
Willy sangat penasaran sebenarnya siapa yang tega melakukan hal bodoh itu pada Kaka iparnya Laura..dia ingin menanyakan pada Rey pasti dia tau semuanya.
Sampailah Willy di kamar Rey..dia mengetuk pintu..tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan terlihatlah Rey.
"Willy..ada apa..?"
"Bisa kita bicara sebentar..?"
"Baiklah..kita ke taman belakang saja"
"Ya setuju"
Willy menuju taman belakang terlebih dahulu..Rey berpamitan pada Laura..dia sebenarnya tidak mau meninggalkan Laura sendiri di kamar.
"Baby aku keluar sebentar ya..Willy ingin bicara..kau tak apa kan..?"
"Ya sudah by Laura tidak apa-apa"
"Baiklah jika butuh sesuatu katakan padaku atau telefon aku saja"
"Iya hubby"
"Baiklah aku pergi dulu"
Rey meninggalkan Laura..dia menuju taman belakang..sampai di taman Rey duduk di samping Willy.. seprtinya serius sekali si Willy.
"Ada apa..?"
"Apa kau sudah tau siapa pelaku nya..?"
Rey terdiam..apakah dia harus mengatakan pada Willy kebenarannya..dia memang sudah tau bahwa orangtua Willy yang sudah mendalangi penyerangan yang menimpa Laura.
"Rey..jangan diam saja.. katakanlah aku sangat penasaran"
"Huhh..lebih baik kau tak usah tau Will"
"Maksud mu..apa ini menyangkut diriku..?"
Rey diam..dia tak tau harus bagaimana sekarang..dia sayang pada Willy seperti adiknya sendiri tapi jika di biarkan orang tua Willy akan selalu berbuat seenaknya.
"Katakan Rey..aku siap mendengar nya"
"Huh.. baiklah..jangan menyesal"
"Tidak akan"
"Orangtuamu..lebih tepatnya daddymu"
__ADS_1
Bak di iris-iris hati Willy sakit mendengar perkataan Rey.. bagaimana bisa orangtuanya berbuat hal keji seperti itu.
"B..be..benark..kah..kau tak bohong kan Rey..?"
"Tidak..aku serius..awalnya mereka ingin menyerang Vallery tapi mereka salah mengira orang dan berujung menyerang istriku"
"Huhh.. benar-benar..aku kecewa.."
"Sudahlah..mereka juga orangtuamu"
"Mereka bukan orangtuaku..orangtuaku sudah tiada sejak lama..aku tak Sudi memiliki orangtua seperti mereka"
Rey hanya bisa menghela nafas panjang..dia sudah menduga akan seperti ini jadinya..biarkan saja lah..Willy berhak marah.
Willy terlihat diam sebentar sebelum akhirnya memutuskan sesuatu..dia menghadap Rey..dia mengatakan sesuatu pada Rey.
"Rey jika kau ingin menghabisi dua iblis itu maka habisilah..aku tak masalah..mereka sudah kelewatan..jika istriku yang mengalaminya aku sendiri yang akan membunuh mereka..kau tak usah memikirkan perasaan ku..aku sama sekali tak peduli pada hidup mereka..lakukan yang menurutmu benar"
Willy kembali ke kamarnya..dia tak peduli lagi dengan nasib orangtua nya..sudah cukup selama ini dia diam menghadapi sikap egois Orangtuanya.
"Aku tak menyangka orangtuaku sendiri tega ingin menyakiti istriku..bersyukur waktu itu istriku tidak ikut jika iya maka aku tak akan mengampuni mereka..sudah cukup aku tak peduli pada mereka..biarkan mereka menanggung hukuman dari perbuatan nya".
Willy memilih tutup mata tutup telinga..dia tak peduli dengan nasib mereka dia sudah cukup baik dan patuh selama ini..dia di buang hanya karena tak mau meneruskan perusahaan keluarganya..dia tak di anggap hanya karena tidak memiliki kemampuan..dia di sepelekan hanya karena dia seorang dokter yang di anggap tak bisa melakukan apapun selain memegang pisau bedah.
Skip...........
Rey kembali ke kamarnya..dia mendapati istrinya tengah berusaha untuk bangun..dia dengan sigap membantu Laura berdiri agar tidak jatuh.
