PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 139_Eksekusi Julian


__ADS_3

Rey sampai di tempat yang sudah dia janjikan sebelumnya..dia melangkah dengan langkah tegas dan berwibawa..auranya begitu membuat bulu kuduk anak buah Rey berdiri.


"Selamat datang bos.."


"Ya.. bagaimana dia..?"


"Aman bos..hanya tinggal eksekusi saja"


"Good job..aku masuk dulu "


"Ya bos"


Rey masuk kedalam..dia di sambut oleh beberapa anak buahnya yang bertugas menjaga Julian juga menyiksa Julian.


"Selamat datang bos"


"Ya..apa sudah siap semua..?"


"Sudah bos"


"Bagus.. laksanakan"


"Baik bos"


Anak buah Rey mulai membuka penutup kandang Coco and friends..Coco dan yang lainnya keluar dari kandang dan mendekati Rey.


"Hey boy kau merindukanku..?"


Rey mengelus kepala buaya itu..dia tak takut..buayanya sudah jinak jika mencium bau tangan Rey.


"Kalian pasti lapar..aku punya makanan untuk kalian..tapi sebentar dulu aku ingin bermain-main dengannya dulu baru jika aku sudah puas akan ku berikan pada kalian"


Para buaya itu dengan setia menunggu Rey selesai bermain-main dengan calon mangsanya.


Rey berjalan mendekati Julian yang sudah ketakutan.. wajahnya terlihat lebam tak berbentuk.. seperti nya anak buah Rey terlalu bersemangat.


"Julian Morgan..kau ternyata punya nyali juga ya..kau mengusikku adalah suatu kesalahan..kau pikir aku tak tau semua rencana jahatmu..hahahaha..kau dengan berani menukar sendok istriku dengan sendokmu..cih sungguh aku tak menyangka ada manusia seperti mu.. benar-benar men-ji-ji-kan"


Rey mengambil sebuah tali tapi bukan tali biasa..tali itu sudah di lilitkan kawat besi runcing di seluruh bagiannya.


"Sepetinya peringatan dariku tidak membuatmu jera ya tuan Julian Morgan.. baiklah karena itu kemauanmu..ah satu lagi kau harusnya bersyukur karena istriku tidak apa-apa..jika saja semalam dia kenapa-kenapa maka dari semalam kau sudah tewas di kandang buaya kesayangan ku"


Julian berusaha bangkit dia sudah payah menyusun rencana tapi malah gagal..sungguh dia kurang beruntung.

__ADS_1


"Reyhan Jade Wilson..aku sangat membencimu..kau selalu berada di atasku..aku benci kekalahan..jika aku gagal dalam bisnis maka aku tak boleh gagal dalam membuatmu tersiksa hahahaha..kau pikir istrimu sudah aman tuan Reyhan..hahaha kau salah..lihatlah apakah dia masih baik-baik saja sekarang..kau meninggalkan nya tanpa penjagaan benar-benar tindakan bodoh"


Julian mengeluarkan semua unek-unek dalam hatinya..dia juga masih sempat menggertak Rey dengan membawa-bawa nama Laura.


"Tuan Julian Morgan yang terhormat..kau pikir aku tak tau semua rencana jahatmu..kau pikir aku orang bodoh yang dengan mudahnya meninggalkan istrinya sendirian dalam kamar..kau salah..aku menempatkan banyak penjagaan di sekitar hotel juga aku sudah menyewa satu lantai penuh atas namaku..tidak mungkin ada yang berani naik selain perintah dariku..kau benar-benar menganggap aku ini bodoh ya hahahaha"


Tuan Julian semakin pias..dia tak tau jika keadaan akan berbalik..sungguh ternyata Rey begitu teliti dalam segala hal.


"Tuan Rey tolong ampuni aku.. aku benar-benar khilaf tuan Rey..maafkan aku..aku berjanji tidak akan melakukan apapun jika kau mengampuni ku..aku akan pergi jauh dari kehidupan mu dan juga istrimu"


Rey terbahak melihat perubahan sikap Julian..dia tak kuasa menahan tawanya..sungguh apakah jualian sudah kehilangan akalnya.


Rey tak menjawab dia mengambil cambuk itu dan mencambuk Julian hingga punggung dan kakinya berdarah-darah.


