PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 41 #S2_Aku Bukan Gadis Lemah


__ADS_3

Gia menghajar Joe tanpa ampun..dia memukul dan menendang bahkan menonjok wajah Joe dengan geram.. setelah puas melakukan aksinya Gia mengambil pistol dari balik pinggang nya.


"Katakan siapa yang menyuruhmu..atau kau mau bertemu dengan raja iblis "


"Sialan..lepaskan aku gadis gila"


"CK..kau tuli hah..siapa ynag menyuruhmu brengsek"


"Aku tidak akan mengatakan nya padamu"


"Baiklah..nikmati hari terakhir mu hidup"


Gia menodongkan pistol itu di perut Joe..pasukan Gia dan Gian sudah standby dan meringkus semua orang suruhan Joe.


"Gian bawa ke markas kematian..biar aku yang mengulitinya nanti"


"Ok "


Sebelum membawa Joe Gian menyarankan untuk memberikan pelajaran kecil untuk Joe agar tidak terjadi hal serupa.


DOR........


Gia menembak perut Joe..dia tersenyum melihat lawannya tak berdaya kesakitan..dia puas..tugasnya hanya tinggal mencari dalang utamanya.


"Retas ponselnya dan kirim pesan pada rekannya untuk menemui nya di gudang dekat markas"


"Baik nona"


Gia kembali ke mobilnya..dia menuju apartemen Gio dia ingin beristirahat sejenak..El masih setia mengikuti Gia..dia tadi hendak keluar tapi segera dia urungkan setelah melihat pasukan Gia sudah berhasil meringkus pelaku nya.


"Aku benar-benar kagum padamu Gia..kau bukan wanita lemah yang hanya akan menangis dan ketakutan ketika menghadapi situasi seperti ini..memang keturunan keluarga Wilson tidak bisa di ragukan lagi kemampuannya..mereka mengikuti sepak terjangnya tuan Rey..semoga masa lalu kami tidak saling berhubungan".


El masih mengikuti Gia..dia menatap Gia dengan tatapan penuh cinta..dia setia menunggu di tempat parkiran..dia teringat jika tujuannya adalah untuk mengantarkan dokumen kerjasama proyek di negara B.


El mengambil ponselnya dan menghubungi Gia..lama menunggu sampai akhirnya panggilan tersambung.


"Hallo Gia" sapa El di telfon.


"Ah iya El..ada apa..?"


"Apa kau sedang sibuk Sekarang..?"


"Tidak..aku hanya habis mandi..ada apa..?"


"Aku mau menyerahkan dokumen yang kau perlukan untuk proyek itu..harus ku antar langsung padamu Gia.. bagaimana..?"


"Oh..em.. baiklah sebaiknya kau ke apartemen adem ayem dekat perusahaan ku saja karena sekarang aku tengah berada di apartemen itu"


"Ok aku segera kesana"


Telepon terputus..El senang Gia mau jujur padanya..dia jadi merasa bagaikan kekasih yang sedang menanyai kekasihnya.. bolehkah dia berteriak.

__ADS_1


Setengah jam kemudian El turun dari mobil dan menuju unit Gia..dia menekan lift ke lantai 20..sampai di lantai 20 El keluar dari lift dan menuju unit Gia yang tak jauh dari lift.


Sampailah dia di depan pintu apartemen Gia..dia menekan bel di samping pintu dan tak lama kemudian Gia keluar dan menemui El yang masih di depan pintu apartemennya.


"El..mari masuk"


"Apa tidak apa-apa..?"


"Tidak..masuk saja"


"Baiklah"


El masuk dna duduk di sofa ruang tamu sesuai perintah Gia.. Gia membuatkan minuman dan juga cemilan untuk mereka.. kebetulan Gia saat ini tengah lapar..dia butuh asupan makanan.


"Silahkan di minum El"


"Terimakasih"


Gia mengobrol sebentar dengan El..suasana sangat hangat..mereka tidak canggung..seakan sudah terbiasa saja dengan sikap satu sama lainnya.


"Ini dokumen yang kau butuhkan"


"Terimakasih..kau sudah repot-repot mengantarkan ini ke sini..aku tidak enak jadinya".


"Tidak usah di pikirkan..apa kau sudah memutuskan kapan akan berangkat ke kesana..?"


"Em..belum sih tapi kemungkinan seminggu lagi sampai semua aman terkendali..".


