
Talia saat ini tengh berada di salon..dia merayakan kemenangan nya dengan cara perawatan seluruh tubuh..dia harus lebih cantik dari Laura..hanya dengan itu maka Rey akan melirik ke arah nya.
"Ah tubuh ku segar sekali rasanya..Rey tunggu aku sayang..kau akan terpikat dengan kecantikan tubuhku"
Talia sudah selesai dengan perawatannya..dia hendak pulang namun di tahan oleh beberapa orang bertubuh besar..Talia di bawa ke sebuah mobil dan melesat meninggalkan salon.
"Kalian siapa..lepaskan aku brengsek".
"Berisik sekali sih mulutmu itu..kalian buat dia diam"
"Siap ketua"
Talia di bius dan sempat di tampar beberapa kali karena begitu berisik.
Mereka sampai di markas kematian..di sana sudah ada beberapa penjaga yang sudah siap melakukan tugasnya..ya seperti biasa sebelum menghabisi buruannya maka buruannya itu di beri kesempatan untuk merasakan kenikmatan sesaat sebelum bertemu sang pencipta.
Tak selang berapa lama Rey dan Erick datang.. mereka berdua tertawa melihat buruannya.
"Nona Talia Jordan apa kabar..?"ucap Rey dengan bersedekap dada dan menatap Talia jijik.
Talia melihat Rey dia bangkit dan hendak mendekati Rey namun tertahan oleh beberapa anak buah Rey.
"Rey..maafkan aku Rey...maafkan aku ..aku..aku khilaf Rey..maafkan aku hiks..."
Dia pikir Rey akan luluh hanya dengan air mata buaya nya..Rey bodoh amat..dia mengatakan pada anak buahnya untuk melakukan tugas mereka.
Mereka tentunya senang sekali mendapatkan mainan gratis tanpa pikir panjang lagi mereka mulai aksinya menikmati tubuh mangsa tuannya..Rey sudah pergi menuju ruangannya..dia tak ingin melihat tubuh wanita jika bukan Laura..dia tak Sudi melihat bekas orang.
"Cih.. nikmatilah hukuman dariku Talia..setelah ini kau akan menjerit memohon ampun dan bersimpuh di hadapan ku"
Rey dan Erick masuk ke ruangan Rey..mereka menunggu kabar dari anak buahnya..dia santai saja karena saat ini pasti perempuan itu sedang menangis.
Erick memainkan ponselnya untuk melihat aktivitas istri dan anaknya..dia sudah rindu dengan istri nya.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka datang dan mengatakan pada Rey jika permainan sudah selesai.
"Ayo Erick waktunya bermain"
"Ayo kak..aku tak sabar ingin mengulitinya"
"Santai saja"
Mereka berjalan menuju tempat Talia di kurung..mereka melihat Talia tengh tergeletak di lantai.
Tanpa mempedulikan Talia Rey duduk manis dan menatap Talia dengan tajam.
Talia berusaha bangkit tapi tubuhnya tidak bisa bergerak..begitu sakit di rasa harusnya dia tak ceroboh dengan mengusik keluarga Rey waktu itu .
"Kenapa kau melakukan ini semua..?"tanya Rey yang masih dengan wajah non ekspresi nya.
"Karena aku mencintaimu Rey..aku hanya ingin kau Rey" masih saja bodoh si Talia.. benar-benar si Leon akan kenyang nanti.
"Cih jangan harap..mimpilah sampai kau mati nona Talia"
PLAK......
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Talia..Rey geram dengan perkataan Talia yang menyebutkan istrinya sialan..sungguh rey tidak terima.. istrinya adalah wanita paling baik dan cantik..Rey beruntung bisa mendapatkan Laura seutuhnya.
Rey mengambil pisau lipat di atas meja dan mendekati Talia tanpa pikir panjang lagi seketika Rey menggoreskan pisau itu pada wajah Talia.
Sret....
Rey menggoreskan pisau lipat itu pada wajah Talia..darah segar mengalir dari wajah Talia..Rey tersenyum devil melihat darah itu..sungguh ada kepuasan tersendiri bagi Rey melihat dan menyiksa mangsanya dengan tangan sendiri.
