
3 Bulan kemudian.................
Di kediaman Rey kini tengh gempar karena Laura bertingkah aneh pagi ini.
Dia minta Rey mencium kepala botak tetangga sebelah..awalnya mereka seperti biasa semalam habis nganu..Laura bangun pagi karena perutnya seperti di ubek-ubek dari dalam.
Laura memuntahkan isi perutnya yang hanya air saja..Laura pikir dia masuk angin saja karena memang semalam tidak makan malam ntahlah akhir-akhir ini dia kurang semangat bawaannya mager.
"Hubby..bangun" Laura mengguncangkan tubuh Rey agar bangun.
"Hmmm" Rey hanya berdehem saja sambil masih menutup matanya.
"By bangun..ishhh"
Kali ini Rey bangun dan membuka matanya sempurna..dia melihat istri tercintanya tengh mengerucutkan bibirnya.
"Ada apa baby..?"
"By..Laura mau..hubby ngelakuin sesuatu"
"Apa memangnya..?"
Rey masih mode sabar karena dia tau istri nya tidak bisa di bentak atau di kasari.. bisa-bisa Kanjeng momy dan nyai momy ngamuk.
"Cium kepala botak tetangga"
"Apaaa..."
"Kenapa..biasa aja kali by"
"Hey baby biasa aja gimana..kamu aneh deh permintaannya..nggak..nggak..nggak..aku nggak mau"
Laura menatap Rey sebentar kemudian bangkit dan pergi menuju kamar anak-anaknya..dia mengunci kamar anaknya agar Rey tak bisa masuk.
"Baby kau mau kemana..hey Laura"
Nihil Laura melenggang pergi begitu saja tanpa peduli panggilan Rey.
Sementara itu di kediaman Erick juga tengh terjadi huru hara..Nila meminta Erick membawakan. pedagang ice cream tapi dengan pakaian serba pink baik pakaian luar maupun pakaian dalam jangan lupa satu lagi penjual es krim itu harus laki-laki usianya 50 tahunan dan harus memiliki tinggi badan 170cm,rambutnya harus potongan mangkok serta kumis tipis dan tidak boleh kurang ataupun lebih.
Erick yang mendengar permintaan sang istri hanya bisa menganga lebar.. bagaimana bisa dia mendapatkan tukang es krim seperti yang istri nya minta..Tuhan ampunilah dosa Erick.
"Sayang mana ada penjual es krim seperti yang kamu mau..yang lain aja ya..please" pinta Erick seperti putus asa.
"Nggak mau.. pokoknya aku maunya seperti itu titik.."
"Tapi gimana kalo nggak ada yank..?"
__ADS_1
"Pokoknya harus ada "
Setelah itu Nila pergi ke kamar dan menguncinya..Erick kelabakan bagaimana dia harus mencari penjual es krim seperti yang Nila minta..astaga apa dia sedang PMS atau gimana.
Erick mengambil ponselnya dan menghubungi Rey manatau Rey bisa membantu nya..padahal dia tidak tau saja Rey juga sedang kelabakan saat ini.
Akhirnya Erick memutuskan untuk membawa Nila ke kediaman Rey..dia berharap setelah Laura dan Nila bertemu keinginannya bisa dia lupakan.
"Sayang kita ke rumah Gio dan Gia yuk..mau nggak..?"
Nila membuka pintu dengan senyum sejuta gula pasir..dia mengangguk dan dengan cepat dia mengganti pakaiannya kemudian mencari tas yang cocok untuknya..jangan lupakan sandal bulu pilihannya..sandalnya bergambar princess Elsa si projen.
"Ayo aku siap.."
"Ok.."
Mereka menuju kediaman Rey.. sementara itu Rey juga mengabarkan bahwa Nila dan Erick akan datang tentu saja Laura langsung melesat ke kamar ganti kemudian dia memilah memilih baju yang akan dia kenakan.
"Pakai baju apa ya..emm.. ishhh Laura bingung"
Akhirnya pilihan nya jatuh pada baju bergambar musang biru bulat berkumis..sandalnya dia memilih sandal rumahan saja bergambar musang biru juga.
"Baby kenapa pakai baju itu sih..?" Rey protes melihat istrinya memakai pakaian motif kartun karena Laura jadi terlihat lebih imut dan Rey tidak ingin Laura di lihat orang lain.