"Em sebenarnya juga tidak terlalu buruk juga..boleh lah".


"Baiklah besok aku akan menjemputmu saat kita akan berangkat menuju negara B"


"Iya Terserah kau saja"


Gia dan El begitu dekat..El berusaha menahan gejolak yang tiba-tiba saja on..sialan dia pikir Gia itu wanita murahan apa yang bisa di ajak enak-enak sembarangan.


El juga tidak pernah melakukan celap celup sana sini..dia tak mau aset berharga nya terkontaminasi oleh barang bekas orang lain..dia masih bisa mencari yang masih rapet daripada yang sudah longgar karena kelebihan goyangan.


Bahkan berciuman saja El belum pernah meski dia banyak menonton film enak-enak tapi dia tak mau mempraktekkan nya ke sembarang wanita.


Dia masih menjaga kesucian bibir dan keperjakaan nya hanya untuk istrinya kelak..dia juga berharap semoga yang menjadi istrinya kelak bisa mempertahankan kesuciannya.


"Lebih baik aku pulang saja Gia.. istirahatlah" ucap El mengalihkan sesuatu yang sudah bangun.


"Oh baiklah.."


El bangkit dan berjalan menuju pintu..dia keluar dari pintu dan berhenti sejenak untuk melihat wajah cantik Gia lagi.


"Aku pulang.. hati-hati..jika butuh sesuatu katakan padaku"


"I..iya..kau juga hati-hati.. terimakasih"

__ADS_1


"Hm.. aku pulang dulu bye"


"Bye"


El pergi dengan wajah cerah..dia seperti baru mendapatkan vitamin..dia tersenyum sepanjang jalan.. sementara Gia..dia juga jadi salah tingkah sendiri..dia sudah dewasa tapi kenapa rasanya dia ingin menjerit sekuat tenaga dan mengatakan kalau dia sedang bahagia.


"Arghhh bisa gila aku kelamaan berduaan sama El..huhh otak jangan mikir aneh-aneh"


Gia memilih masuk kamar dan beristirahat..dia sangat lelah..dia buka ponselnya dan melihat beberapa pesan dari Gian..gio..mommy..Daddy..dan El.


Gia membuka satu persatu pesan itu dan membacanya.. Keluarga nya mengkhawatirkan dia begitu juga dengan El..eh kenapa dia jadi merasa suka di perhatikan oleh El..astaga mereka baru kenal jangan mudah percaya.


"Hishhh kenapa jadi kepikiran El..astaga udah lah tidur aja bisa gila lama-lama mikirin El"


Skip>>>>>>>>


"Kyakan siapa yang menyuruhmu..?" ucap seorang wanita yang sudah menyiksa seorang pria dengan begitu bringas.


"Hahahha tidak akan aku katakan padamu hahaha"


"Baiklah jika itu pilihanmu"


"Mau apa kau..jangan macam-macam"


"Kenapa..kau takut..hahhaah dimana keberanian mu yang tadi bung..?"


"J..jangan macam-macam kalau tidak aku akan menghabisi mu perempuan sialan"


Wanita itu tak peduli ucapan orang itu dia mengambil sebuah cambuk kawat berduri..dia melap cambuk itu selesai dengan melap dia masukan cambuk kawat itu ke dalam api dan membiarkan sebentar hingga warna cambuknya menjadi merah.


"Rentangkan tangannya dan pegang dengan kuat"


"Baik nona"


Anak buah Gio memegang kedua tangan Joe..ya Joe saat ini sedang di siksa oleh Gia..dia berhasil di tangkap setelah bertarung melawan Gian..dia kalah karena kekuatan Gian jauh lebih besar di bandingkan dengan dia.


"Bersiaplah untuk menerima hukuman dariku bung "


Gia melilitkan cambuk itu pada leher Joe..Joe berteriak kesakitan dan kepanasan..rasa itu menjadi satu hingga membuatnya begitu tersiksa.


"Arghhhh sakit..lepaskan aku..arghhhhh"


"Arghhhhhh.. lepaskannnn"


"Jika kauvmau aku lepaskan maka katakan siapa yang menyuruhmu..?"


"Arghhhhhh..baikm.baiklah aku akan mengatakannya"


"Bagus...katakan"


"Mereka adalah........."

__ADS_1


__ADS_2