PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 14 #S2_Penyiksaan


__ADS_3

Kondisi Laura sudah berangsur-angsur membaik..semalam Laura sudah melewati masa kritisnya..keluarga sangat bahagia mendengar kabar itu..mereka berbondong-bondong datang ke rumah sakit hanya untuk melihat Laura.


Gia..Gian..dan Genie begitu marah dengan sang kakak dan Daddy bisa-bisanya ada masalah sepenting ini mereka malah diam saja dan tak memberitahu keluarga.


Gia dan Genie menangis histeris ketika melihat sang mommy..Genie bahkan langsung tak sadarkan diri setelah melihat mommy nya..Sedangkan Gia dia memukuli Gio dan meluapkan emosi nya pada Kaka dan Daddy nya.


"Gia masih marah sama Kaka dan Daddy..?" tanya Gio menghampiri kembaran nya.


"Nggak usah banyak tanya" jawab Gia ketus.


Gio tau kembaran nya itu masih kesal dengan nya dan daddynya..biarkan saja dulu..memang ini salah mereka yang tak memberitahu keadaan Mommy nya.


"Dad Gio titip Mommy.. Gio mau urus cemilan Tiger dulu"


"Pergilah..habiskan jangan ada sisa"


"Sure dad"


Gio pergi dari rumah sakit tapi baru keluar dari kamar rawat Laura dia berpapasan dengan Alana.. Gio berhenti sebentar untuk sekedar mengobrol.


"Hey kenapa nggak ngabarin aku..?" tanya Gio.


"Maaf ka..Nana tadi njenguk Mommy.. bagaimana keadaan aunty..?"


"Mommy udah baik-baik saja.. kondisinya juga semakin pulih..maaf belum sempet liat aunty Vanya..gimana sekarang..?"


"Mommy juga udah baikan ka..sekarang udah sadar dan mungkin 2 hari lagi udah boleh pulang"


"Ok kakau begitu aku pergi dulu ya..ada urusan penting..kamu jaga kesehatan..jangan lupa cek kesehatan..maaf aku belum bisa nemenin kamu dulu..pernikahan kita juga belum bisa di laksanakan dulu karena kamu tau sendiri kondisi Mommy belum memungkinkan..setidaknya tunggu sampai mommy sembuh baru kita menikah..kamu nggak apa-apa kan..?"


Alana tersenyum mendengar perkataan Gio..dia tak masalah.. dia juga tau kondisinya belum memungkinkan..dia tak mau banyak menuntut.. ikuti saja pasti Gio tau mana yang terbaik buat mereka.


"Nana nggak marah..Nana juga nggak keberatan..Nana tau kondisinya belum memungkinkan untuk kita melakukan pernikahan..Nana ikut ka Gio aja"


"Makasih ya..kamu udah ngertiin aku..aku makin sayang sama kamu"


"Apa sih ka..Nana malu"


"Hahaha udah sana masuk aku pergi dulu.. hati-hati Gia lagi mood kesel"


"Baiklah Nana tau..Kaka juga hati-hati"


Gio memandang wajah Nana sebentar..dia melihat bibir wanita itu..tak tahan dengan bibir nganggurnya akhirnya Gio mencecap nya.


Gio menarik Alana lebih dekat dengannya..dia mencium Nana lembut..tak mau berlama-lama takut ketahuan camer bisa gawat urusannya.

__ADS_1


Selesai mencium Alana Gio pergi untuk menyelesaikan tugas nya..dia tak sabar untuk menyiksa bedebah yang berani membuat sang Mommy menjadi terbaring lemah di atas brankar rumah sakit.


1 jam perjalanan dari rumah sakit akhirnya Gio sampai di depan sebuah gedung yang terlihat seperti villa namun ketika masuk jangan di tanya suasananya seperti rumah hantu begitu mencekam.


"Selamat datang bos.."


"Bagaimana mereka..?"


"Aman bos"


"Bagus..siapkan Tiger..aku mau memberinya hadiah"


"Baik bos"


Gio mwnuju ruangan penyiksaan..di sana sudah ada dua orang pria dan wanita yang sedang meringkuk di balik jeruji besi dan di depannya sudah berjaga seekor anjing berjenis Wolf Hybrid.


Anjing itu tidak mudah untuk di jinakkan tapi bukan Gio namanya jika tidak bisa mmebuat seekor anjing jinak padanya.. daddy nya saja bisa menjinakkan leopard dan singa masa dia tidak bisa.


