PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 49_Melahirkan


__ADS_3

Tak terasa usia kandungan Laura sudah memasuki bulan lahirnya..Laura semakin banyak melakukan apa yang dokter sarankan.


Rey bahkan tidak ke kantor selama Laura belum melahirkan dia takut jika terjadi sesuatu pada Laura atau tiba-tiba Laura melahirkan maka dari itu dia Rey jadi suami siaga di rumah.


"Baby apa kita ke rumah sakit saja..?"


"Sudah tidak apa-apa by..nanti jika Laura sudah merasakan kontraksi Laura akan bilang ke hubby".


"Huhhh..ya sudahlah"


Rey mwndekat ke arah Laura..dia menunduk dan mengecup perut besar istri nya.


"Anak-anak Dady nggak boleh nakal ya..cepatlah lahir Dady sudah tidak sabar bertemu kalian..jangan buat momy kesakitan ya nak"


Laura tersenyum melihat Rey..dia bahagia mempunyai suami seperti Rey.. tiba-tiba perutnya sakit dan bagian bawahnya basah.


"By..akhhh.. ssshhh.. sepertinya Laura mau melahirkan akhhh"


"Apa..baby jangan bercanda sayang..".


"By sshh..rumah sakit akhh"


Rey langsung mengangkat Laura ke dalam mobil dan melesat menuju rumah sakit..Rey begitu panik melihat Laura kesakitan seperti itu..sudah cukup tidak lagi..Rey tidak akan mau memiliki anak lagi setelah ini..biaralh dua saja sudah cukup.


Mereka sampai di rumah sakit..Rey langsung mengangkat tubuh Laura ke atas brankar yang sudah disediakan pihak rumah sakit.


Sepanjang perjalanan Rey tak melepaskan genggaman tangannya pada Laura..Rey terus membisikkan kata-kata cinta dan semangat agar Laura bertahan demi anak-anak.


"Bukaannya sudah lengkap tuan..anda invin di luar atau menemani istri anda di dalam tuan..?"


"Saya ikut masuk dok.."


"Baiklah..mari silahkan"


Rey masuk kedalam ruang bersalin..dia duduk disebelah Laura..Rey dengan sigap memegang tangan istrinya..dia kecup kening..pipi..bibir dan punggung tangan Laura berkali-kali.


Rey sudah memberitahukan kabar Laura akan melahirkan pada orangtuanya dan juga mertuanya..mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit.


"Baik nona..ikuti arahan saya ya..jika merasakan dorongan maka mengejanlah agar bayi nya lebih mudah keluar"


"Baik dok sshhh"


Laura terus mengejan ketika merasakan dorongan dari dalam..dia menggenggam erat tangan suaminya..dia Jambak dan gigit tangan suaminya..sakit..sakit sekali..tapi setelah perjuangan panjang itu akhirnya dia dapat melihat malaikat kecilnya di dunia ini.


Oekk..Oekk.. Oekk.

__ADS_1


"Selamat tuan..nona..bayi pertama kalian laki-laki..biar di bersihkan terlebih dahulu baru anda dapat melihatnya"


Rey bahagia melihat anaknya yang keluar dari dalam diri istri nya..dia menangis haru..bahagia..senang..rasanya nano-nano lah.


Selang beberapa menit kemudian Laura merasakan perutnya kembali kontraksi..dia mengejan seperti sebelumnya..sampai akhirnya bayi kedua mereka lahir dengan selamat tanpa kekurangan satu apapun.


"Selamat tuan..nona..bayi kedua kalian perempuan..sangat cantik seperti ibunya"


"Terimakasih dokter"


Kedua anaknya sudah di bersihkan dan Laura juga sudah di pindahkan di ruangan VVIP..kini Rey dan Laura tengh melihat-lihat buah cintanya.


"Baby.. terimakasih sudah memberikan aku kado paling indah dan takkan bisa tergantikan oleh apapun.. aku mencintaimu baby"


"Laura juga berterimakasih pada hubby..karena hubby setia mendampingi Laura di saat-saat seperti tadi.. terimakasih Dady"


Rey tersenyum mendengar panggilan 'Dady' dari Laura..dia bahagia ingin sekali dia berteriak kepada seluruh dunia bahwa dia sudah menjadi ayah dua anak.


