
Hari ini Rey dan Erick berjanji akan mengajak para bumil untuk jalan-jalan..Rey juga membawa serta si kembar..Rey menggendong Gia dan Erick menggendong Gio karena Gio lebih dekat pada Erick sedangkan Gia dia tak mau di pegang selain oleh dady-nya..wah bibit posesif Rey menular sama Gia nih.
"Da..dad..da..da.sgshshdhsh" Gia berceloteh entah apa Rey tak tau.
"Apa sayang..kenapa princess nya Dady..?"
"Ajabsbsjjqja" Gia melihat ke bawah sepertinya Gia ingin turun.
"Gia mau turun..nggak boleh princess kotor nanti banyak kuman..oke"
Gia sudah diam.. Gio juga sama..mereka memang sehati..namanya juga kembar.
Sementara itu para bumil's duduk di bangku taman karena kehamilannya membuat mereka mudah lelah..biarlah the bumil's duduk santai dulu.
"Nila apa kamu bahagia sama Erick..?"
Nila menoleh ke arah Laura.. dia tersenyum dan mengangguk.
"Iya kak..Nila bahagia karena Nila mendapatkan suami sebaik Erick..Nila juga bersyukur karena Erick tidak mempermasalahkan background Nila..Nila beruntung sekali menjadi istri Erick kak"
"Syukurlah kalau begitu..Kaka ikut seneng..lalu bagaimana dengan sepupumu kemarin..?"
"Sudahlah kak jangan bahas dia..Nila emosi jika mendengar nama atau tentang dia.."
"Okelah..ayo kita temui suami-suami kita..aku sudah risih dengan tatapan penuh damba para wanita itu"
"Iya kak Nila juga risih..ayo kita ke sana..kita tunjukan pada wanita-wanita itu bahwa pawangnya ada bersama mereka"
"Baiklah ayo"
Laura dan Nila mendekati Rey dan Erick..dengan sengaja Laura dan Nila memeluk suami mereka mesra dan mengecup bibir suami mereka di depan oara wanita-wanita itu.
"Hey baby what are you doing..?"
"Just kissing honey.."
"Okay..as your wish baby"
Rey mellumat bibir Laura dengan ganas.. sebelum nya Gia dan Gio sudah di antar pulang oleh para bodyguard Rey.. Gio dan Gia sudah ngantuk dan Rey memilih menidurkan anaknya di rumah agar lebih nyaman toh di rumah juga ada para kanjeng-kanjeng momy.
Hal yang sama juga di lakukan Erick..dia mellumat bibir Nila..Erick tak peduli tatapan penuh iri oara wanita di dekat mereka..yang Erick tau saat ini dia akan menikmati bibir manis Istri nya.
"Sudah sayang..bibirku kebas"
Eri k tertawa mendengar kekesalan istrinya..dia usap sisa Saliva nya yang ada di bibir istrinya.
__ADS_1
"Cantik..manis..aku mencintaimu"
"Apa sih yank..malu ih"
"Bukannya kamu yanh mulai yank..kenapa malu kan kita udah halal"
"Tau ah.."
Rey dan Laura datang daeu arah berlawanan..mereka membawa makanan ringan..tadi setelah berciuman dengan Rey Laura tiba-tiba ingin makan camilan dan Rey tentu saja menuruti keinginan istrinya.
"Kalian sudah selesai.. duduk lah di sini"
Mereka berempat duduk di bangku taman yang lumayan panjang dan itu cukup untuk empat orang dewasa.rey di samping Laura dan Laura berselisihan dengan Nila..The bumil's di apit para suami di sampingnya.
"By kita abis ini mau kemana..?"
"Kamu maunya kemana baby..aku ikut aja" Rey hanya mengikuti kemana istrinya ingin pergi.
"Ka Laura gimana kalau ke bioskop..ada film bagus loh" timpal Nila memberi ide.
"Benarkah..boleh juga" ucap Laura mengiyakan.
"Baiklah kita semua sepakat ke bioskop..ayo sekarang berangkat keburu gelap" Erick menimpali.
Mereka berempat bangkit dari duduknya..tapi sebelum pergi tiba-tiba seorang pengganggu datang menghampiri mereka..siapa lagi kalau bukan Sassy.. benar-benar tidak bisa di kasih kesempatan nih perempuan.
"Stop...jangan mendekati suamiku..cih..dasar tidak tau malu" Nila mencibir tingkah Sassy.
"Kamu kenapa sih Nila..aku kan bertanya oada Erick kenapa jadi kamu yang marah..biasa aja kali Nila..nantinya juga suamimu akan jadi suamiku oops.. keceplosan"
Nila mengernyitkan dahi mendengarkan perkataan Sassy barusan..apa maksud nya suamiku akan jadi suaminya juga.
