
Gia saat ini tengah berada di depan layar ponsel Joe..dia baru saja mengirim pesan pada si dalang yaitu Ava dan Alice.
Gia penasaran wanita seperti apa yang berani mengusik ketenangan nya..dia tidak akan tinggal diam jika di ganggu..dia akan menghabisi siapa saja yang berani mengusik nya.
"Baiklah kita lihat seperti apa rupa mereka besok..semoga rencanaku berhasil dan aku tidak sabar ingin menumpahkan darah bajingan itu"
Gia menutup ponsel Joe dan meletakkan nya di atas balas..dia berbaring di ranjangnya..dia sempat kepikiran untuk memberitahu El tapi dia takut kalau El menganggapnya sebagai pembunuh.
Gia bingung di saat mereka sudah dekat begini masalah malah muncul silih berganti..dia benar-benar ingin merubah kehidupannya total tapi tidak bisa ini sudah menjadi jalan hidupnya sebagai anak dari seorang pengusaha ternama yaitu Reyhan Jade Wilson.
"Sudahlah biarkan waktu yang menjawab nya..jika aku berjodoh dengannya maka takdir akan membawa kami bersatu bagaimana pun caranya" gumam Gia kemudian dia memejamkan matanya dan terlelap.
Berbeda dengan El yang sedang uring-uringan..dia daritadi menatap layar ponselnya..dia sempat mengetik beberapa kata tapi dia hapus lagi.
"Shitt kenapa aku jadi bodoh begini.. mempresentasikan proyek milyaran aku tidak bingung tapi hanya mengirim pesan saja aku sampai mengulanginya berkali-kali..oh God kenapa aku mendadak bodoh"
El frustasi melihat ponselnya yang masih ada pesan yang belum dia kirim..GIA KAU SEDANG APA,AKU MERINDUKAN MU... kira-kira begitu isi pesan yang El tulis.
El berbaring di ranjang..dia mengambil ponselnya tapi sialnya jarinya malah menekan tombol KIRIM otomatis pesan itu terkirim ke ponsel Gia.
"Arghhhh sialan..oh shittt..bodoh..bodoh... bagaimana ini.. bagaimana ini..sialan kenapa jariku tidak bisa membiarkan aku tenang..pasti Gia menanggapku laki-laki nyeleneh hargggghhhh"
El berbaring dengan frustasi..dia memikirkan bagaimana ekspresi Gia setelah membaca pesannya.. sanggupkah dia bertatap muka dengan Gia..oh God ini gila..dia benar-benar gila.
El memilih pasrah..dia tidak tau harus bersikap bagaimana besok jika bertemu dengan Gia..dia ingin sekali masuk kedalam lubang jika ada lubang saat Itu juga.
"Kenapa aku seperti ABG saja..astaga umurku bahkan di atas 27 tahun tapi kenapa kelakuan ku seperti ABG labil saja..huhh memang benar cinta itu buta dan gila hahaha"
Skip>>>>>>>>>
Keesokan paginya Gia bangun sedikit siang..badannya pegal-pegal..dia butuh ke salon untuk melakukan pijat terapi agar tubuhnya kembali segar.
"Arghhh apa ka Gio juga seperti ini jika habis mengeksekusi korbannya..kenapa badanku sangat pegal sialan"
Gia mengambil ponselnya untuk melihat jam berapa..dia mengambilnya dan membukanya..banyak pesan masuk terutama dari Gio.
Gia melihat satu pesan dari El..dia membukanya dan matanya membulat sempurna.. tiba-tiba angin segar menerpanya..dia melayang-layang di udara..benarkan matanya tidak salah lihat.
GIA KAU SEDANG APA,AKU MERINDUKAN MU
Begitulah isi pesan El di ponselnya..Gia berjingkrak-jingkrak di atas ranjang..dia senang..entahlah pagi ini sepertinya dia mendapatkan vitamin dan suplay energi berlebihan.
"Astaga..kenapa aku sealay ini..umurku baru menginjak 26 tapi tingkahku seperti ABG labil"
__ADS_1
Gia memilih mandi dia ingin menyegarkan otaknya dulu karena baru bangun tidur..siapa tau dia salah melihat..dia akan melihat pesan itu lagi nanti setelah perutnya terisi penuh.
Selesai dengan mandinya Gia keluar dari kamar dan menuju meja makan bergabung dengan yang lainnya..Gia menyapa Keluarga nya dengan senyum sejuta gula pasir.
Anggota keluarga yang lain merasa aneh melihat senyum Gia..apakah Gia kesambet kemarin..aneh sekali tingkah nya hari ini..mereka semakin heran ketika Gia cipika cipiki dengan semua anggota keluarga nya kemudian berpamitan.
"Hubby anak perawan mu kenapa..aneh sekali pagi ini..?"
"Entahlah baby..biarkan saja asalkan dia bahagia"
"Ya kau benar by..kapan kita berkunjung ke rumah Daddy Jo dan mommy Mari..?"
"Bagaimana kalau nanti siang..sekalian kumpul sama yang lainnya"
"Baiklah by..Laura setuju"
Rey dan Laura menuju kamar mereka..sedangkan Genie dan Gian mendengus melihat tingkah Daddy nya..tapi mereka juga tak memungkiri bahwa mereka bahagia masih bisa melihat Orangtuanya akur dan baik-baik saja selama masa pernikahan mereka.
"Ka Gian kau bahagia melihat mereka bahagia..?"
