PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 62#S2_Menemui Rachel (Revisi)


__ADS_3

Gian bergegas menuju rumah Rachel..dia akan menemui Rachel karena khawatir dengan kondisi gadis itu.. terakhir bertemu gadis itu masih ceria tapi kenapa ketika mendengar kabar lagi gadis itu malah dalam kondisi tidak baik-baik saja.


Gian sudah berada di depan rumah gadis itu..rumah sederhana dengan tembok yang sudah mengelupas dan juga sebenarnya tidak layak pakai tapi ketika Gian menyadari bahwa ada sedikit banyaknya perbaikan di beberapa bagian Gian tersenyum.


"Ternyata warga banyak yang berbaik hati pada gadis ini.."


Gian mengetuk pintu itu dengan pelan..dia takut mengganggu gadis itu..siapa tau gadis itu saat ini tengah tertidur setelah meminum obat mungkin.


Tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan menampilkan seorang gadis cilik yang usianya sekitar 10tahun menatap Gian dengan mata bulat indahnya.


"Hay gadis kecil" sapa Giant gemas.


"Uncle siapa..mau apa di sini..?" tanya gadis kecil itu.


"Uncle Gian,mau cari ka Achel ..apa ka Achel ada..?"


"Uncle temennya ka Achel ya..?"


"Iya cantik"


"Oooh ayo masuk ka ache lagi tidur "


"Baiklah"


Gian masuk kedalam rumah kecil itu..dia melihat keadaan ruamh itu yang menurutnya tidak layak huni..dia sakit pada Rachel yang tidak mengeluh dengan keadaannya meskipun serba kekurangan.


Gian duduk di bangku kayu yang sudah usang..dia nyaman-nyaman saja..tak merasa jijik atau apapun itu layaknya orang kaya kebanyakan.


"Uncle mau minum apa..?"


"Air putih saja cantik"


"Baiklah sebentar ya uncle..Raya ambilkan dulu"


"Oke"


Gian masih duduk dengan tenang..dia tak mau di anggap tidak sopan dengan berkeliling sendiri sebelum di ijinkan sang pemilik rumah..dia akan menunggu gadia kecil itu mengantarnya pada Rachel.. sebenarnya Gian sangat penasaran tapi dia tahan agar tidak di kira laki-laki kurang ajar.


Skip>>>>>>>>>>


(Part ini author revisi soalnya baru author ngeh kalau anak Gio kembar..maaf author banyak pikiran di kejar deadline)


Gio dan Alana sudah berada di rumah sakit tadi malam Alana mengeluh sakit di perutnya tapi kadang hilang kadang timbul lagi dan itu membuat seorang Gio kelabakan.


"Kau pasti bisa baby.. semangat ya sayang..aku mencintaimu"


Ya kata-kata itu lah yang selalu Gio ucapkan..di saat rasa sakit Alana timbul lagi Gio akan membisikkan kata-kata itu lagi..tiada lelah Gio memberi semangat pada sang istri.


Gio sudah menawarkan Operasi saja tapi Alana menolak keras..dia ingin menjadi wanita sempurna bagi suami dan anaknya..dia ingin meraskan sakitnya melahirkan agar dia tau perjuangan seorang ibu demi melihat sang buah hatinya.


"Arkhhhhh " jerit Alana ketika sang baby mulai mendorong.

__ADS_1


"Ayo nona dorong lagi..iya nona..sedikit lagi..kepalanya sudah terlihat nona..ayo nona sedikit lagi..iya nona..dorong lagi"


Hingga..........


Oek...


Oek...


Gio membeku di tempat..dia tak percaya sekarang statusnya adalah seorang ayah..apakah perasaan ini yang Daddy nya rasakan ketika menemani sang mommy melahirkan mereka dulu.


"My baby..aku seorang Daddy..hiks" ucap Gio dengan bibir bergetar.


Hingga Alana merasakan kontraksi lagi karena anak keduanya juga ingin menyusul sang kakak untuk melihat dunia dan orangtua nya.


"Ayo nona..iya.. sebentar lagi nona..terus dorong nona..dan...."


Oek..


Oek...


"Selamat tuan dan nona bayi kedua kalian laki-laki dan sangat tampan"


Perasaan Gio saat ini tidak bisa di deskripsikan..dia bahagia..terharu...rasanya nano-nano..bagi pria yang benar-benar mencintai wanitanya dia akan merasakan bahagianya memiliki anak dan merasakan betapa beratnya perjuangan seorang istri dalam melahirkan sang buah hati ke dunia.


