PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 11 #S2_Pencarian


__ADS_3

Flashback.......


Di saat Laura tengah menelfon Rey dan meminta bantuan di saat itu juga kaca jendela tempat Laura duduk di pecahkan oleh orang-orang itu.


Laura sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi..dia hanya bisa berteriak minta tolong memanggil sang suami..yang lainnya sudah lebih dulu di bius.


Laura memberontak dia tak mau di bawa orang-orang itu tapi tenaganya kalah.. badan orang-orang itu besar dan kekar jadi dia tidak ada harapan lagi dan pasrah akan di bawa kemana.


"Cepat turun atau kubunuh mereka semua"


"Kalian siapa..kenapa menculik kami..apa mau kalian hah"


"Jangan banyak tanya cepat turun dan ikut kami"


"Tidak akan.."


Bugh......


Laura menendang orang di hadapannya..dia tak segan-segan melakukan perlawanan terhadap orang-orang itu.


Orang-orang itu tanpa pikir panjang lagi menampar dan menjambak Laura bahkan tak segan-segan meninju perut Laura hingga Laura merintih kesakitan.


PLAK....


Satu tamparan mendarat di pipi yang tidak lagi semulus dulu..Laura merintih merasakan sakit di pipinya..tangannya di cekal tak lama kemudian dia di bius dan akhirnya tumbang.


"Bagaimana apa kita juga harus membawa yang lainnya..?"


"Bawa saja semuanya..biarkan bos yang menentukan"


"Baiklah"


Mereka meninggalkan lokasi dan membawa serta juga Laura and the geng sedangkan sang supir tewas tertembak.


Flashback off..........


Saat ini Laura and the geng berada di sebuah gudang tak terpakai di dekat lokasi hanya berjarak 5 km dari lokasi..mereka mengikat tangan dan kaki beserta menyumpal mulut Laura and the geng.

__ADS_1


Wajah Laura and the geng sudah ada stempel lima jarinya karena mereka semua sempat melawan tadi saat akan di bawa.. alhasil mereka mendapatkan stempel lima jari itu secara gratis tanpa bayar.


"Hallo nyonya-nyonya sekalian hahahaha..sekali tepuk 5 lalat terperangkap.. benar-benar keberuntungan berpihak pada ku" ucap seorang wanita muda yang tak lain adalah Avril.


"Sayang bagaimana bukankah aku hebat sayang..?" ucap seorang pria tampan yang tak lain juga adalah Remon musuh dari Gio.


"Ya kau hebat sayang.. sekarang mau kita apakan mereka sayang..?"


"Siksa dulu hingga puas barulah kita mulai perhitungan dengan si bajingan itu dan targetmu sayang"


"Boleh juga..ide bagus"


Avril menatap Vanya..dai menatapnya dengan tatapan kebencian.


"Apa kau ibu dari Alana..?" tanya Avril menatap penuh benci pada Vanya.


"Iya kenapa..ada masalah apa kau dengan putriku..?"


"Hahahah..putrimu hanya punya satu kesalahan yaitu lebih unggul dariku dan juga anak seorang pembunuh"


"Hahahaha apa kau tak ingat kejadian 25tahun dulu ketika suamimu dengan tega menyiksa dan bahkan membunuh suami dari adik kandung mu sendiri yaitu Justin..?"


Seketika Vanya ingat tentang kejadian dulu..dia memandang wanita di hadapannya dengan tatapan marah...dia jadi teringat bagaimana dengan teganya Justin mendorong nya hingga jatuh dan keguguran anak keduanya dan mengakibatkan dia tidak bisa mengandung lagi seumur hidup.


"Jadi kau anak Justin adikku tersayang yang dengan tega mendorong kakanya ketika tengah hamil muda dan mengakibatkan dia kehilangan calon janin dan di vonis tidak bisa memiliki anak lagi seumur hidup..iya..?"


"Tidak mungkin ayahku berbuat begitu..kau jangan bercanda dan memutar balikan faktanya.." Avril mencengkram dagu Vanya erat.


Vanya tersenyum miring..pasti mantan adik iparnya itu telah meracuni gadis di depannya dengan cerita yang sangat berbanding terbalik dengan kenyataannya.