"Tentu saja bodoh..jika nanti kau menikah maka carilah laki-laki seperti Daddy..Kaka akan dengan senang hati merestuinya"
"Ishhhh yang akan nikah duluan itu ka Gian.. Genie masih belum sukses jadi designer..tunggu umur Genie di atas 25 tahun baru Genie akan menikah"
"Let's go"
Gian mengantar Genie ke sekolah design nya..dia setiap hari akan antar jemput adik kecilnya..dia tak membiarkan Genie pulang dan berangkat sendiri.
Sampai di tempat itu Genie turun setelah memberikan kecupan di kedua pipi kakaknya..bagi yang tidak tau hubungan mereka pasti mengira Gian dan Genie itu sepasang kekasih..memanglah mereka begitu romantis dan membuat yang lainnya iri melihat kedekatan dan kemesraannya.
"Genie masuk kelas dulu ka.. hati-hati"
"Nanti pulang jam berapa biar Kaka jemput nya nggak buru-buru"
"Nanti Genie pulang jam 1 siang ka..Kaka bisa jemput jam 1 kurang aja biar nunggunya nggak lama"
"Baiklah kesayanganku..semangat belajarnya"
"Pasti..bye ka Genie masuk dulu"
Gian hanya mengangguk dan tersenyum..dia senang melihat adiknya itu ceria..dia akan menjaga para wanita di keluarga nya..dia akan membuat wanita di keluarga nya bahagia.
Skip>>>>>>>>>>
__ADS_1
Hari ini Gia akan bertemu dengan Ava dan Alice..dia tak sabar ingin menghajar wajah dua perempuan itu..Gia sudah berada di gudang dekat markas.
Gia bersembunyi di balik tembok dekat tempat pria yang menyamar menjadi Joe berada..Gia tak sendirian..Gian juga membantu nya untuk melancarkan misinya.
"Sampai dimana mereka Gian..?"
"Sebentar lagi sampai di sini.. bersiaplah..ambil posisi jangan lengah.."
"Baik bos"
Gian dan Genie sudah bersiap di tempatnya..anak buah Gio juga sudah standby dan memencar di sekitar tempat janjian.
Ava dan Alice masuk kedalam gudang itu dan menemui pria yang mereka kira Joe..mereka tidak sendirian..mereka membawa7 orang anak buahnya untuk berjaga-jaga.
"Joe.." panggil Alice yang melihat seorang pria yang dia kira Joe tengah membelakangi mereka.
Pria itu hanya diam saja..di memakai masker untuk menutupi wajahnya..dia tak mau Ava dan Alice curiga.
"Kalian sudah sampai..?" Jawabnya dengan suara serak.
"Kau sakit joe..kenapa suaramu berbeda..?" Tanya Ava curiga.
"Uhukk..uhuk...suaraku rusak karena kemarin sempat di tendang seorang pria yang bersama wanita itu..dia mengajar ku habis-habisan dan membuat leherku hampir remuk" jawabnya dengan meyakinkan Ava dan Alice.
Ava dan Alice tampak begidik..sekejam itukah Keluarga Wilson..apakah rencananya akan berhasil..mereka semakin merasa stuck di situ tidak berani maju juga tidak bisa mundur.
"Lalu bagaimana dengan wanita itu..apa kau berhasil membuatnya masuk dalam perangkap mu..?"
"Semua gagal total karena kehadiran pria itu..lalu apa rencana kalian selanjutnya..?"tanya nya berusaha mencari informasi lebih.
"Karena kau gagal maka aku akan melawan Gia dengan tanganku sendiri..aku akan melenyapkan nya sama seperti Keluarga nya melenyapkan bibiku" jawab Ava berapi-api.
"Bibi..siapa bibimu Ava..?" Tanya Alice penasaran dengan kisah Ava.
"Dulu sebelum aku berusia 15 tahun dan sebelum ibuku meninggal dia mengatakan padaku bahwa bibiku meninggal dengan cara mengenaskan..dia memberitahu semuanya..dia hanya memiliki bibiku dan aku saja..bibiku di bunuh oleh ayah dari wanita itu..ibuku berpesan padaku agar membalaskan kematian bibinya dan menggantikannya sebagai perantara..dia meninggal karena sakitnya saat usiaku menginjak 20 tahun..sejak saat itulah aku sangat membenci Keluarga Wilson..aku akan menghabisi semua keturunan keluarga Wilson hingga anak cucunya sekalipun" Ava terbawa emosi hingga berteriak marah.
Gian dan Gia jadi tau masalahnya.. Daddy nya tidak mungkin tiba-tiba membunuh korbannya tanpa ada alasan pasti..tapi siapa nama bibinya itu..mereka penasaran dan mulai menyuruh pria itu menanyakan nama bibi Ava.
"Siapa bibimu.. maksud ku siapa namanya dan apa kesalahannya hingga Keluarga Wilson bisa membunuhnya..?"
"Bibiku bernama Cecil..dia pengagum berat Reyhan Jade Wilson..dia rela melakukan apapun untuk bisa dekat dengan seorang Reyhan Jade Wilson..dai bahkan menjual keperawanan nya untuk membuktikan pada Rey bahwa dia rela melakukan apapun untuk mendapatkan hatinya..tapi Reyhan Jade Wilson mengingkari janjinya dan malah membunuh bibiku..itulah yang kutahu dari ibuku"
Gia dan Gian mengepalkan tangannya menahan marah..mereka ingin sekali menggosok mukut Ava dengan sikat kawat agar mulutnya itu bisa disiplin.. Daddy nya tidak akan Sudi dengan tubuh perempuan lain selain Mommy nya.
__ADS_1
"Shitt berani sekali mulutnya berkata seperti itu..aku tidak terima Daddy di fitnah oleh wanita tidak tau diri itu.. benar-benar tidak bisa di maafkan".