"Laura..sayang"


Di tengah-tengah keromantisan mereka tiba-tiba suara Yangs angat mereka kenal datang menghampiri keduanya.


"Momy..Dady..kalian datang"


"Apa yang kau katakan sayang..kami tentu saja datang..mana cucuku "


Mamanya benar-benar menghancurkan suasana romantis nya bersama Laura.


Para orang tua bermain bersama cucu-cucu imutnya.. sedangkan Rey dia menemani Laura..dia menyuapi Laura dengan telaten.


"Sudah by Laura kenyang"


"Benarkah.. baiklah kalau begitu"


"Hubby tidak makan..?"


"Nanti sayang.. sebentar lagi"


"Baiklah by"


"Ya sudah kau istirahat dulu saja..aku akan menemui anak-anak dulu takutnya mereka di makan Oma dan opa nya."


"Hahaha..sudah tidak apa-apa..biarkan saja by"


"Aku juga ingin bermain dengan anak-anak sayang"

__ADS_1


"Terserahlah ..jangan lama-lama"


"Of course baby..get rest ya bye "


"Hmmm"


Rey keluar dari ruangan Laura menuju ruangan anak-anaknya..dia punya firasat jelek pasti anak-anaknya sekarang sedang di ciumi oleh para orangtua..huhhh menyebalkan.


Laura kembali terpejam karena dia benar-benar lelah juga jahitannya benar-benar masih sakit.


Di luar kamarnya ada seseorang yang sudah sangat ingin menghabisi nya..dia tak rela jika dia sendiri harus menderita sedangkan Laura bahagia bersama keluarga yang begitu menyayangi nya.


"Nikmati lah hari terakhir mu Laura..karena setelah ini kau akan tiada di tanganku"


"Aku takkan rela jika kau bahagia bersama mereka sedangkan aku harus menderita..Rey kau harus merasakan penderitaan yang sama seperti yang kualami"


Wanita itu masuk ke dalam dan melihat Laura tengh terpejam..enak sekali putri tidur ini.


Dia mengambil pisau dari balik bajunya..dia arahkan ke dada Laura saat hendak menusukkan pisau itu tiba-tiba pintu terbuka dan terlihatlah laki-laki yang sudah membuatnya seperti ini.


"APA YANG KAU LAKUKAN BRENGSEK"


Rey berlari dengan cepat dan merebut pisau itu sebelum pisau itu mendarat bebas ke dada Laura.


Rey kalap dwngan pemandangan yang dia lihat..Rey menghajar wanita itu hingga tak sadarkan diri..Rey menuju ranjang Laura..Laura tampak syok melihat pisau di depan matanya tepat sebelum pisau itu menusuknya Rey datang dan menyelamatkan nya.


"Baby kau tak apa..apa ada yang sakit..apa ada yang luka..katakan baby.."


"A..aku..b..baik..baik..s..saja..b..by"


Rey memeluk Laura erat..hampir saja.. hampir saja dia kehilangan istri tercinta nya..jika sampai Laura kenapa-kenapa Rey bisa mati..untung saja tadi Rey lupa akan mengatakan bahwa ASI-nya harus di pompa karena si kembar sudah akan memulai menyusu..dia kembali lagi ke kamar Laura dan setelah itu rwy di buat terkejut melihat kedatangan Frisly yang diam-diam.


Rey lebih terkejut lagi saat Frisly hendak menusukkan pisau itu pada Laura..sungguh seluruh tulang nya tiba-tiba melemah..jantungnya berhenti berdetak..dia begitu syok dan kemudian Rey langsung berlari dan menangkis pisau itu hingga pisau nya terjatuh.


"Sudah by..Laura tidak apa-apa.. anak-anak bagaimana..?"


"Anak-anak aman bersama Mony dan Dady sayang"


"Syukurlah by..Laura tenang"


"Maaf aku tadi meninggalkan mu baby..maaf"


"Ini bukan kesalahan hubby..ini hanya kebetulan by..sudah tidak apa-apa"


"Maaf baby"

__ADS_1


Mereka berpelukan lagi dengan erat.. sedangkan Frisly sudah di amankan oleh pihak berwajib..Rey menuntut hukuman seumur hidup..jika ada yang mencoba membebaskan nya maka Rey akan menuntut orang itu dengan hukuman yang sama seperti Frisly.


__ADS_2