"Wolfy come to Daddy.." ucap Gio.


Anjing itu langsung mendekat dan mendusel di kaki Gio.. Gio mengelus-elus punggung nya dan kepalanya.. Gio senang bisa memiliki seekor anjing yang amat patuh.


"Have you eaten..?"


"Ok sabar boy..tunggu saudara mu datang maka Daddy akan mulai permainan nya"


Gio duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh anak buahnya..dia memeriksa alat-alat yang akan dia gunakan untuk menyiksa mereka.


"Apa kalian sudah mengasah benda kesayangan ku dengan baik dan tajam..?"


"Sudah bos..di jamin untuk memotong tulang akan langsung patah"


"Bagus..siapkan segalanya..bawa Tiger ke mari"


"Siap bos"


Gio mengambil tang dan mengelap nya..dia bersihkan dulu agar lebih mengkilat di pandang..dia tersenyum devil..entahlah nasib apa yang akan mereka terima.


"Keluarkan pria bodoh itu"


"Siap bos"


Anak buah Gio mengeluarkan Remon dari dlama sel..Remon memberontak tapi tenaganya kalah..dia sudah di siksa berkali-kali oleh anak buah Gio bahkan Erick dan Willy juga Bastian kerap datang untuk sekedar memberikan bogem mentah pada nya.


"Bagaimana kabarmu..apa masih kuat menerima hadiah dariku..?"

__ADS_1


Remon ketakutan melihat berbagai macam senjata tajam di atas meja itu..dia tak tau nasibnya akan menjafi apa nanti.


"Tangan mana yang kau gunakan untuk menjambak rambut indah ibuku..apa kanan atau kiri..ah sebaiknya dua-duanya saja aku beri hadiah"


Gio memegang tang yang tadi sudah dia bersihkan..dia meminta anak buahnya untuk memegang tangan Remon.


"Pegang tangannya..aku mau mencabut kuku kotornya"


Remon meronta merasakan sakit di jari tangannya..dia tak bisa berteriak karena suaranya sudah hilang..pita suaranya sudah rusak karena di hantam balok kayu di bagian lehernya dan membuat kerongkongannya pecah.


Gio tertawa saat mencabuti kuku Remon..dia senang bau darah seakan menjadi bau aromaterapi baginya.. menyenangkan.


Setelah habis kesepuluh kuku itu di cabutnya kini berpindah di kaki yang sudah berani menendang perut ibunya..perut yang saat bayi dia gunakan untuk berlindung malah di tendang oleh kaki kotor orang bodoh.


"Angkat kakinya"


Gio melakukan hal yang sama dengan kuku jari tangan..setelah habis dia mengambil palu..dia lihat palunya dan menukarnya menjadi lebih besar sedikit.


"Tangan mana yang kau gunakan untuk memukul wajah ibuku..kanan atau kiri..apa dua-duanya.. sepertinya dua-duanya lebih bagus ku beri hadiah"


"Ambilkan papan kayu yang sudah aku minta siapkan kemarin.. cepat"


"Baik bos"


Anak buah Gio mengambil papan kayu itu..papan kayu yang sudah di lapisi beton itu sudah sangat siap untuk di gunakan.


"Letakkan tangannya di atas papan ..aku mau memoar tangannya menggunakan palu ini"


"Ba..baik bos"


Mereka meletakkan tangan Remon di atas paoa. kayu itu dan tak menunggu lama lagi Gio memukulkan lalu itu sekuat tenaga nya seketika ibu jari Remon remuk.. kini beralih ke telunjuknya..hal yanh sama Gio lakukan seperti nasib ibu jari tadi..jari telunjuk Remon remuk dan nasib ketiga jari lainnya juga sama.


Brak....


Brak....


Brak.....


Hingga sepuluh kali suara itu terdengar..Remon sudah tidak bisa berteriak dan mengeluarkan suara nya untuk menunjukkan seberapa tersiksanya dia..dia hnay bisa meronta di pegangan anak buah Gio.


"Inilah balasannya jika kau berani menyentuh keluarga ku..baik cukup hari ini..nanti aku akan datang lagi untuk kesepuluh jari kaki mu..masukan dia kedalam sel lagi..jangan biarkan dia mati sebelum merasakan apa yang Mommy ku rasakan"


"Siap bos"


Gio mencuci tangannya dan membersihkan dirinya..dia tak mau keluarga nya mencium bau darah dari tubuhnya..dia tak Sudi bau datah bajingan bodoh seperti Remon membekas di tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2