
Di Rumah Sakit...............
Laura dan Rey sudah berada di ruangan dokter kandungan..sesuai janji kemarin yang di buat dokter Willy hari ini mereka akan melakukan pengecekan terhadap kehamilan Laura.
Laura awalnya tidak tau apa itu kehamilan tapi setelah Rey menjelaskan pada intinya di dalam perutnya ada bayi mereka dan Laura di minta untuk menjaga nya sepenuh hati..Laura begitu senang mendengarnya dia juga berjanji pada Rey dan juga mertuanya bahwa Laura akan berusaha sekuat mungkin menjaga anaknya.
"Jadi dokter bagaimana hasilnya..?" tanya Rey dengan raut wajah datarnya.
"Semuanya baik-baik saja tuan..hanya saya sarankan jangan terlalu sering berhubungan intim dengan istri anda untuk saat ini karena kehamilan nya masih sangat lemah jadi saya sarankan nona Laura bed rest saja sampai kandungannya lebih kuat untuk menghindari hal-hal yang tidak inginkan"jelas sang dokter menerangkan tentang kondisi kehamilan Laura.
"Baiklah dok terimakasih"
"Sama-sama tuan..saya akan meresepkan obat penguat kandungan dan juga vitaminnya jangan lupa di minum setiap hari..jaga pola makan dan juga kesehatan anda ya nona Laura"
"Baik dokter terimakasih"
Rey dan Laura keluar dari ruangan dokter dan menuju parkiran..mereka telah sampai di parkiran kemudian mereka masuk dan segera berlalu dari rumah sakit menuju rumah pribadi Rey.
"Baby kau tidak apa-apa kan..?" tanya Rey ketika melihat sang istri begitu lesu dan pucat.
"Hanya lemes by.."
"Ya sudah tidurlah sebentar nanti jika sudah sampai akan ku bangunkan"
"Hubby kau anggap aku ini babi apa yang suka tidur..jahat sekali sih"
"Eh.. b-bukan baby.. maksud ku kalau kau lelah maka tidur dulu saja begitu baby..kenapa kau sensitif sekali sih hm"
"Tau ah..aku mau tidur"
"Ya sudah istirahat lah"
"Hem"
Skip....................
Tuan Anderson dan sang istri diam-diam sedang merencanakan sesuatu untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
"Mom kau yakin rencana ini akan berhasil..?"
"Tentu saja dad..tenang saja..kali ini mereka akan dengan mudah nya menuruti apa yang kita inginkan"
__ADS_1
"Baguslah..aku tak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi"
"Memangnya aku mau apa..kau pikir aku bodoh yang tidak memikirkan resikonya barang terkecil sekalipun"
"Baiklah aku percaya padamu sayang"
"Cih.."
2 Bulan yang lalu tuan Wilson memerintahkan anak buahnya untuk melakukan sesuatu pada tuan Anderson beserta istrinya..itu dia lakukan untuk membuat keduanya jera dan tidak lagi tamak.
Namun prediksi nya salah justru mereka berdua terlihat mendendam pada keluarga Wilson dan ingin membalas melalui Laura menantu kesayangannya.
Pasalnya tuan Wilson membuat keluarga Anderson di permalukan di perusahaan keluarga Anderson sendiri dengan cara membongkar kedok busuk yang selama ini di tutupi tuan Anderson dari publik.
Setelahnya.................
"Tuan, sepertinya tuan Anderson dan istrinya sedang merencanakan sesuatu pada keluarga Wilson"
"Biarkan dulu..terus awasi jika mereka berani macam-macam eksekusi saja"
"Baik tuan..kami permisi"
Tuan Wilson menuju kamarnya dan menemui istrinya untuk memberitahu kabar ini.
"Sayang kau sedang apa..?" tanya tuan Wilson pada sang istri.
"Aku hanya rindu oada Laura sayang"
"Kau mau kesana..?"
"Apa boleh..?"
"Tentu saja"
"Let's go "
"As your wish madam"
Mereka menuju kediaman Rey untuk temu kangen dengan Laura..lebay sekali si nyonya besar ini padajal baru sehari tidak ketemu.
Mereka sampai di rumah pribadi Rey dan di sambut beberapa bodyguard dan juga pelayan.
__ADS_1
"Selamat datang tuan dan nyonya besar"
"Terimakasih..apa Laura dan Rey ada ..?"
" Ada nyonya..akan saya panggilkan silahkan duduk dulu tuan,nyonya "
"Ya"
Pelayan itu menuju lantai atas dan mengetuk pintu kamar Rey..tak selang berapa lama Laura membukakan pintu.
"Ada apa bi..?"
"Maaf nona di bawah ada tuan dan nyonya besar"
"Siapa baby..?"tanya Rey dari dalam.
"Baiklah kau boleh pergi.. terimakasih"
"Permisi nona"
Laura menutup pintu dan menghampiri Rey yang baru keluar dari kamar mandi.
"Momy dan Dady di bawah hubby"
"Ouh..ayo turun"
"He'em"
Mereka berdua turun dan menghampiri kedua orangtuanya.
Laura dengan hati-hati menuntun Rey untuk duduk di sofa dan memastikan agar sang suami nyaman.
"Laura harusnya Rey yang melayanimu nak"
"Tidak apa-apa mom..ini sudah jadi kewajiban Laura"
"Oh sayang..kau begitu baik nak..momy semakin menyayangi mu"
"Terimakasih mom".
Mereka berempat duduk dan berbincang dengan zona nyaman dan hangat penuh kekeluargaan..Laura juga terlihat sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaannya..inikah yang namanya keluarga saling menyayangi dan memahami satu sama lain.
__ADS_1