
Dua hari kemudian Laura sudah agak mendingan.. tubuhnya sudah mulai pulih dan segar kembali.
Rey benar-benar menahan diri agar tidak mencari masalah.. bisa-bisa di kuliti si Jono kalau sampai tergoda.. semalaman penuh dia mebgana hasratnya..tahan Jon jangan cari masalah..hanya kata itu yang Rey sematkan dalam otak cerdasnya.
"Baby aku berangkat dulu ya..kamu nggak apa-apa kan aku tinggal..?"
"Nggak apa-apa by..kamu hati-hati"
"Baiklah.."
Rey menuju mobilnya dia di antar supir..setelah berpamitan pada ketiga anaknya juga para Kanjeng-kanjeng tentunya.
Laura kembali ke kamar si kembar dan baby G..dia rindu dengan ketiga anaknya..walau nakal tapi tak menyurutkan rasa rindu by.
"Hay sayang-sayangku"
Gio menjadi yang pertama berjalan ke arah Laura.. sebenarnya Gia yang lebih dekat dengan Laura tapi ketika akan bangun Gia di dorong lagi agar tidak jadi bangun oleh Gio.
Gio bener-bener manja kaya dady-nya.
Laura hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Gio yang super manjanya.. sebenarnya Laura kasihan pada adik-adik Gio karena selalu saja tidak pernah kebagian jatah.
Jatahnya selalu di ambil Gio.. bener-bener persis seperti Dady nya.
"Gio sayang jangan gitu dong..kasihan adik nak..kan momy punya kalian jadi harus adil ya..?"
Gio hanya mlengos..dia seakan tak peduli dengan ucapan Laura..yang dia tau momynya ada dalam genggamannya.
Lagi dan lagi Laura tidak bisa menyalakan Gio karena ini sudah jadi sifatnya yang di turunkan oleh suami posesif nya.
"Sudah Gio main lagi ya sama adik..momy mau istirahat kepala momy masih pusing..jangan nakal ya sama adik Gio sayang momy kan..?"
Gio mengangguk selama mengerti ucapan Laura..dia turun dari pangkuan Laura dan berjalan ke arah adik-adik nya.
Laura menitipkan ketiga anaknya pada kedua susternya yang menjaga ketiga bocil itu.
Laura menuju kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang..kepalanya masih sakit semalam Rey sudah memijit nya..dia di servis oleh Rey.
Rey benar-benar menepati janjinya..dia tak menyentuh Laura sama sekali..Laura tau suaminya itu menahan hasratnya mati-matian..biarlah nanti malam dia akan memuaskan Rey walau tanpa penyatuan.
Skip.........
Di kantor Rey di sibukkan dengan setumpuk dokumen yang sudah siap menyibukkan hari-harinya.
__ADS_1
Rey mengerjakan setiap dokumen yang lebih duku di perlukan tanda tangan nya..dia jadi lupa dengan gejolak dalam dirinya.
"Waktunya istirahat..istriku sudah makan belum ya..apa aku telepon saja ya..tapi kalau sedang istirahat bagaimana malah mengganggunya lagi..huhh baiklah biarkan saja dulu kasihan dia"
Rey mengalah..dia tak ingin mengganggu waktu istirahat Laura..dia tau kepala Laura pasti masih nyut-nyutan.
Rey menghubungi Erick untuk memesankan makanan..dia lapar juga setelah mengerjakan pekerjaan yang menggunung itu.
Erick memesankan makanan untuknya juga untuk Rey..dia tak sembarangan memilih tempat makan untuk mereka..dia memesan makanan dari restoran keluarga Wilson yang sudah di jamin keamanannya.
Pesanan telah siap..Erick menuju ruangan Rey..dia melihat bos sekaligus kakak angkatnya tengah memijit kepalanya.
"Permisi bos..makanan anda"
"Oh..masuk Rick..temani aku makan"
"Baiklah"
Erick masuk dan mulai makan bersama Rey..mereka bercerita sebagai kakak beradik bukan sebagai bos dan atasan.
"Bagaimana keadaan ka Laura ka..?"