Rey tak kenal ampun..dia teguh pada pendirian nya..sekali berbuat salah maka akan selamanya begitu..sekali di Maafkan maka akan mengulang kembali kesalahan yang sama..


Setelah puas melihat Julian tak berdaya..Rey mengambil sebuah pedang yang biasa dia gunakan untuk mencincang mangsanya.


"Bersiaplah kalian akan mendapatkan hadiah boy"


Rey dengan tanpa ekspresi memotong kaki Julian.. sebelum nya Julian sudah tewas karena lilitan cambuk kawat berduri pada lehernya yang menewaskan nya seketika.


Rey melempar potong tubuh Julian untuk para buayanya..Coco and friends sangat antusias..mereka menyambut nya dengan suka cita bahkan sampai berebut.


"Jangan berebut boy..masih banyak "


Selesai dengan potong memotong Rey membersihkan diri di ruangan khususnya..dia tak ingin pulang dengan bau anyir dan tubuh kotor penuh darah seperti ini.


"Aku pulang dulu kalian teruskan saja..jangan ada sisa"


"Baik bos"


"Bagus"


Rey pergi setelah membersihkan diri..dia memakai setelan baru yang warnanya sama..dia tak ingin Laura berfikir macam-macam jika mengetahui setelannya berbeda.


Rey menghubungi anak buahnya untuk sekedar menanyakan apakah istrinya sudah ada tanda-tanda bangun atau belum.


"Nyonya belum bangun bos sepertinya karena tidak ada suara dari dalam"


"Baik..aku sudah di jalan... Pastikan keamanan istriku"


"Siap bos.. laksanakan".

__ADS_1


Rey melesat membelah jalanan..dia ingin segera sampai di hotel dan merengkuh tubuh istrinya..dia butuh ketenangan untuk jiwanya yang sedang haus akan darah.


Sampailah Rey di hotel..dia segera menuju kamarnya..terlihat sang anak buahnya masih setia berjaga di depan kamar nya.


"Kalian istirahatlah.. terimakasih sudah menjaga Istriku"


"Sama-sama bos..kami permisi".


Anak buah Rey pergi ke bawah dan menjaga di pintu lift.. mereka harus standby.. mereka tak ingin kecolongan.


"Baby..kau sudah bangun sayang..?"ucap nya ketika masuk dan mendapati Laura sudah duduk bersandar di sandaran ranjang.


"Hubby..kau sudah pulang..?"


"Iya baby..baru selesai..maaf membuatmu menunggu lama"


"Tidak by..Laura baru bangun saat mendengar pintu di buka"


"Baby aku butuh pelukan" rengek Rey manja.


Laura mengiyakan..dia memeluk suaminya di atas ranjang..awalnya hanya pelukan biasa tapi namanya Rey dia tak bisa jika tangannya diam saja.


"Baby i want you" bisik Rey di telinga Laura.


Laura merasakan nafas panas Rey..suaminya sudah on fire..dia tak bisa menolak.


"Lakukanlah by..pelan saja"


"Thanks baby..i love you...cup"


Rey melucuti semua pakaiannya juga pakaian Laura..dia selalu saja terpesona dengan keindahan tubuh Laura..selalu ada daya tarik tersendiri bagi Rey.


"Jangan menatapku begitu by..Laura malu"


"Jangan di tutup sayang..aku hanya mengagumi keindahan mu saja..kau selalu bisa membuatku tak berdaya"


Rey menyingkirkan tangan Laura yang hendak menutupi aset berharga nya..dia terlalu malu di tatap oleh Rey.


"Baiklah aku mulai sayang..kau akan mendessah di bawahku" bisik Rey dengan gaya sensual nya.


"Laura tunggu by" tantang Laura yang semakin membuat api gairahh dalam tubuh Rey terbakar.


"Jangan memintaku berhenti ketika aku sudah memulai nya sayang..karena aku takkan bisa berhenti"

__ADS_1


"Sure hubby..do it"


Rey mulai melakukan tugasnya..dia mencoblos Laura dengan si Jono..Jono senang sekali bisa bermain-main lagi di gua hangat yang selalu membuatnya on fire.


__ADS_2