PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 54 #S2_Petunjuk


__ADS_3

El saat ini tengah berada di kediaman Rey.. dia ingin berpamitan pada Gia dan keluarganya..dia akan ke luar negeri untuk menemui seseorang.. seseorang yang bisa membantu nya mengorek informasi masa lalu.


"Gia aku pamit ya..kau jaga diri di sini..jangan nakal..aku hanya seminggu di sana..semoga aku bisa menemukan titik terang dari semuanya..doakan aku"


Gia berat melepas El pergi..dia ingin ikut tapi orangtua nya tidak memperbolehkan nya..Rey sudah tau mengenai masalah yang tengah keluarga nya hadapi..dia tidak berbicara Rey menunggu El menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa bantuan Keluarga.


"Hati-hati..aku menunggumu..jaga hati dan mata"


"Haha aku takkan bisa berpaling dari mu sayang..kau satu-satunya wanita yang menerima ku apa adanya..berdoalah semoga aku berhasil membawa semua bukti yang Daddy butuhkan"


"Doaku selalu menyertaimu El..lekas pergi dan kembali dengan membawa kebenaran"


"Baiklah..paman..bibi saya pamit dulu..titip Gia"


"Hm.. hati-hati"ucap Rey singkat.


"Hati-hati nak.. segeralah kembali..semoga perjalanan mu selamat sampai tujuan hingga kembali nanti" Laura memeluk El hangat El merasakan ketulusan hati Keluarga Wilson dia percaya keluaga Wilson tidak mungkin memulai perkara.


"Terimakasih bibi.. terimakasih paman atas kesempatan nya mempercayai El..saya akan berjuang mendapatkan yang saya cari"


El pergi dari kediaman Rey.. dia di antar Gia kedepan..Rey merangkul bahu Laura untuk masuk ke kamar..dia mengisyaratkan pada Laura agar membiarkan muda mudi itu berdua melepaskan rindu nanti.


"By sebenarnya El mau apa ke luar negeri..?"


"Sudah jangan di pikirkan nanti kau sakit..dia ada urusan pekerjaan "


"Baiklah..by Laura kangen Daddy dan mommy"


"Aku juga kangen sayang..besok kita kesana"


"Terimakasih by"


Rey memeluk Laura mesra..dia menyalurkan ketenangan untuk Laura.. sementara ini jangan sampai Laura tau Masalah yang tengah menimpa keluarga mereka.


Rey merahasiakan masa lalu yang hanya dia dan para orang yang terlibat yang tau..bukan Rey tak mau membela diri di depan El tapi Rey tau El itu tidak mudah terprovokasi oleh sebuah informasi yang tidak pasti..tanpa dia sadari dia sudah menaruh kepercayaan nya pada El..dia percaya El akan kembali dan membawa serta semua bukti yang dia butuhkan untuk di tunjukkan pada orangtuanya.


"Semoga kau berhasil El.." batin Rey mendoakan keberhasilan El.

__ADS_1


Skip>>>>>>>>>>>


Sampailah El di negara S..dia bergegas menuju hotel tempatnya menginap..dia sudah membuat janji dengan seseorang yang bisa menuntunnya menuju pintu kebenaran.


Sampailah El di hotel..dia check in beberapa saat kemudian masuk menuju kamarnya..dia membersihkan diri karena lelah..dia mengambil ponselnya dan menghubungi Gia dia mengatakan bahwa dia sudah sampai di negara S dan sedang berada di tempatnya menginap.


"Halo Gia..kau sedang apa..?"


"Halo El..aku sedang istirahat saja..kau sudah sampai..?"


"Iya aku sudah sampai.. sekarang di hotel tempatku menginap selama seminggu..sudah makan..?"


"Baiklah.. istirahatlah El..aku sudah makan tadi..kau sendiri..?".


"Aku juga sudah tadi di pesawat.. baiklah aku istirahat dulu..take care ya..love you"


"Iya El..love you too"


Sambungan telepon terputus..El membanting tubuhnya di atas ranjang empuk..dia lelah setelah melakukan perjalanan udara beberapa jam..dia istirahat sebentar lalu menghubungi orang yang akan membantunya.