"Apa sih by..keluar sana"
"Tau ah"
Laura memalingkan wajahnya..dia tak mau melihat Rey saat ini..dia marah karena Rey tak menuruti permintaannya.
Rey dengan gencar menciumi leher istrinya..dia cecap hingga membentuk warna merah di leher putih istri nya..Rey ingin Laura tidak marah lagi padanya..rasanya sungguh seperti sayur tanpa garam.
"By..ahh"
Rey tersenyum mendengar suara horor istrinya..Rey melakukan lebih..dia tau kalau Laura sudah benar-benar terangsang karena perbuatannya.
Dan akhirnya ronde kesekian kalinya terjadi di pagi menjelang siang itu..kini Laura lebih agresif di banding sebelumnya..Laura memimpin permainan panas mereka..dengan posisi WOT Laura benar-benar merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Sesi kali ini telah selesai..Laura mandi lagi..Rey juga ikut mandi dan lagi dan lagi..Rey ini benar-benar minta di getok gayung ya ternyata.
Sementara itu Erick sudah sampai di halaman kediaman Rey..mereka turun dari mobil dan kemudian masuk ke dalam.
Mereka di sambut oleh mama Rey dan juga mama Laura yang sedang bermain dengan Gia dan Gio..Nila langsung mendekati Si kembar dan menoel-noel pipi gembul si kembar.
Sebelumnya Rey sudah meminta dokter untuk datang karena Rey merasa bahwa Laura seperti tengh ngidam..dia juga berharap semoga saja dugaan nya benar.
"Nak Erick Nila..ayo duduk..Rey sepertinya sebentar lagi turun" ucap mama Rey.
__ADS_1
"Nggak apa mom..Dady mana mom..?"
"Dady Wil dan Dady Jo lagi main catur di gazebo belakang taman.." mama Laura menjawab pertanyaan Erick.
"Oh begitu ya sudha aku susual Dady dulu mom..sayang kamu di sini aja ya sama si kembar"
"Iya"
Erick tau.. sekarang istrinya masih ngambek.. bagaimana caranya supaya Nila lupa akan permintaannya ya..kenapa wanita sangat susah di tebak sih.
Rey datang bersama Laura bertepatan dengan dokter yang Rey hubungi tadi.
"Rey siapa yang sakit nak..?" tanya mama Rey saat melihat dokter masuk.
"Nggak ada yang sakit mom.. seperti nya momy akan mendapatkan cucu baru.."
"Apaaa..?"
"Ishhh biasa aja kali mom nggak usah kaget gitu"
"Anak nakal..kamu ngggak kasihan apa sama istrimu hah.."
"Ishh..namanya rejeki mom..Rey juga awalnya nggak tau tapi stelah beberapa hari terakhir ini Laura tingkahnya aneh juga kadang minta yang nggak wajar..jadi Rey menduga Laura hamil"
"Sudahlah niar dokter sjaa yang periksa"
Nila juga ikut di periksa oleh dokter itu karena Erick tiba-tiba datang dan mengatakan keanehan yang Nila tunjukan akhir-akhir ini.
"Selamat tuan Erick istri anda tengh hamil..untuk lebih jelasnya silahkan periksakan ke dokter obgyn saja.."
"Yesssss.. terimaskaih dok.. terimaskaih sayang..aku akan jadi ayah..yeyyyy"
Erick begitu senang mendengar istri nya hamil..begitu juga dengan Rey dia juga senang sekali..dia seakan lupa kalau dia dulu pernah janji nggak akan meminta anak lagi setelah melihat Laura melahirkan dan kesakitan seprti dulu..huh memang namanya pria kadang minta di getok dulu baru inget janjinya.
"Selamat tuan Rey istri anda juga tengh hamil.. sebaiknya kalian bersua bawa istri kalian ke dokter obgyn saja supaya lebih jelas usia kandungannya"
"Baiklah dok.. terimakasih"
"Sama-sama tuan kalau begitu syaa permisi"
"Ya.."
Rey mwmwluk Laura erat bahkan dia menciumi seluruh wajah istrinya di depan orang banyak..mama rwy gemas dengan tingkah anaknya dan..
Plak....
Satu pukulan mendarat di pantat Rey dengan sempurna.
__ADS_1
Rey dan Erick tak menduga kalau istri mereka akan hamil bersamaan seperti ini.mtaoi mereka bahagia akhirnya keinginan istri mereka bisa terlupakan..selamat.