
Rey kalang kabut karena ulahnya sendiri..dia tak tau bagaimana caranya membujuk bumil nya itu..dia benar-benar di buat kelimpungan sekarang.
"Hiiishh bagaimana ini..apa yang harus aku lakukan sekarang..arkhhhhh sialan..harusnya aku bisa lebih mengontrol emosi ku waktu itu sial"
Rey memutuskan untuk ke kamarnya dan menyusul Laura..dia ingin berbaikan dengan istrinya..
Dia tersiksa seminggu tidak mendapatkan service dari istri nya benar-benar membuat Rey kalang kabut sendiri.
"Baby.."
Laura hanya menoleh sebentar lalu mlengos dan kembali fokus mengeringkan rambutnya.
Rey mengambil alih tugas istrinya..dia mengeringkan rambut Laura dengan penuh cinta..Laura hanya diam sjaa sambil menatap datar pantulan suaminya di cermin.
"Baby..apa kau sudah memaafkan aku..?"
"Ya"
"Baby..kau masih marah kah padaku..?"
"Tidak"
Huhhhh..sabar Rey ingat ini kesalahan mu.. kebodohan mu..jangan terpancing emosi lagi dan akan menambah siksaan untuk kelangsungan hidup si Jono.
"Baby..jika kau masih marah padaku aku rela kau pukuli agar supaya kau puas..aku ikhlas baby..asalkan kau mau memaafkan ku"
"Sudah diam..Laura sudah memaafkan mu"
Rey belum bisa bernafas lega karena jika Laura sudah memaafkan nya maka dia akan memanggilnya dengan sebutan 'Hubby' bukan yang lain.
Rey memilih diam sebentar..dia kaan terus membujuk bumil nya agar mau memaafkan nya dan berbaikan.
Rey juga tak lupa membuang semua jenis sayuran yang ada di rumahnya..dia tak ingin Laura menderita lagi karena sayuran sialan itu.
__ADS_1
"Baby aku buatkan susu ya..kau mau rasa apa..?"
"Coklat"
"Baiklah tunggu sebentar jangan kemana-mana"
"Hm"
Rey keluar dari kamar dan bergegas menuju dapur untuk membuatkan susu ibu hamil.. sesuai request dari sang istri Rey membuatkan susu bumil rasa coklat.
Setelah jadi Rey menuju kamar dan mendapati istrinya tengh duduk dan ingin memijat kakinya namun terhalang oleh perut buncitnya..Rry melihat itu dan langsung mengambil inisiatif untuk memijat kaki Laura.
"Biar aku aja sayang"
"Tidak usah"
"Ssttt diamlah..biar aku yang melakukan nya"
Terserahlah"
"Baby..apa itu sakit..?" tanya Rey sambil menunjuk ke arah squisy Laura yang membengkak.
"Sedikit nyeri"
"Mau kubantu meredakan nyerinya..?"
Laura mengernyitkan dahi.. bagaimana caranya..
"Caranya..?"
Rey tersenyum dan mendekati Laura..dia buka penutup squisy Laura kemudian dia arahkan squisy nya pada mulutnya sendiri..dia hisap pelan dan lembut namun membuat Laura terbakar.
"Ahhh..by" suara merdu Laura sukses lolos dari mulutnya.
__ADS_1
Rey tersenyum karena modusnya berhasil..
Laura meremas rambut Rey ketika lidah Rey tidak bisa tenang di pucuk squisy Laura..nikmat..geli.. bercampur jadi satu.
"Yes baby..what do you want..?"
"Ehmhhj..stop it by ahh"
"Apanya yang berhenti sayang..aku hanya membantu mu"
"Akhhh..hu..hubby ahh"
"Yes baby.."
"Emhhh do it ah"
"You sure..?"
Laura mengangguk frustasi..dia sudah terbakar..tak tahan lagi hingga dia buang urat malunya.
Rey mulai melancarkan aksinya tak butuh waktu lama karena Laura sudah sangat siap..dan itu membuat Rey semakin bersemangat untuk menjajah tubuh istrinya.
Rey bermain cukup lama hingga mereka sampai pada kepuasannya..rwy membaringkan tubuhnya di samping Laura..dia kecup keningnya.. bibir nya..pipinya dan perut buncitnya.
"Thanks baby..sorry for all"
"Hm..jangan di ulangi lagi"
"Iya baby..sudah tidurlah kau pasti lelah"
"Ya"
Mereka tertidur.. akhirnya Rey berhasil membujuk istri yang tengah merajuk..mereka berdamai..benar kaata orang.
__ADS_1
perang ranjang bisa mengalahkan perang dingin.