
Deril sudah pindah ke rumah barunya yang Rey belikan untuk dia..Awalnya ibunya tidak setuju tapi setelah Deril menjelaskan lagi akhirnya ibunya hanya bisa mengiyakan saja..tidak apalah asal anak-anaknya bisa tinggal di rumah yang lebih layak.
"Mom Deril berangkat kerja dulu ya"
"Iya hati-hati nak..kamu kapan mulai kuliah nak..?"
"2 hari lagi mom..kuliah Deril juga nggak setiap hari jadi Deril masih tetep kerja sama bos Rey"
"Baiklah..sampaikan terimakasih momy pada bosmu ya nak.."
"Iya mom..ya udah Deril berangkat dulu.."
"Iya hati-hati"
Deril berangkat dengan mobil yang sudah Rey sediakan khusus untuknya sebagai fasilitas kendaraan pulang pergi kantor.
Sampailah dia di kantor..Deril segera mwnuju ruangannya..dia tadi mendapat sinyal dari alat penyadap yang di pasang Sarah.
"Shitt..rupanya kau ingin bermain-main ya.. baiklah ayo kita mulai"
Deril sudah melacak lokasi pelaku nya..dia juga mengirim virus buatannya untuk mengacaukan sistem pelakunya..Deril tak main-main dengan si pelaku yang sudah meneror dan mengganggu ketenangan Keluarga Wilson.
Beberapa hari ini Deril melakukan sesuatu untuk melindungi keamanan rumah Rey juga perusahaan..dia membuat sebuah alat pengaman otomatis untuk sekedar berjaga-jaga dari serangan dadakan musuh.
"Bos.."
"Ada apa Deril"
"Begini..em..maaf sebelumnya saya lancang.."
"Katakanlah"
"Saya membuat sebuah alat pengaman otomatis untuk melindungi keamanan rumah anda dan juga perusahaan..intinya jika ada situasi yang mengganggu maka alat itu akan otomatis malakukan pengamanan sendiri tanpa harus di pantau oleh kita"
"Pengaman..apakah tidak berbahaya"
"Tidak bos..sistem akan mengindentifikasi para penghuni rumah anda melalui pindai wajah..jadi wajah para penghuni rumah di scan dulu agar bis di kenali dan jika ada situasi darurat maka penghuni rumah akan selamat dan aman"
"Hm..boleh juga..sudah kau uji coba dulu..?"
"Sudah bos di rumah saya sendiri..dan hasilnya memuaskan"
"Baiklah kau boleh memasang alat itu di rumahku..tapi jika di perusahaan bagaimana kan banyak karyawan dan tidak mungkin kita menscan satu persatu hingga ribuan kan..?".
"Tenang saja bos.. untuk perusahaan kita hanya tinggal menginput data para karyawan saja..dan otomatis alat itu akan mengenali sang pemilik data"
__ADS_1
"Bagus..kau memang bisa di andalkan"
"Terimakasih bos..oh ya satu lagi saya sudah berhasil menemukan lokasi pelaku penabrakan mobil anda juga peneror dan pengintai dan itu dua orang berbeda bos"
"Dua orang..siapa saja "
"Setelah saya selidiki lagi peneror dan pelaku penabrakan berasal dari satu pihak yang sama sementara pembobol data perusahaan adalah salah satu rekan bisnis anda sendiri bos"
"Rekan bisnis..?"
"Ya..kalau tidak salah namanya Jeremy Renner dari perusahaan R.Corp Company.."
"Hahaha ternyata hanya secuil sampah yang ingin bersaing dengan intan berlian.. baiklah terimakasih atas informasinya Deril..oh ya pelaku pengintai dan peneror apa kau sudah tau namanya..?"
"Namanya kalau tidak salah Sarah bos..dia tinggal di apartemen dekat kediaman anda"
"Sarah..apakah orang yang sama yang memasang alat itu"
"Benar bos"
"Haha.. baiklah aku benar-benar puas dengan hasil kerjamu Deril.. terimakasih"
"Sama-sama bos"
Deril kembali ke ruangannya.. sebelum nya alat penyadap itu sudah di pindahkan ke gudang kosong di lantai bawah..Rey sengaja melakukan itu karena dia tak ingin semua rencananya gagal.
