


Erick membawa gadis itu..mereka menuju taman yang ada di dekat apartemennya..dia kebetulan belum terlalu jauh dari apartemen nya.


Sampailah mereka di taman..Erick turun kemudian di susul gadis itu..mereka duduk di bangku taman.


"Bagaimana perasaan mu apa sudah lebih baik..?"


"Terimakasih.."


"Santai saja..namamu siapa..aku Erick"


"Nila.."


"Nama yanh cantik"


"Terimakasih"


Mereka mengobrol santai..Nila terbuka pada Erick ntahlah dia nyaman saja ketika di dekat Erick.


"Bagaimana kalau kau bekerja di apartemen ku saja.. bagaimana..?"


Nila menimbang-nimbang dan dia menyetujui nya..toh dia juga tak punya tujuan..biarlah dia bayar dengan tenaga saja.


"Baiklah.. terimakasih Erick"


"Sama-sama..ya sudah ayo ke apartemen ku"


"Baik"


Mereka menuju apartemen Erick..tak berapa lama mereka sampai di apartemen.. mereka masuk ke unitnya..Erick menunjukkan kamar yang akan Nila tempati.


"Baik sekarang kau istirahat saja dulu..aku masih ada kerjaan di kantor..nanti sore aku pulang lebih cepat..santai saja jangan terlalu di pikirkan soal kerjaan"

__ADS_1


"Terimakasih kau sudah baik sekali padaku..kita baru kenal tapi kau percaya dengan ku..aku akan berusaha keras untuk membalas budi padamu Erick"


"Terserah kau saja.. baiklah aku pergi dulu"


"Iya hati-hati"


*


*


*


Di tempat lain Laura kini tengh melakukan olahraga ringan seperti yoga dan senam ibu hamil.. tentunya di temani Rey.


"Baby sudah cukup ya..jangan terlalu lama kasihan anak- anak".


"Baiklah by.."


"Ini minum dulu"


"Terimakasih hubby"


"Sama-sama"


Rey membantu Laura duduk..perutnya kian membesar..dia tak tega melihat istrinya kesusahan..dia bertekad tidak akan memiliki anak lagi jika menyiksa Laura..sudah cukup dua anak saja dia tak mau lagi.


Laura sudah mulai mempersiapkan diri untuk menyambut kelahiran anak-anaknya..dia ingin melahirkan normal maka dari itu sedini mungkin Laura sudah mempersiapkan dirinya.


Rey awalnya tidak setuju karena resikonya terlalu besar tapi setelah di jelaskan lagi akhirnya Rey pasrah..dia berat sekali mengijinkan Laura melahirkan secara normal..lihat situasi saja.


"Baby kau yakin akan melahirkan normal..dua anak loh baby..aku kasihan padamu sayang"


"By tidak apa-apa..Laura kuat..Laura sanggup..asal hubby memberikan dukungan kepada Laura..temani Laura dalam susah dan senang ya by..?"


"Tentu saja sayang..aku akan selalu ada di samping mu"

__ADS_1


"Terimakasih hubby"


"Sama-sama sayang.."


__ADS_2