(Othor jadi kebawa suasana)


Para orang tua di luar menunggu dengan perasaan tidak menentu..mereka mondar mandi ralat hanya Laura dan Vanya yang mondar mandir di depan ruangan bersalin.


"Iya benar kenapa lama sekali sih" tambah Vanya.


Rey dan Samuel hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah istri-istrinya..menurut mereka para istri nya itu benar-benar sudah menjadi murid Vallery..lebay,terlalu antusias,wajar bila belum ada suara karena pasti mereka tengah berjuang di dalam sana.


"Hey kalian bisa duduk tidak..jangan seperti setrikaan" ucap Samuel.


"Iya..duduklah dulu sebentar lagi juga lahir" tambah Rey menimpali.


Sedangkan yang di nasehati hanya melirik tajam ke arah Rey dan Samuel..kedua suami itu langsung kicep tidak bersuara ketika melihat tatapan membunuh dua wanita itu.


Lama terdiam akhirnya suara yang mereka tunggu terdengar.. akhirnya status mereka kini menjadi kakek dan nenek..mereka senang dan bahagia dengan kelahiran cucu mereka.


Samuel dan Rey melompat-lompat kegirangan..Laura dan Vanya hanya menatap cengo dua pria itu..tadi sok bijak sekarang lihatlah yang seperti bocah itu siapa.


"Lihatlah suami kita.. benar-benar minta di garuk" ucap Vanya.


"Ya kau benar Van..tadi saja mereka menyuruh kita duduk tapi lihatlah mereka sendiri seperti anak kecil" sahut Laura.


Tanpa memperdulikan suami stres mereka..Laura dan Vanya segera bangkit dan mendekati pintu..pintu terbuka dan terlihatlah Gio keluar dengan wajah cerah namun deraian air mata masih mengalir.


"Gio bagaimana..?" tanya Laura tidak sabaran.


"Mom..mommy Vanya.. terimakasih" ucap Gio memeluk dua wanita itu.

__ADS_1


Vanya dan Laura juga membalas pelukan Gio..mereka menepuk-nepuk pundak Gio.. sepertinya Gio kelewat bahagia hingga menangis.


"Sudah Gio.. bagaimana kondisi baby dan Alana..?" tanya Vanya.


"Mereka baik-baik saja mom..baby juga sehat"


"Lalu akk boy or girl..?" kekeh Laura.


"Girl and boy mom..cantik dan tampan seperti kalian"


"Arkhhhhhhhhh" teriak Laura dan Vanya.


Gio terkejut mendengar teriakan para Mommy..dia bahkan mundur kebelakang..astaga masih saja tidak berubah dua Mommy nya itu.


"Hey hey hey kalian itu tidak sadar ya ini rumah sakit bukan hutan" ucap Rey mengingatkan.


"Benar sebaiknya kalian hentikan sikap kobocahan kalian bikin malu saja" timpal Samuel.


"DIAM" jawab Laura dan Vanya bersamaan.


Gio hanya tersenyum geli melihat ekspresi ciut oara Daddy.. benar-benar tidak ada bedanya dengan dia yang takut ketika sang istri dalam mode singa.


Skip>>>>>>>>>


"El aku lelah sekali..bisa kita istirahat dulu"


"Baiklah Sweetie..ayo duduk dulu"


El dan Gia duduk di cafe..setelah melakukan perjalanan ke makam tempat Oma Mira..Gia berziarah sebentar karena besok mereka sudha melangsungkan pernikahan.


"Kau mau pesan apa Sweetie..?"


"Minuman dingin saja El"


"Baiklah"


El memesan minuman dan juga cemilan untuk mereka berdua..El tau Gia pasti lelah dan juga sedikit lapar..El mencoba memberikan yang terbaik yang dia bisa untuk membahagiakan dan memanjakan Gia sang calon ibu dari anak-anaknya.


Pesanan mereka tiba..mereka menikmati waktu bersama di pagi menjelang siang ini..di saat mereka sedang duduk santai sambil menikmati cemilan dan minumannya tiba-tiba ponsel Gia berbunyi.


Gia mengambil ponsel nya dan melihat nama Daddy di layar ponselnya..dia menelan ludahnya kasar.


"Ya dad"


"Kau dimana..?"


"Di dekat makam Oma dad..why..?'


"Ke rumah sakit Kaka iparmu melahirkan"


"What's"

__ADS_1


__ADS_2