
Rey berada di kamarnya dan mencari-cari keberadaan Laura karena dia akan mengambil sampel rambut Laura untuk di lakukan tes DNA dengan tuan Jonathan beserta istrinya.
Rey sempat ragu namun demi Laura dia akan melakukan apapun..Rey sudah mengambil sampel rambut Laura yang tertinggal di sisir meja riasnya.
"Kenapa aku seperti tengh mencuri sesuatu yang berharga..huh semua gara-gara Dady.."
Rey keluar setelah mengambil sampel rambut Laura..dia segera mencari sang Dady dan menyerahkan padanya agar tenang.
"Dad..ini samole rambut Laura..awas kalau sampai mereka mengingkari janjinya..Rey tidak akan tinggal diam"
"Kau tenang saja boy..Dady jamin ketakutan mu tidak akan terjadi..sudah Dady mau mengirimkan ini dulu pada seseorang"
Hmm"
Papa Rey pergi menemui orang suruhannya untuk mengantarkan samole rambut Laura secara pribadi karena ini menyangkut kepentingan pribadi maka dia tidak akan membiarkan sembarang orang untuk melakukannya.
Di taman belakang rumah..Laura dan mama Rey masih asik dengan bunga-bunga nya yang baru mereka tanam..Laura begitu lepas setelah depresi itu..mama Rey melihat Laura seperti itu hanya bisa ikut bahagia.
"Sayang..istirahat dulu ya kasihan cucu momy"
"Ah..iya mom..kebetulan Laura juga lelah"
"Ayo duduk di gazebo situ"
Laura dan mama Rey susuk di gazebo dekat taman..mereka masih ngobrol tentang masalah kehamilan Laura.
"Jadi seprti itu sayang..makan yang banyak juga bergizi agar anak kamu tetap sehat di dalam kandunganmu"
"Baiklah mom.. terimakasih sudah memberitahukan tips ini pada Laura"
__ADS_1
"Sama-sama sayang..ya sudah sebaiknya kita masuk yuk..sudah mau sore"
"Iya ayok"
Laura dan mama Rey masuk kedalam dan mendapati Rey tengah duduk sambil melihat ponselnya..Rey melihat Laura dan momynya berjalan masuk dan juga kaki Laura yang kotor serta tangannya juga banyak tanah.
Rey tanpa berkata langsung menggendong Laura dan berjalan menuju kamarnya..Rey mau memandikan Laura karena tubuh istrinya sudah berkeringat dan juga kotor karena tanah.
"aahh..hubby kamu apa-apaan sih..nanti Laura jatuh".
"Sssshhht..tenanglah......mom kita ke kamar dulu"
"Hey anak nakal mau kau apakan menantuku"
"Aku mau memandikan Laura mom.. lihatlah tubuhnya kotor karena keringat juga tanah"
"Tidak janji hahahah"
"Dasar anak nakal" teriak mama Rey yang kesal dengan ulah anaknya.
Di sisi lain tuan Jonathan dan istrinya sudah tidak sabar untuk melakukan tes DNA karena mereka sudah sangat ingin memeluk anaknya yang sudah lama hilang.
"Dad..mana sih orang suruhan Wilson".
"Sabar mom.. sebentar lagi..kita tunggu saja"
"Ishhh.. baiklah"
Mariana memilih duduk dan menunggu utusan tuan Wilson sampai..tak berapa lama akhirnya yang di tunggu sampai juga dan segera menyerahkan sample rambut Laura.
__ADS_1
"Permisi tuan..maaf saya terlambat"
"Tidak apa-apa mana sample nya"
"Ini tuan..silahkan..kalau begitu saya pamit"
"Ya terimakasih"
"Sama-sama tuan"
Mariana dan Jonathan langsung menuju rumah sakit dan melakukan tes DNA hari itu juga..mereka sudah sangat tidak sabar bertemu dengan Lauren putrinya.
Sesampainya di rumah sakit mereka langsung melakukan prosedur untuk melakukan tes DNA.
Setelah itu mereka diminta menunggu besok karena hasilnya akan keluar besok..mereka menurut saja walau hatinya begitu berat dan tak sabar menunggu hati esok.
Tuan Jonathan dan istrinya sampai di rumah dan masuk ke kamarnya..tuan Jonathan memilih untuk membersihkan diri karena sudah tidak nyaman dengan keringat yang menempel di tubuhnya.
"Mom aku mandi dulu ya"
"Iya dad..momy lelah ingin istirahat"
"Baiklah "
Tuan Jonathan menuju kamar mandi dan mulai melakukan ritual mandinya.
Sementara itu nyonya Mariana duduk diam sambil rebahan dan mengingat wajah putrinya yang masih mungil dulu.
"Tunggu sebentar lagi ya sayang..kita akan seperti dulu lagi setelah ini..momy sayang Lauren"
__ADS_1