
Keesokan harinya....
Rey dan Willy beserta Erick menuju markas kematian..Rey tak mau bertindak sendiri..dia menyerahkan proses eksekusi pada Willy karena Willy yang lebih berhak atas mereka berdua.
Sampailah mereka di markas kematian..Rey turun dari mobil di susul Erick dan Willy..Rey masuk dan di sapa oleh beberapa anak buah nya.
"Selamat datang bos.."
"Ya.. bagaimana mereka..?"
"Dalam pantauan bos"
"Bagus"
Rey menuju ruangan eksekusi..Erick dan Willy juga mengikuti Rey..Erick tampak biasa saja karena sudah sering wara Wiri di tempat ini.
Willy mengedarkan pandangannya ke semua tempat..seram..dingin dan mencekam..dia merinding sendiri berada di markas kematian Rey.
"Apa Rey biasanya mengeksekusi setiap bedebah di sini Rick..?"
"Ya kau benar..santai saja"
"Santai palamu..seram dan menakutkan begini kau bilang untuk santai.."
"Masih banyak kejutan yang belum kau lihat"
"Ah sudahlah..ayo "
Mereka masuk..Erick membawa Willy ke tempat Orangtuanya berada..Willy dapat melihat Orangtuanya di dalam sel tahanan..dia tak ada rasa iba atau semacamnya..dia hanya memandang tanpa ekspresi pada kedua orangtuanya.
"Willy..anakku..tolong mommy nak.."
"Willy cepat katakan pada Rey untuk melepaskan kami.."
Willy hanya memandang datar tanpa menjawab.. ekspresi yang sulit di artikan.
"Bagaimana Will..semua terserah padamu" ucap Rey memberikan hak penuh pada Willy.
Willy menimbang-nimbang..jika di lepaskan pasti akan mengulangi perbuatannya lagi..waktu itu istrinya selamat karena para orang suruhan orangtuanya salah sasaran..tapi jika terulang lagi bagaimana..istrinya bisa celaka..tidak akan Willy biarkan.
"Lakukan yang seharusnya mereka dapatkan..aku tak peduli dengan mereka" ucap Willy dengan wajah datarnya.
"WILLY..ANAK KURANG AJAR..TIDAK TAU DI UNTUNG.. CEPAT LEPASKAN KAMI ANAK TIDAK BERGUNA"
Willy tak bergeming..dia mengambil sebuah pistol dan mengarahkan pada ayahnya..dia sudah tidak ada perasaan terhadap kedua orangtuanya.
"Orang tuaku sudah tiada sejak lama..kalian bukan manusia kalian adalah iblis..maka kembalilah ke tempat asal kalian"
Setelah mengatakan itu Willy melepaskan satu anak peluru pada dada sang ayah..dia menembak ayahnya dengan non ekspresi..tak ada semburat iba atau sejenisnya.
DOR........
__ADS_1
Mama Willy berteriak histeris..dia tak menyangka Willy benar-benar menembak suaminya.. sepertinya dia sudah salah perhitungan.
"Willy..apa yang kau lakukan..dia Daddy mu Willy..tega sekali kau " ucap mama Willy dengan tangisan nya.
Willy tak menggubris..dia mengarahkan pistol itu pada mamanya.. ekspresi nya masih sama..dia memandang tak suka pada sang mama.
"Dia bukan Daddyku..kau juga bukan mommyku..enyahlah dari dunia ini"
Willy kembali menembakkan peluru itu pada dada sang mama..dia tak peduli lagi..yang dia tau dia harus melindungi orang-orang yang telah mengangkatnya di saat dia terpuruk.
Willy mengembalikan pistol itu pada tempatnya semula..Rey memandang Willy takjub..dia biarkan Willy berbuat sesukanya..biarkan dia yang menghukum Orangtuanya sendiri.
"Kau hebat..kau sudah besar..kau sudah semakin dewasa..aku bangga padamu" ucap Rey menepuk-nepuk pundak Willy bangga.
"Sudah sepantasnya mereka mendapat balasannya..aku tak punya keluarga selain keluarga Wilson yang sudah mengangkat ku di saat aku terpuruk"
"Sudah kembalilah..biarkan Leon menyelesaikan sisanya"
Mereka meninggalkan tuan William dan istrinya..Leon sudah bersiap untuk segera menelan mereka berdua.
