PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 6 #S2_Mengiklaskan


__ADS_3

Gio mengambil tangan Alana..ia membawa tangan itu dalam genggamannya..jujur ada rasa bersalah pada gadis di hadapannya..karena kesalahannya gadisnya mendapatkan perlakuan buruk dari karyawan nya sendiri.


Gio sudah mencari tau sebelumnya..dia meminta Arick untuk mengecek setiap cctv mulai dari luar gedung hingga lift..Arick menemukan akar masalahnya..dia juga sedikit emosi melihat kelakuan karyawan perusahaan Gio yang semena-mena.


"Maafkan aku Nana..aku tidak memperkenalkan mu pada karyawan ku karena aku tidak mau kau dalam bahaya..tapi seperti nya aku salah justru kau semakin dalam bahaya jika tidak aku kenalkan pada para karyawan ku.. huhhh maafkan aku"


Gio mengambil ponselnya dan mengetik pesan singkat pada Arick.. Arick membacanya dan melaksanakan tugas dari sang bos.


Gio kembali ke meja kerjanya..dia melanjutkan pekerjaannya yang masih tersisa..dia ingin segera menyelesaikan pekerjaan nya agar bisa menemani Alana.


Tak berapa lama kemudian Alana bangun..dadanya sudah tidak sesak lagi.. seperti yang sudah-sudah jika emosinya benar-benar meluap maka dia mulai sesak nafas.


"Kau sudah bangun..?"


Alana menoleh ke asal suara..dia melihat Gio berdiri di depan pintu..tampan..sangat tampan..astaga apa yang ada di pikirannya.


"Ka Gio..ke..kenapa Nana bisa di..disini..?"


"Kau pingsan"


"Pingsa...-"


"Ya dan kau harus istirahat.. bagaimana perasaan mu..apa sudah lebih baik..?"


"Hmm"


Gio mendekat dan duduk di sisi ranjang tepat di hadapan Alana..Gio semakin mendekat dan Alana refleks beringsut mundur dan malah terjungkal dan akhirnya dia tertidur di atas kasur.


"Kau mencoba menggodaku nona..?"


Alana menyadari posisi mereka..dia ingin bangkit tapi tubuh Gio tidak mau bergerak..dia kesusahan ingin bangkit kakinya kesemutan.


"K..ka.. Gio em..bisa..bisa minggir dulu..Nana mau duduk..kaki Nana kesemutan"


Gio akhirnya menyadari bahwa Nana bukan hanya gerogi tapi juga kesemutan..astaga dia meluhat kaki Nana di tekuk..dia tersenyum melihat raut wajah Nana.. lucu sekali.


"Maaf..bangunlah"

__ADS_1


"Bagaimana bisa bangun kaki Nana kesemutan..ssshhh"


Gio membantu Nana duduk..ini juga salahnya..niatnya menggoda malah jadi kesemutan.


"Maaf..apa kau mau cek ke dokter..?"


Alana menatap Gio dengan tatapan penuh tanya..apa maksud perkataan Gio..dokter..cek..astaga apa mungkin..?.


"Ka..gio..Mak.. maksud nya..?" ucap mama berusaha tenang.


Gio tau jika Alana pasti bertanya-tanya mengapa dia bisa tau.


Sebelumnya.......


Di rumah Samuel..


"Gio bisa kita bicara sebentar..?" tanya Samuel menghampiri Gio yang tengah duduk sendiri.


"Bisa uncle.."


Gio mengikuti Samuel menuju ruang kerjanya..dia membawa Gio ke sana agar lebih mudah dan tenang berbicara padanya.


"Begini Gio..huhhh..uncle hanya mau mengatakan bahwa Alana tidak seperti gadis normal kebanyakan..dia memiliki suatu kekurangan..jantungnya lemah..kalau bisa jangan sampai dia mengalami yang namanya kelepasan emosi karena itu bisa berefek pada jantung nya..uncle sudah menawarkan untuk melakukan operasi atau pengobatan tapi dia selalu menolak..huhhh uncle hanya berharap semoga kau bisa menerima kekurang anak uncle"


Gio mendengarkan dengan seksama..terkejut..pasti..dia kaget..selama ini dia tak pernah tau tentang sakit Alana..dia merasa kecolongan informasi..selama ini dia selalu memantau Alana tapi dia bisa kecolongan begini.