"Kau di cekoki apa lagi dengan ibumu..hahaha kau sudah salah menilai orang..asal kau tau ayahmu adalah biang kerok dari masalah yang suamiku hadapai..hanya karena dia yang tak becus menangani perusahaan dia dengan tega membuat usaha suamiku hampir bangkrut bahkan dengan tega mencelakaiku yang notabenenya adalah kakak kandungnya sendiri..kau hanya tau dari pihak sebelah saja tanpa tau keseluruhan cerita nya..kau itu sebenarnya wanita baik dan pintar tapi mendadak bodoh karena hasutan seorang wanita munafik yang tidak berhasil menguasai harta kekayaan keluarga ku..tanyakan pada ibumu..apakah tujuannya untuk harta kekayaan keluarga Samuel..?". ucap Vanya dengan berani.


Avril tak tahan ibunya di jelek-jelekan..dia menampar pipi Vanya dan menjambak rambut Vanya..tak hanya itu dia menendang kursi yang Vanya duduki hingga terjatuh kemudian Avril menyeret Vanya dengan paksa dengan masih dalam posisi terikat di kursi.


Avril menyeret Vanya dengan membabi buta..dia tak peduli rintihan kesakitan dari Vanya dan beberapa kali juga Vanya terseret hingga banyak luka di tubuhnya.


Laura tak tega melihat itu..dia meronta-ronta dengan sekuat tenaga tapi sayang Remon menjambaknya terlebih dahulu..ikatan tali kaki dan tangan juga mulut sudah terbuka.

__ADS_1


"Mau apa kau..mau menolongnya hahaha jangan harap nyonya Reyhan Jade Wilson..kau bagianku sekarang"


Ucapnya sambil menampar dan memukul Laura hingga tersungkur..Laura di siksa tanpa ampun..dia di tendang..di hajar..bahkan di cekik hingga hampir kehabisan nafas.


"Kenapa..kau..uhuk...lakukan..ini..pada..kami uhukkk..." ucap Laura yang terbaring lemah sambil mengatur nafasnya.


Remon mendekati Laura dan menginjak perut Laura dengan satu kakinya dan menekannya dengan kuat hingga Laura merintih kesakitan.


"Kau mau tau alasanku berbuat seperti ini pada mu nyonya Reyhan Jade Wilson..?"


Remon mengangkat kakinya dari perut Laura dan menginjak tangan Laura dengan kakinya..jangan di tanya ekspresi Laura yang hanya bisa pasrah saja.


"Mungkin kau bertanya-tanya mengapa aku bisa begitu dendam dengan keluarga Wilson karena anakmu Georgio Grey Wilson telah membuat usahaku bangkrut 2 tahun yang lalu dan menyebabkan ibuku meninggal karena syok dengan keadaan yang tiba-tiba memburuk..anakmu itu bahkan tidak mengampuni ayahku..


Kau tau anakmu itu dengan kejamnya membunuh ayahku hanya karena ayahku korupsi sedikit uangnya yang tidak akan habis meskipun tujuh turunan...


Dia bahkan membuat usahaku yang tengah ku rintis hancur seketika..bukankah anakmu tidak punya hati sama sekali nyonya..?"


Remon melepaskan kakinya dari tangan Laura yang sudah berdarah karena dia injak dengan keras..Remon bahkan tak segan menendang perut Laura hingga dia terbatuk darah.


Skip........


Rey dan yang lainnya telah melakukan pencarian di setiap titik.. akhirnya mereka menemukan lokasi keberadaan Laura and the geng..tak mau membuang waktu terlalu lama mereka menuju lokasi.


Sampailah di lokasi mereka membuat strategi agar bisa lebih mulus dalam rencana penyelamatan nya..Rey dan Gio masuk tanpa kenal takut..sudah lama mereka tidak melakukan senam otot tangan dan bermain dengan senjata kesayangannya.


"Are you ready boy..?"


"Sure dad.. let's go"


Mereka masuk menerobos para penjaga di depan pintu gudang itu..Rey memukul bahkan mematahkan leher lawannya dengan sekali sabetan pedang nya.


Gio menghajar dan menusukkan pisau nya yang amat tajam itu pada lawannya dan seketika tumbang tak bernyawa.


Para suami yang lainnya masuk lewat samping dan juga atap..rencana mereka begitu sempurna..mereka dapat melihat istri mereka tengah terikat di sebuah kursi hanya Laura dan Vanya yang mendapatkan siksaan.


"Astaga habis ini matilah kalian..tiga singa jantan akan segera mengamuk" ucap Willy yang melihat Laura dan Vanya begitu mengenaskan keadaannya.

__ADS_1


__ADS_2