"Huhh dia sudah lebih baik Rick..aku benar-benar tersiksa Rick..tapi demi Laura apapun akan aku lakukan meski harus menahan diri"
"Baiklah terimakasih sarannya.. seperti nya aku mulai paham dimana kesalahan ku"
Mereka makan dengan tenang..sesekali ejek mengejek juga terlontar dari mulut Kedua nya..orang yang tak tau kebenarannya pasti akan mengira bahwa mereka adalah Kaka adik kandung memang kedekatan Rey dan Erick tidak bisa di pungkiri lagi.
"Sudah selesai ka..aku kembali ke ruanganku dulu..ingat jangan terbawa naffsu".
"Iya cerewet sekali sih..sudah seperti Kanjeng momy kau"
"Hahahha"
Erick keluar dari ruangan Rey..dia kembali ke ruangannya..mereka mulai kembali ke aktivitas masing-masing.
Skip..........
Di lain tempat seorang pengusaha yang usianya tidak jauh dari Rey tengah duduk dengan gusar..dia memikirkan nasib perusahaannya ynag di ambang kebangkrutan.
"Shitt bagaimana bisa terjadi seperti ini..huhh apakah ini cobaan untukku"
Laki-laki itu bangkit dan menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu agar data perusahaan nya tidak semakin banyak yang hilang.
__ADS_1
"Apakah kau berhasil mengamankan data perusahaan yang tersisa..?"
"Maaf bos hanay sebagian yang bisa kami selamatkan..sisanya telah lenyap bos..maafkan kami"
"Huhhh..sudahlah tidak apa-apa..kalian sudah berjuang sejauh ini"
"Bos apa tidak sebaiknya kita minta bantuan Wilson Group..saya dengar dulu Wilson Group juga mengalami hal yang sama dengan kita tapi akhirnya mereka berhasil mengembalikan data perusahaan yang berhasil di curi itu bos"
"Kau yakin.. baiklah nanti aku hubungi tuan Rey.. terimakasih atas informasinya"
"Sama-sama bos"
Sambungan telepon terputus.. laki-laki itu duduk dengan perasaan sedikit lega.. setidaknya ada sedikit harapan dari jalan buntu ini.
"Semoga tuan Rey bisa membantu kami..huhh tuhan tolong lancarkan jalan kami..banyak nasib yang bergantung pada perusahaan huhh"
Laki-laki itu mengambil ponselnya dan menghubungi Rey..dia akan meminta bantuannya..hanya Rey harapan satu-satunya yang dia miliki.
Laki-laki itu terus mencoba menghubungi Rey sampai dia berhasil.
"Hallo tuan Rey..maaf mengganggu waktunya..."
Skip.......
Rey kembali ke rumah setelah seharian penuh bekerja dengan segunung dokumen sialan.
"Baby.. bagaimana keadaan mu..apa sudah lebih baikan..?"
"Sudah tidak apa-apa by..mandilah dulu Laura sudah menyiapkan airnya"
"Seharusnya tidak usah baby..kau masih sakit..aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu..kau ini nakal sekali sih"
"Hehe..Laura hanya menjalankan tugas Laura by..sudah sana mandi..bau"
"Baiklah.. baiklah..aku kalah"
Rey memilih mandi..dia juga lelah..badannya lengket dengan keringat..dia butuh kesegaran..dia memutuskan berendam sebentar di dalam bathtub yang sudah di siapkan oleh istrinya.
"Hmm.. aromaterapi.. istriku memang paling mengerti aku"
Rey memejamkan matanya menikmati aroma lilin aromaterapi itu..di tambah bathsalt yang juga istrinya siapkan dalam air di bathtub..Laura benar-benar mengerti kondisi dan kebutuhan nya.
Sekitar 20 menitan Rey selesai dengan acara berendam nya..dia membilas tubuh nya di shower..badannya lebih segar dan lebih terasa rileks.
__ADS_1
Dia keluar dengan menggunakan handuk yang melilit pinggangnya saja..dia melihat baju nya sudah di siapkan oleh Laura..dia senang..semakin cinta saja si Rey dengan Laura.