
Setelah puas menyiksa Avril.. Gio menatap Avril dengan tatapan tajamnya..dia tau kenapa Avril sampai melakukan hal bodoh dan menuruti kemauan ibu nya.
Gio sudah mencari tau semua dari Samuel dan Daddy nya tentang 25 tahun yang lalu..mereka menjelaskan mulai dari perusahaan Samuel yang terancam bangkrut lalu keguguran yang Vanya alami sehingga di vonis tidak bisa memiliki anak lagi lalu keluarnya Justin dari penjara dan berkahir pada pembalasan dendam Justin yang mengakibatkan Laura mengalami trauma.
Gio mengepal kan tangannya ketika mendengar penjelasan detail dari Samuel dan Daddynya..dia meminta bukti-bukti untuk bisa dia berikan pada Avril.
Gio melemparkan sebuah dokumen dan juga sebuah rekaman video percakapan antara Justin dengan Samuel sebelum Justin meregang nyawa.
"Baca dan lihat video itu dengan baik.. setelah ini kau akan menyesal telah membuat masalah dengan kami..ibumu hanya memanfaatkan mu untuk tujuannya..dan kau dengan bodohnya masuk perangkap nya hahahha sungguh kebodohan yang hakiki"
Avril melihat rekaman video percakapan antara ayahnya dengan Samuel..dia tercengang melihat dan mendengar kata-kata sang Daddy..benarkah ini kenyataannya..tapi..tapi Mommy nya..sial..dia tertipu.
"Tidak...tidak mungkin.. ini bukan ayahku..kalian pasti berbohong kan hahahaha.. kalian pikir aku bodoh hahh"
Gio bodo amat..dia tak peduli mau wanita itu percaya atau tidak itu bukan urusan nya..dia sudah menyampaikan kebenarannya baginya sudah cukup toh ujungnya wanita itu akan berakhir di tangannya juga kan.
"Terserah kau saja nona Jika kau tak percaya itu urusan mu..tugasku hanya menghabisi nyawa mu"
Gio mengambil sebuah pisau..dia menyuruh anak buahnya untuk menarik tangan Avril..Avril memberontak tapi kalah tenaga..dia di tarik mendekati Gio.
"Berikan tangannya padaku..aku ingin memotong jari-jari nya yang sudah berani menampar dan menjambak calon mertuaku"
"TIDAKKKKK..jangan...ampuni aku..maafkan aku.. tidakkkkkkk.. ku mohon"
"Aku tidak peduli" jawab Gio datar.
Gio mengambil jari tangan Avril menggunakan sarung tangan..dia tak mau tangannya menyentuh wanita lain selain Nana dan keluarga nya.
Krashhh....
"Akhhhh...ampun...sakit.."
Krashhh....
"Akhhhh...sakitttttt..akhhhh..maafkan aku"
Sampai kesepuluh jari tangan Avril hilang..Avril berteriak minta ampun tapi Gio menulikan pendengaran nya.
__ADS_1
"Seharusnya kau sadar bahwa belum tentu kebenaran yang ibumu katakan itu seratus persen..kau hanya mendengar dari pihak ibumu saja tapi dari pihak yang lainnya kau tak tau kan faktanya..aku sudah memberikan semua bukti dari 25 tahun yang lalu tapi kau masih saja tidak percaya itu hakmu..aku hanya tidak ingin nama baik calon mertuaku tercemar dan tercoreng..nikmatilah saat-saat terakhir mu nona Avril.. hari ini cukup sampai di sini saja..kita lanjutkan besok lagi..aku terlalu sibuk akhir-akhir ini..masukan dia ke dalam sel lagi jangan biarkan dia mati"
"Baik bos"
Gio meninggalkan markas kematian dan menuju rumahnya..dia rindu dengan Mommy nya.. walaupun dia sudah dewasa tapi sikapnya pada mommy nya tidak pernah berubah.
"Mommy..im coming"
"Jangan berisik..istriku sedang istirahat" ucap Rey ketus.