"Gio menerima Alana sepenuh hati uncle..sejak kecil uncle tau kan betapa kami sangat dekat.. Gio tidak memandang secara fikik.. Gio juga banyak kekurangan uncle.. Gio hanya mencintai Alana, apapun keadaannya Gio akan menerima dengan sepenuh hati.. Gio ingin seperti daddy yang selalu berada di sisi mommy saat senang maupun susah..saat sakit maupun sehat.. Gio hanya ingin menjalani kehidupan rumah tangga sekali seumur hidup dan itu dengan pasangan yang Gio cintai..uncle tenang saja Gio tidak akan meninggalkan Alana hanya karena dia sakit..justru di saat seperti inilah cinta Gio di uji..apakah Gio sanggup menjalani dan bersabar ataukah Gio memilih menyerah saja.. Gio tidak akan menyerah semudah itu uncle.. Gio sudah mantap untuk membina hubungan dengan Alana sejak usia Gio masih muda.. Gio tidak akan mempermasalahkan apapun percayalah"


Samuel bernafas lega.. Gio memang tidak pernah terlibat dalam hubungan apapun bersama seorang wanita..dia juga tau bagaimana Rey dan Laura mendidik anak-anak mereka..dia tidak perlu khawatir dengan keadaan lagi.


"Baiklah uncle percaya padamu..jaga dan sayangi putri uncle..bujuklah dia untuk melakukan pengecekan atau operasi..uncle akan melakukan apapun untuk kebahagiaan nya"


"Tentu uncle.. Gio akan menjaga nama dengan sepenuh hati Gio.."


Flashback off..........


"Ayo kita ke rumah sakit..ingat aku tak menerima penolakan"

__ADS_1


"Tap...-"


Alana tidak dapat melanjutkan kata-katanya karena hari telunjuk Gio sudah menempel di bibir nya..dag.. Dig..dug...jantung Alana berdegup dengan cepat bukan karena sakitnya tapi karena Gio dan dirinya begitu dekat hanya jarak sejengkal saja wajah mereka bisa menempel.


"Aku tidak menerima penolakan Nana..ikuti aku atau kau ku makan"


Alana reflek menutup dirinya sendiri..dia mundur dan beringsut mundur.


Gio hanya tersenyum karena berhasil menggoda Alana..rasanya tidak sabar ingin segera menikah dengan gadis lucu ini.


"Ayo.."


"Baiklah" Alana kalah..dia menyerah.. Gio tidak bisa di lawan.


Saat mereka sudha di dalam mobil dan dalam perjalanan..Alana memberanikan diri untuk bertanya pada Gio.


"Emm..ka.."


"Ya"


"Em..Kaka tau tentang sakit ku..?"


Gio tersenyum melihat wajah sendu Alana..dia tau pasti kalau saat ini pasti gadisnya tengah minder dan berkecil hati akan kondisinya.


"Aku tau.."


Alana semakin merasa tidak pantas mendampingi Gio..dia sakit dia berpenyakitan sedangkan Gio dia sehat dan bisa melanjutkan masa depannya.


Alana memilih diam..dia memandang ke sisi jendela luar diam-diam dia menghapus air matanya..dia kesal dengan tubuhnya yang lemah..dia merasa tidak berguna menjadi manusia.


Aku tidak pantas untukmu ka..aku gadis berpenyakitan..kau masih bisa mencari wanita lain yang lebih berguna daripada aku..aku iklas melepaskan mu ka meaki berat sekali rasanya..demi kebahagiaan mu aku rela mengorbankan perasaan ku...batin Alana.


Gio melihat Alana yang sejak tadi hanya diam..dia tau otak dangkal gadisnya pasti tengah berperang dengan batinnya..dia biarkan saja dulu..biarkan dia meluapkan kesedihan nya.


"Kita sampai..ayo masuk" ucap Gio.


Mereka sampai di parkiran.. Gio turun dan menghampiri gadisnya berniat membukakan pintu mobil untuknya tapi tiba-tiba Alana membukanya dan berjalan meninggalkan nya.

__ADS_1


"Huhh gadis itu..kenapa kau susah sekali untuk melakukan ini Nana..ini demi kebaikanmu..aku hanya ingin melihat senyummu saja..aku tidak peduli kau sakit atau sehat..aku hanya mencintaimu" batin Gio memandang punggung Alana yang semakin menjauh.


__ADS_2