
Dua Bulan kemudian............
Pagi hari di kediaman Rey suasana masih sepi karena masih begitu pagi pasti tuan dan nyonya nya belum bangun.
Rey sudah bangun tak lama kemudian dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tubuhnya risih banyaknya bekas bercinta mereka semalam.
Rey tak melepaskan Laura barang sekalipun..paling jika Laura ingin ke kamar mandi aja baru di lepasin.
Setelah selesai mandi Rey menuju ranjang dan melihat betapa berantakan nya kamar mereka akibat ulahnya sendiri.
"Sepertinya aku terlalu hyper..kasian istriku pasti kecapekan"
Rey mendekati Laura dan mencium seluruh wajah cantik Laura..hal itu membuat Laura menggeliat karena tidurnya terganggu.
"Enghhh"
"Bangun baby..sudah siang"ucap Rey lirih di telinga Laura.
"Hubby..Laura nggak mau bangun..Laura capek" ucap Laura dengan mata berkaca-kaca menatap Rey.
Rey melihat mata istrinya berkaca-kaca langsung bertanya apakah dia ada salah..apakah dia keterlaluan menyerang istrinya semalaman.
"Baby..kau kenapa.. seperti akan menangis..?"
"Hubby jahat Laura capek by.."
"Ya sudah maaf ya..sekaang bangun dulu terus sarapan oke"
"By..Laura mau di gendong sama kamu tapi Laura takut hubby jatoh kan mata hubby belum sepenuhnya pulih"
Rey tertegun mendengar penuturan Laura..istrinya benar-benar baik bahkan dia masih memikirkan kondisinya.
"Kamu mau di gendong..ya sudah sini lagipula mata ku juga sudah lumayan bisa untuk melihat walau masih belum terlalu jelas"
"Tapi gimana nanti kalau kaki kamu sakit lagi by..?"
Rey tersenyum istrinya memikirkan kondisinya yang hanya pura-pura saja..sungguh beruntung sekali kau Rey.
Skip.............
Setelah selesai sarapan Laura meminta pada Rey untuk berjalan-jalan ke taman.
"By..."
__ADS_1
"Ada apa baby..?"
"Aku mau melihat kamu pakai bunga di telingamu..apa boleh..?"
"Hah...yang bener baby..masa aku pakai bunga sih kan aku laki-laki baby"
"Ya sudah maaf Laura nyusahin"
"Eh..b-bukan baby..huhh ya sudah boleh"
"Beneran by"
"Iya"
Skip..........
Setelah drama kecil yang terjadi di taman bunga tadi kini Laura meminta Rey untuk duduk diam di kursi sementara Laura mulai menjalankan misinya.
"Baby sudah belum..?"
"Sebentar lagi by..tahan dong"
"Baby aku nggak sanggup "
"Cepetan baby"
"Sabar sebentar lagi"
Tak berapa lama kemudian selesai sudah misi Laura.
"Baby kamu tega banget sih sama aku"
"By tadikan kamu udah setuju kok sekarang protes sih" sahut Laura kesal sambil berkacak pinggang menantang Rey.
Rey yang melihat itu heran karena biasanya Laura akan bersikap lemah lembut terhadap nya..tapi sekarang dia bahkan berani berkacak pinggang di depan nya.
"Iya tapi kan kamu tadi bilangnya bukan hal yang memalukan baby"
"Ini kan nggak memalukan hubby.."
"Ini malu-maluin baby..masa aku di dandani kaya cewek sih..."
"Laura juga nggak tau by tiba-tiba Laura pengin hubby kaya gini..hiks..maaf "
__ADS_1
"Eh..baby..b-bukan begitu sayang..ya udah apapun yang kamu mau lakuin aja"
"Kamu nggak marah by..?"
"Nggak sayang"
"Terimakasih hubby..Laura sekarang mau mak...-huekk..huekk"
Laura berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
Rey yang melihat itu khawatir lalu menyusul Laura dan membantu memijat tengkuk Laura pelan.
"Kamu nggak apa-apa sayang..?"
"Laura nggak tau by.. tiba-tiba mual..apa Laura masuk angin ya by huekk"
"Udah ..?"
"Hmm..la..-"
Laura pingsan ketika hendak menjawab pertanyaan Rey..Rey di buat kelabakan karena Laura tak sadarkan diri.
Tanpa pikir panjang Rey mengangkat tubuh Laura ke atas ranjang..di bandingkan perlahan..kemudian Rey menelfon Willy sahabat nya sekaligus dokter pribadi keluarga Wilson..tak lupa juga Rey menghubungi kedua orangtuanya.
Tak berapa lama kemudian dokter dan kedua orangtuanya sampai di kediaman pribadi rey.sang momy langsung mencecar banyak pertanyaan pada Rey.
"Bagaimana Will..?"
"Tenang aja..Kaka ipar cuma kelelahan dan janinnya juga baik-baik saja..tapi tolong jangan terlalu sering 'olahraga' karena trisemester pertama itu sangat rawan"
"Hah.. maksud nya..?"
"Kaka ipar tengh hamil..apa kau tak tau..?"
"Tidak..aku baru tau dari kau tadi"
"Nak Willy usia kandungan Laura sudah memasuki berapa..?"
"Kehamilan Kaka ipar baru memasuki Minggu ke 5 Tan.."
"Aaaaaaa.. terimakasih Willy"
"Hahaa..lebih baik periksakan ke dokter kandungan saja agar lebih pasti"
__ADS_1
"Baiklah terimakasih Will "