"Kau salah mengusik ketenangan keluarga ku..maka terimalah nasib akhir hidupmu yang mengenaskan nanti"
Rey menghubungi Erick dan memintanya mempersiapkan segala keperluan nya untuk berperang dengan Sarah..kali ini tiada lagi kata ampun bagi wanita itu meski dia juga bagian Keluarga Wilson tapi dia sudah begitu keterlaluan.
"Bagaimana Rick apa kau sudah menyiapkan semuanya..?"
"Sudah bos..amunisi kita sudah lengkap..lokasi juga sudah di tentukan"
"Good job..pancing wanita itu untuk datang ke lokasi yang sudah aku tentukan..Pastikan jangan sampai ketahuan orang rumah apalagi istriku"
"Paham bos.. laksanakan"
Di kediaman Rey Laura tak tenang sejak tadi memikirkan kondisi Rey..ntahlah ada apa sebenarnya..tidak biasanya Rey susah di hubungi..membuat Laura semakin khawatir.
"Ish..hubby ini kemana sih..kenapa susah sekali di hubungi"
Laura mondar-mandir di teras rumah..dia ingin ke kantor Rey tapi dia belum dapat ijin takutnya jadi masalah..Laura tau jika saat ini keadaan belum aman maka dari itu Laura memilih di rumah saja demi kebaikan nya sendiri.
Laura memilih masuk kamarnya dan menenangkan pikirannya dulu..dia sekarang begitu kalut..dia tak ingin sampai berpikiran yang tidak-tidak terhadap suaminya.
__ADS_1
Mama Rey masih di kamar si kembar dan baby G..usia mereka semakin bertambah dan bertambah pula tingkah laku yang membuat mereka geleng-geleng kepala.
Hari ini Dady Jo datang untuk sekedar menjenguk para cucu nya..mereka sudah rindu dengan tingkah ketiga cucunya itu.
"Laura dimana jeng..?"
"Laura di kamar sepertinya jeng.."
"Oh baiklah tidak apa-apa..biarkan dia istirahat saja"
"Kau benar jeng"
Mereka mengobrol dengan para bocil dengan sesekali tertawa melihat tingkah ketiga bocil di hadapannya..ada saja tingkah polah yang menggemaskan menurut mereka .
Sedangkan Dady Jo sedang di ruang kerja Dady Wil..mereka membahas tentang Sarah yang sudah semakin menggila saja.
"Jadi apa rencanamu Jo..?"
"Rencanaku adalah segera mengakhiri semuanya..aku tak ingin ada korban dalam masalah ini dan malah mengganggu ketenangan kita"
"Kau benar Jo..akupun berfikir begitu..biar nanti aku bicarakan dengan Rey juga"
"Iya lebih cepat lebih baik Wil"
Setelah membahas tentang Sarah kini kedua Opa itu tengh membahas tentang perusahaan..tak jauh-jauh dari kerjasama antara perusahaan satu dengan yang lain pastinya.
*
*
Di suatu gudang kosong yang sudah terbengkalai..Rey dan beberapa pengawal juga Deril,Erick,dan tim khusus sudah bersiap..Rey memancing Sarah agar lebih mudah dalam menjalankan rencananya.
Rey tak tau jika Sarah juga punya rencana tersendiri untuk menghadapi dia nantinya..Rey hanya bisa mengantisipasi kemungkinan besar dan kecilnya saja.
Tak berapa lama kemudian Sarah datang dwngan membawa beberapa orang untuk mengawalnya juga untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.
"Wah..wah..wah..ternyata keponakanku ini benar-benar berani ya..apa kau tak takut aku akan membunuh mu nantinya...?"
Rey hanay tersenyum miring menanggapi pertanyaan Sarah..Rey berjalan semakin mendekati Sarah..Sarah bersiaga..dia tak ingin kecolongan oleh bocah seperti Rey..dia sudah menyiapkan rencananya sendiri.
"Sepertinya kau begitu ingin menghabisi Keluarga ku..?" tanya Rey dengan santainya.
"Kau tau apa yangs udah Keluarga mu alakukan oada Keluarga ku hah..kalian membunuh anakku Alya..kalian adalah Keluarga PEMBUNUH"
Rey hanya tertawa mendengar penuturan sarah..dia berhasil memancing emosi Sarah..semakin memudahkan rencananya jika terus seperti ini.
__ADS_1
"Kau akan mati di tanganku Rey..Matilah kau.."