"Hehe..Laura sedang belajar berdiri by.."
"Kan bisa minta tolong padaku baby..kau nakal sekali sih"
"Maaf.. Sekarang bantu Laura"
"Baiklah"
Rey membantu Laura berdiri..dia dengan sabar menuntun Laura hingga berdiri sempurna..sesekali dia meringis merasakan nyeri nyut-nyutan di kakinya.
Laura terlihat senang ketika dia bisa berdiri..walau kakinya sedikit sakit tapi akhirnya dia bisa berdiri juga..dia sudah tidak betah di kursi roda terus..bosan.
"Laura bisa by.. sekarang Laura mau berlajar jalan boleh ya..?"
"No..jangan membantah baby..kau tak mau semakin lama kan di kursi roda..?"
"Huhh.. baiklah Laura nurut"
"Good girl"
__ADS_1
Laura kembali duduk di ranjang lagi..di bantu Rey secara perlahan agar tidak menyakiti kakinya saat duduk..Laura itu sedikit ceroboh kalau tidak di ingatkan.
"Kau mau makan sesuatu..?"
"Emm..Laura mau makan coklat dan strawberry by"
"Baiklah sebentar ya aku buatkan..jangan kemana-mana mengerti"
"Iya hubby"
Rey keluar dari kamar menuju dapur..dia mau melelehkan coklat dulu kemudian mencuci strawberry nya..Laura memang suka sekali dengan makanan itu..Rey tak melarang tapi harus di awasi agar tidak berlebihan.
Selesai dengan pesanan Laura Rey menuju kamarnya dan menyerahkan coklat leleh dan strawberry nya..Laura terlihat berbinar..dia sudah tidak sabar.
"Ayo di makan dulu baby"
"Terimakasih hubby.."
Rey memutar lagu Ed Sheeran..perfect..mereka menikmati waktu mereka berdua..duduk di balkon kamarnya dan menikmati coklat leleh beserta strawberry..di tambah lagu yang semakin membuat suasananya begitu hangat.
"Kau suka..?"
"Ya..Laura suka by.. terimakasih sudah menjadi suami terbaik buat Laura dan juga menjadi Daddy yang hebat untuk anak-anak..Laura sayang hubby"
Rey tak tahan dengan suasananya..dia mendekati Laura dan mellumat bibir manis Laura..dia tak tahan menganggurkan bibir itu lama-lama.
Sebelum kebablasan Rey berhenti..dia sadar Laura belum bisa memenuhi kebutuhan nya..dia tak mau egois..biarkan Laura sembuh dulu.
"Maaf by Laura belum bisa memenuhi tugas Laura" ucap Laura sedih.
"Tidak apa baby..aku masih bisa menahannya..kau percaya padaku kan..?" jawab Rey dengan nada lembut dan menenangkan.
Laura menatap Rey lekat..dia kasihan tapi apalah daya dia sedang tak mampu..dia harus bisa sembuh lebih cepat agar bisa menjalankan tugasnya lagi sebagai seorang istri.
"Sabar ya by.. sebentar lagi Laura sembuh..hubby jangan melirik yang lain..Laura nggak mau hubby nakal"
"Hahaha..hey baby kau jangan berpikir macam-macam..tidak akan pernah aku berbuat hal bodoh begitu..aku akan selalu mencintaimu dan berada di sisi mu hingga maut memisahkan..aku tak akan pernah nakal di luaran sana..kau adalah satu-satunya perempuan yang mampu membuatku jatuh cinta setiap harinya"
Laura malu-malu kucing mendengar pernyataan cinta Rey..dia tersentuh..dia merona..rasanya ingin sekali berteriak bahwa dia mencintai Rey pada seluruh dunia tapi itu tidak mungkin.
"Hubby Laura mencintaimu.."
"Aku juga sayang..sudah di habiskan "
"Iya by..hubby makan juga"
"Iya sayangku"
__ADS_1
Mereka menghabiskan coklat dan strawberry nya..Laura kenyang.. mulutnya belepotan..Rey gemas dia membersihkan mulut Laura dengan mulutnya..di sapu bersih hingga licin gaes.
Rey tak pernah bisa membiarkan bibir sekseh itu nganggur kelamaan..entahlah rasanya ada yang kurang saja jika tidak mencecap nya.