Siangnya>>>>>>>>>>


"Si senor,buenas tardes tambien (ya tuan,selamat siang juga)"jawab seorang laki-laki di seberang telepon.


"Ye estoy en el hotel (saya sudah sampai di hotel) " balas El memberitahu posisinya saat ini.


"De verdad senor,Esta bien manana Lo veo (benarkah tuan, baiklah besok saya menemui anda) " ucap pria itu rencana hari esok.


"Estoy esperando tu llegada ( saya tunggu kedatangan anda) "


"Si senor,nos vemos manana (ya tuan,sampai bertemu besok) "


"Si (ya)"


Percakapan mereka berakhir dan sepakat akan bertemu di hotel tempat El menginap..El kembali membaringkan tubuhnya di kasur..dia kembali tidur karena kelelahan.


"Tunggulah sebentar lagi dad..kau akan menanggung penyesalan seumur hidup mu karena sudah salah menghakimi dan membenci tuan Rey selama bertahun-tahun lamanya..El akan membuka semua fakta yang kalian sembunyikan di masa lalu"

__ADS_1


Sementara itu seorang pria dia tempat lain masih di negara S tengah kalang kabut karena mendengar kabar bahwa ada yang mencarinya dan ini bersangkutan dengan kejadian 30 tahun yang lalu.


"Sialan.. bagaimana bisa ada yang tau keberadaan ku..aku harus pergi dari sini" gumam pria itu memikirkan jalan keluarnya.


Pria itu tak mau ketahuan telah menghasut seseorang karena dendamnya sendiri..dia harus pergi dulu dari sana dan mencari tempat baru agar tidak ada yang menemukan nya.


<<<<<>>>>>


(Rey di jaman masih muda ya gaes)


Rey tengah berada di negara S untuk melakukan sesuatu..dia mendengar kabar dari anak buahnya bahwa ada seorang pria yang berkhianat pada perusahaan nya yang ada di cabang negara S.


"Temukan dan tangkap orang itu hidup-hidup"titah Rey pada anak buahnya.


"Baik bos"


Rey duduk di kursi kebesarannya..dia rela meninggalkan Laura dan anak-anaknya hanya untuk mengurus masalah ini..sudah jauh-jauh dia ke sana tapi malah pengkhianatnya belum tertangkap..sialan.


"Tau begini aku bawa saja Laura dan anak-anak..sialan.."


Rey mengecek beberapa laporan dari bawahannya..dia tak membawa Erick dia hanya seorang diri dan juga menyuruh Deril untuk melacak jejak sang penghianat.


Setelah dua hari di negara S..Rey mendapat kabar bahwa anak buahnya berhasil menangkap si pengkhianat..Rey bergegas menuju tempat janjian..dia akan mengakhiri semuanya tanpa berlama-lama di sini..dia sudah merindukan istri dan anak-anaknya.


Sampailah Rey di tempat janjian..dia melangkah masuk di sambut anak buahnya..Rey sampai di tempat diamna anak buahnya menyekap si pengkhianat.


Rey masuk dan melihat dua orang laki-laki tengah terikat tangan dan kakinya juga mulutnya di sumpal kain..Rey mengernyit heran karena setaunya hanya ada satu penghianat saja tapi kenapa di sana ada dua pria yang terikat.


"Siapa yang satunya..?"


"Maaf bos saat kami menangkapnya ternyata dia sedang bersama temannya jadi kami membawa serta temannya karena takut menjadi masalah bos"


"Hm.. baiklah..bawa temannya pergi aku akan mengurusnya"


"Baik bos"


Rey hanya menatap datar kedua pria itu..dia mengambil sebuah pisau yang bentuknya melengkung ke atas..sangat tajam dan mengkilat..Rey melap nya sebelum di gunakan..sudah menjadi kebiasaannya saat akan melakukan eksekusi.

__ADS_1


****Bersambung****.


__ADS_2