"Kau pikir kau siapa ingin di ingat olehku hah..kau tak lebih dari sebutir debu yang menempel di jalanan..jangan berharap lebih akan diriku karena aku hanya akan memandang istriku"
Rey kembali menggoreskan pisau itu pada perut Talia.. sebelum nya Rey memakai sarung tangan karena Rey tak ingin tangannya terkontaminasi oleh wanita lain..tubuh Rey hanya milik Laura titik no debat.
__ADS_1
"Akhhh...ssakit..Rey maafkan aku..arkhhhhh"
"Arkhhhhh...tolongggggg"
Teriakan Talia bagai musik pengantar kematian bagi Rey..dia begitu menikmati permainan nya..Rey terus menggores setiap kulit tubuh Talia..Rey senang bisa melakukan hal ini lagi setelah sekian lama vakum.
"Bagaimana bi*ch kau masih ingin mendapatkan hatiku..hahahaha...apakah kau masih mencintai ku bi*ch..?"
Rey seperti orang kesetanan..dia tak peduli mangsanya sudah tak berdaya kesakitan..ini belum seberapa dibandingkan dengan kesakitan sang istri..Rey kembali emosi mengingat Laura yang meringis kesakitan karena kepalanya berdenyut setelah terbentur kaca pintu samping mobil.
"Seharusnya kau berfikir dua kali sebelum melakukan hal bodoh bi*ch..aku sudah memperingatkan mu sebelumnya bahwa aku tidak akan pernah melirik atau melihatmu karena apa..hati dan tubuhku hanya milik istriku seorang yaitu Laura..
Harusnya kau paham dengan itu bi*ch..tapi dengan bodohnya kau malah mengantarkan nyawamu sendiri..dengan bodohnya kau masih mendekatiku berusaha menggoda ku..tidak bisakah kau mencari yang lajang..apa kau sudah tidak laku lagi ni*ch..berapa banyak sugar Daddy yang kau layani..apakah uang mereka sudah habis kau keruk..
Masih banyak laki-laki lajang di luaran sana tapi kaualah memilih untuk merusak rumah tangga orang lain..coba kau bayangkan jika yang di posisi itu adalah kau sendiri.. bagaimana perasaan mu..sakit hati kan.. apalagi kami sudah memiliki 3 anak harusnya kau sadar dengan melihat anak-anak kami bodoh"
"Rey..ma..maaf..kan..a..ak.. ku..a..aku..me..menye..sak..r.. Rey" ucap Talia terbata dengan suara lirih.. sepertinya ajal sudah semakin dekat untuk si tali.
"Hahahaha..menyesal sudah terlambat bi*ch.. Erick selesaikan sendiri..aku sidah muak melihat wajahnya..sungguh membuatku ingin muntah saja..cuih"
Rey meludah di samping wajah Talia..Talia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi..dia hanya menunggu kematiannya..Rey pergi meninggalkan Erick dan Talia.
"Hay bi*ch bagaimana apa kau sudah siap bertemu tuhan..?"
Erick mengambil sebuah samurai..dia mengeluarkan samurai itu dari wadahnya..dia elus dulu samurai itu.. Erick menempelkan samurai itu di leher Talia..dia tusukkan samurai itu hingga menembus kebelakang.
"Nikmatilah sisa-sisa nafasmu bi*ch.."
Eri k terus melakukan apapun yang dia mau..setelah Talia benar-benar sudah tiada..Erick memotong setiap bagian tubuh Talia..dia potong-potong hingga benar-benar terpisah.
"Hey boy it's time to meal..you must be like it..have fun with your meal boy.."
Erick mengambil satu potongan tangan Talia..dia lemparkan begitu saja dan langsung di tangkap oleh Leon..Leon bahagia sekali hingga dia tak sabaran memakannya.
__ADS_1
"Hey boy slowly..ini masih banyak kau pasti akan kenyang"
Erick meminta penjaga untuk memberikan setiap Potongan tubuh Talia kepada Leon..dia menyusul Rey yang masih setia di ruangannya..dia juga merindukan istrinya