
Rey dan Laura beserta keempat anaknya sedang dalam perjalanan menuju kediaman keluarga Wilson..mereka semua tak sabar ingin bertemu keluaga besarnya.
Bertahun-tahun lamanya mereka terpisah karena ingin merintis karir masing-masing hingga kadang pulang pun jika ada hal mendadak atau setahun sekali itupun hanya 3 hari saja.
"Mom apa ka Sean juga ikut pulang..?" tanya Genie dengan antusias.
"Iya Genie..kenapa..kau senang..?"
"Hehe..senang mom"
"Bocah kecil nggak usah main cinta-cintaan dulu paket internet aja masih minta sama Daddy ini malah udah mau pacaran nggak ada..nggak Kaka ijinin" ucap Gian serius.
Genie hanya menyun mendengar kata-kata kakaknya memang benar dia kan belum kerja..juga apa-apa kan masih minta pada Daddy nya..ahh tapi kan yang nanya cinta nggak bisa di tunda.
"Udah-udah..Genie Daddy nggak melarang kamu suka sama siapapun tapi satu oesen Daddy jaga diri kamu itu wanita kodratnya di kejar bukan mengejar jangan buat dirimu sendiri di permalukan di rendahkan..kau juga kan masih kecil selesaikan dulu tugasmu katanya pengin jadi designer terkenal maka buktikan bahwa kau mampu membuat prestasi mengerti..?" nasihat Rey panjang lebar agar anak bungsunya itu paham.
"Dengerin tuh kata Daddy..sekolah yang bener..jangan mikirin perasaan dulu ngerti nggak..?"
"Iya iya iya ishhh ngebelin banget sih.."
Laura hanya mendengar saja..dia tak mau ikut-ikutan dalam urusan anak muda..dia pernah mengalami yang namanya masa muda jadi dia juga tau bagaimana perasaan Genie.
Sampailah mereka di rumah utama Keluarga Wilson..Rey,Laura, Gian,dan Genie turun dari mobil..sedangkan Gio dan Gia juga dalam satu mobil yang berbeda.
"Ayo masuk"ucap Rey mengajak keluarga nya masuk.
Mereka sampai di depan pintu masuk..pintu terbuka dan terlihat lah para keluarga besarnya sudah berkumpul..Daddy Jo dan mommy Mari juga Bastian dan Arny beserta anak-anaknya juga sudah di dalam.
"Hay semua.." sapa Genie
Semua orang menoleh kearah asal suara..mereka menjerit dan kegirangan.. akhirnya keluaga besarnya berkumpul bersama lagi seperti dulu bedanya hanya anak-anak sudah dewasa dan mereka tidak lagi muda seperti dulu.
"Ka Laura..waaaaaa Vall kangen" ucap Vallery yang langsung lari dan memeluk Laura.
__ADS_1
Rey merangkum istrinya dan memeluk erat agar tidak di peluk si lolanya Willy..dia tak mau virus Vallery mwnular lagi pada istri nya seperti dulu.
"Ka Rey apaan sih..Vall mau peluk ka Laura.. ishhh"
"Nggak ada..sana peluk yang lain aja..nanti istriku ketularan lolamu"
"By sudah.."
"Yuk baby duduk..biarin si Lola meluk angin lewat aja"
Vallery mendengus melihat keposesifannya Kaka iparnya..sejak dulu hingga sekarang tidak pernah berkurang kadar posesif nya bahkan bisa di bialng bertambah parah.
Skip>>>>>>>>>
"Jadi ka Gio kapan menikah..?" tanya Via penasaran.
"Rahasia..anak kecil nggak usah kepo" jawab Gio sambil mengusap rambut Via.
"Ka Gio perusahaan di negara M sudah di handle orang kepercayaan ku lalu bagaimana dengan perusahaan di sini..?" tanya Rico serius.