"Apa maksudmu..bicara yang jelas dan jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan kesempatan itu "
Sassy mengambil sebuah amplop dari dalam tasnya kemudian dia menyerahkannya kepada Nila..Nila mwnerima amplop itu kemudian membukanya dan betapa dia terkejut melihat beberapa foto dengan pose yang bisa di katakan intim terpampang jelas di hadapannya.
"Erick..a..apa..apa ini..je.. jelaskan pada ku"
Erick sudah menduga pasti akan terjadi hal seperti ini nantinya maka dari itu dia sudah bersiap dengan kemungkinan kecil dan besarnya.
"Kamu percaya padaku..atau padanya..?" tanya Erick memberikan pertanyaan menohok.
"Aku..ingin percaya padamu..tapi..tapi ini.. bagaimana kau menjelaskan nya Rick"
"Jika kau percaya padaku..maka jangan pedulikan foto itu..aku suamimu dan kau lebih mengenal ku daripada dia..apakah kebersamaan kita tiada artinya selama ini sayang..?"
__ADS_1
Nila terkena pukullan telak..dia baru sadar jika dia salah..dia lebih mengenal Erick..selama menikah dengan Erick..tak sekalipun ada wanita yang datang dan mengaku sebagai teman dekat atau apapun..tapi ketika sepupunya datang dia malah bertingkah dan berfikir pendek.
"Maaf sayang..maafkan aku..aku percaya pada mu..kamu nggak akan mungkin mengkhianati kepercayaan ku..maaf"
"Sudah tidak apa-apa..lihatlah ini"
Erick menyodorkan ponselnya pada Nila..Nila mwnerimanya dan melihat isi rekaman video itu..benar saja Sassy memang minta di ulek.
"Oh..jadi ada yang mau membuatku cemburu ternyata.." Nila berjalan mendekati Sassy dan kemudian..
PLAK.....
Satu tamparan mendarat mulus di pipi Sassy..
"Dengarkan aku baik-baik ja**Ng murahan..kau bisa berbuat sesukamu dengan cara merebut rumah peninggalan orang tuaku tapi tidak dengan suamiku..jika kau berani menggodanya lagi sekali saja..maka akan ku pastikan wajah cantikmu ini akan hancur bersamaan dengan tubuhmu yang busuk ini.. camkan itu baik-baik..aku bukan lagi Nila si lemah yang mudah kau tindas...jika kau tidak percaya maka bisa kita coba"
Sassy mundur beberapa langkah..dia begidik ngeri mendengar ancaman Nila..dia tak menyangka Nila si lemah yang dulu dia tindas sekarang sudah berubah.. bagaimana ini..apakah dia harus mundur atau terus maju..tapi bagaimana dengan ancaman Nila.
"Kau..-"
Erick menyela perkataan Sassy...dia sudah muak dengan tingkah Sassy..dia akan bertindak bagaimanapun juga rumah tangganya sudah di usik.. sepertinya peringatan kecil darinya kemarin masih belum bisa membuat efek.
"Sepertinya aku sudah pernah memperingati mu sebelumnya..tapi kau anggap peringatan dariku hanya angin lalu.. baiklah itu kemauanmu"
"Pengawal bawa wanita ini dan lakukan apapun yang kalian mau..free for you guys.." Erick menyuruh beberapa anak buah Rey untuk menyeret dan melakukan apapun yang mereka inginkan..tentu saja mereka tidak menolak..mereka seperti mendapatkan jackpot.
"Terimakasih tuan..kami akan menikmati waktu kami"
"Ya.. bersenang-senang lah" ucap Rey yang hanya melihat saja sedari tadi.
"By apa yang akan mereka lakukan padanya..?"
"Sstt..bumil tidak boleh kepo nanti anak kita jadi tukang gosip bagaimana..kau mau..?"
"Tidak by. baiklah Laura menurut"
"Good girl"
Anak buah Rey membawa Sassy ke ruang bawah tanah dan menikmati tubuh Sassy secara bergantian..mereka ada 4 orang..Sassy berteriak histeris dan teriakan itu seakan suara indah bagi para anak buah Rey.
"Ayo ja**ng lakukan tugasmu..ahh..ahh"
Satu orang dari depan satu lagi dari depan dan satu lagi dari mulut sedangkan yang satunya bermain di squisynya Sassy yang hanya buatan tangan manusia.
Sassy Mendes*h dan mengerang kesakitan juga kenikmatan..nano-nano jika tidak salah.
__ADS_1
Mereka benar-benar tidak melepaskan Sassy barang sedetikpun..mereka bteeus bergantian menggilir Sassy yang sudah terkulai tak berdaya.