Rey menuju mobilnya..Erick dan Willy juga menuju mobil yang sama..Willy tak terlihat sedih atau sebagainya..dia happy-happy saja..bahkan dia menelfon istri lolanya dengan canda dan gurau.
Sampailah mereka di kediaman masing-masing..Rey sampai di rumahnya dia segera masuk dan menuju kamarnya..dia rindu dengan Laura.
"Baby.."
"Sudah pulang by..?'
"Laura sedang membuang bosan by"
"Begitu..dengan bermain ponsel..?"
"Iya.. kenapa..?"
"Tidak apa-apa..ayo temani aku berendam"
"By Laura sudah mandi..Laura tidak mau basah lagi"
Rey tak peduli dia mengangkat Laura ke dalam kamar mandi..Rey membuka semua pakaiannya dan juga pakaian Laura..mau tak mau Laura basah lagi.
Mereka berendam di bathtub dengan saling memijat..hanya mandi tidak melakukan yang lain apalagi enak-enak.
Skip.......
Willy sampai di apartemennya..dia mencari istri lolanya..dia rindu..dia butuh pelampiasan.
"Babe..kau dimana..?"
Willy mencari keberadaan Vallery..dia tak menemukan Vallery..apa Vallery pergi..tapi kenapa tidak bilang padanya.
Tak berapa lama Vallery datang dari arah balkon dengan memegang lap dan pembersih kaca di tangannya.. sepertinya Vallery baru bersih-bersih.
__ADS_1
"Loh Will Will sudah pulang..?"
"Hey kau darimana..dan ini lap buat apa..kau habis bersih-bersih..?"
"Iya Vall barus selesai bersih-bersih Will Will..mandi dulu biar Vall siapkan makan siang"
"Hey yang harusnya mandi itu kamu..bukan aku"
"Loh kenapa jadi Vall yang di suruh mandi..?"
Willy menghela nafas panjang..istrinya kumat lagi lolanya..dia harus super sabar..jangan terpancing emosi.
"Vall kan baru selesai bersih-bersih..badannya pasti bau keringat..lengket iya kan..jadi Vall mandi dulu biar aku yang menyiapkan makanan nya..oke istriku yang cantik"
"Oh begitu baiklah..Vall mandi dulu ya Will Will"
"Iya sana"
Vallery masuk kamar dan membersihkan diri..Willy memanaskan makanan yang sudah Vallery masak tadi..dia senang membantu istrinya..memang begitulah tugas pasangan suami istri sama-sama merasakan kenikmatan berumahtangga tidak hanya pihak sebelah saja.
Vallery selesai dengan mandinya..dia keluar dan menemui Willy sudah selesai dengan makanannya..Vall duduk dan mengambilkan makanan untuk Willy.
"Mau pakai lauk apa Will Will..?"
"Em..ayam dan sup asparagus saja"
"Baiklah"
Vallery melayani Willy dengan sepenuh hati.. meskipun kadang dia Lola tapi dia tak pernah lupa akan tugasnya sebagai istri.
Skip........
Erick selesai dengan urusan mandinya..dia menuju kamar anak-anaknya..dia mendapati Nila juga di sana tengah bermain dengan Sean dan Via..dia bergabung dengan para kesayangannya.
"Wah seru sekali..main apa nih..?"
"Daddy..Pia ain oneka..daddy udah Puyang" ucap Via dengan logas cadelnya.
"Via main boneka..Daddy ikut main dong.."
"Nonono Didi.."ucap Sean.
Nila dan Erick hanya tertawa..Sean memang bisa di bilang lebih tidak suka di ganggu ketika sedang main..beda halnya jika sedang bersama si kembar dan Gian.
Erick dan Nila membiarkan anaknya bermain asal aman tak menyakiti satu sama lain..mereka ke kamarnya dan meminta sus menggantikan mereka.
"Yank..tadi aku liat film..aku jadi pengin praktek sama kamu..mau ya..?"
"Apaan sih yank aku lagi palang merah..jatah si Jojon Minggu depan"
"APAAAA...?"
__ADS_1
Nila tertawa melihat wajah pias suaminya.. kasihan tapi palang merah tidak bisa di duga kapan akan datang..sabar Jojon Minggu depan juga dapet jatah lagi