"Kau handle bersama Gian cabang di kota x..Kaka menghandle perusahaan induknya saja..Kaka juga harus membagi waktu dengan usaha Kaka sendiri"
"Baiklah Rico paham"
"Ingat kalian adalah keluarga besar jadi saling bantu membantu..tugas kita adalah membahagiakan orang tua kita..kalian lihat kan mereka tidak lagi muda..tenaga mereka sudah tidak seperti dulu lagi..Kaka tidak mau ada yang saling lempar tanggung jawab..untuk para laki-laki harus mau menghandle setiap perusahaan keluarga besar kita..untuk perempuan handle usaha para mommy kita..apa kalian mengerti..?" ucap Gio tegas.
"Kami mengerti ka.." jawab mereka serempak.
"Ok deal..masalah perusahaan induk keluaga Wilson biarkan Kaka dan Arick yang menghandle..Nichole kau handle perusahaan induk Opa Jo..Kaka yakin kau mampu..untuk yang lainnya silahkan kalian pilih mau menhandle cabang perusahaan di mana..Kaka tidak akan menentukan pilihan kalian..satu pesan Kaka.. bertanggung jawablah dengan pekerjaan kalian..jika ada yang kurang paham tanyakan pada Kaka..Kaka siap membantu kalian jangan membuat orang tua kita susah"
"Baik ka Gio.. Via juga akan membantu di perusahaan cabang Opa Will..kebetulan Via juga tidak terlalu banyak jadwal pemotretannya"
"Bagus.. Gia kau handle perusahaan Opa Will cabang di daerah xx nanti akan Kaka berikan orang kepercayaan Kaka untuk membantumu.. baiklah kalian sudah mengerti dengan tugas kalian masing-masing..jadi Kaka tidak terlalu pusing memikirkan dan bolak balik ke satu tempat dan tempat ynag lainnya..Kaka juga butuh istirahat..sebentar lagi kaka akan me ikan jadi Kaka hanya kaan fokus pada persiapan pernikahan Kaka dulu"
__ADS_1
"Tenang saja ka kami akan memberikan yang terbaik untuk keluarga kita" ucap Sean mantap.
Skip>>>>>>>>>
"Kapan acara pernikahan mereka Remon..?"
"Aku belum tau..jika ada kabar lagi maka akan aku katakan segera padamu sayang"
"Baiklah..aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan nya"
"Akupun begitu sayang.. bersabarlah sebentar lagi maka tujuan kita akan berhasil"
"Ya..aku akan sabar menantikan hari itu"
Dua orang itu hanya sibuk memikirkan rencana jahatnya tanpa tau kalau anak buah Rey sudah berjaga-jaga untuk kemungkinan besar dan kecilnya sesuatu yang buruk.
Rey memiliki mata-mata di berbagai penjuru negara..dia tak lepas pantauan dari para keluarga mantan makanan Leon..Rey memiliki insting yang kuat akan sesuatu yang namanya 'Balas Dendam' maka dari itu dia selalu memantau pergerakan Keluarga para mantan cemilannya Leon.
"Bos target merencanakan sesuatu yang buruk di hari pernikahan tuan muda Gio"
"Pantai terus..jangan lengah..tambah penjagaan di sekitar tempat tinggal nya..jika dia berbuat sesuatu yang merugikan kita habisi..berikan pada Tiger"
"Baik bos..kami permisi"
"Ya"
Rey kembali duduk di ruang kerjanya..dia memikirkan keselamatan dan keamanan Keluarga nya..bukan dia tak tau jika Gio pernah di serang dan di keroyok beberapa orang dia bukan tidak peduli dengan Gio dia hanya ingin menguji seberapa kuat anak laki-laki nya itu..ternyata dia melihat bayangan dirinya pada Gio..dia tentu saja bangga dengan kemampuan Gio.
"Sudah waktunya aku bermain lagi setelah sekian lama vakum..rasanya badanku pegal-pegal karena lama tidak menghajar musuh" ucap Rey dengan tatapan membunuhnya.
Rey tak pernah lepas pantauan dari keluarga besarnya..dia menempatkan banyak anak buahnya untuk menjaga keluarga besarnya di setiap negara yang berbeda.
Rey tak ingin kecolongan atau apapun itu..dia hanya peduli pada keselamatan dan keamanan Keluarga besarnya.
__ADS_1