"Apa sih dad..kau sedang datang bulan kah.. sensitif sekali" jawab Gio tak kalah ketus nya.
"Hey anak nakal..aku hanya ingin menjauhkan istriku dari anak nakal seperti mu" sengit Rey mendelik ke arah Gio.
"Ohoo..tidak bisa..itu juga Mommy ku bagian dari jiwaku..Daddy hanya suaminya saja tidak ada hubungan darah sama sekali jadi Daddy tidak berhak mengklaim mommyku" jawab Gio tak kalah sengitnya.
"Wohooo..kau sudah berani berdebat dengan Daddy rupanya"Rey berkacak pinggang menantang Gio.
"Kenapa tidak.. Beek"Gio menantang balik Daddy nya dan menjulurkan lidahnya.
"Anak ini..anak siapa sih kamu..?" kesal Rey melihat sikap Gio yang selalu bisa mengalahkan nya.
"Daddy..Daddy siapa..?"
"Daddy siapa ya..emmm"
"Hey anak nakal..kau tak mengakui ku sebagai ayahmu.. benar-benar anak ini..baby lihatlah anak nakal itu"
Laura terhibur dengan perdebatan konyol anak dan ayah ini..dia sudah biasa menyaksikan perdebatan seperti ini..kadang dengan Gia.. Genie dan Gian..Rey selalu kalah jika sudah melawan keempat anaknya.
"Sudah-sudah..kalian kenapa malah berdebat hal yang aneh..mommy itu milik kalian semua..adil kan..?"
"Oh istriku..aku semakin mencintai mu baby"
Gio ingin muntah mendengar kata-kata Daddy nya..tapi dia senang orangtua nya semakin romantis..tidak ada pertengkaran berarti selama ini.
"Baiklah Gio akan berikan Daddy waktu untuk berdua dengan mommy..tapi habis ini Daddy tidak boleh mengganggu kami lagi"
__ADS_1
"Suka-suka Daddy lah"
"Apa Daddy bilang..?"
"Kenapa..tidak terima..?"
"Huhh tau ah..mom anakmu yang super tampan ini mandi dulu ya"
"Iya boy..jangan lupa makan"
"Siap Mommy".
Setelah kepergian Gio Laura dan Rey melanjutkan beromantis ria nya..Rey benar-benar menjaga dan melayani Laura dengan sepenuh hati..tidak ada perubahan sikap selama hidup dengan Laura.. semakin hari semakin bertambah pula cinta di antara mereka.
Skip>>>>>>>>
"Kenapa anak itu tidak memberikan kabar apapun..sudah satu Minggu tapi belum ada kabar..apa jangan-jangan..ah tidak.. tidak mungkin"
Wanita itu mondar-mandir kesana-kemari menantikan kabar dari anak nya..aneh sudah seminggu anaknya tidak mengabari nya..biasanya setiap hari selalu menelfon nya dan memberi informasi mengenai balas dendam mereka.
"Sialan..apa aku harus menyusul kesana..aku malas..aku tidak ingin bertemu dengan Samuel dan Vanya tapi Avril kemana..dia tidak biasanya seprti ini..huhhh baiklah lebih baik aku kesana saja"
Wanita itu bersiap untuk berangkat ke negara X..dia tidak bisa hanya berdiam diri menunggu kabar dari anaknya yang bodoh itu.
Sampailah dia di bandara..dia sudah memesan tiket untuk keberangkatan nya..waktu keberangkatan tiba..dia bersiap melakukan check in..dia memasuki pesawat dan duduk di bangku penumpang.
"Semoga saja Avril sudah berhasil membalaskan dendam ku..seharusnya harta kekayaan mereka adalah milikku..tunggu saja Samuel...Vanya..kalian akan mendapatkan balasan dariku" ucapnya dalam hati.
Stelah beberapa jam terlewati akhirnya wanita itu sampai di negara X..dia bergegas menuju penginapan..dia tak tau dimana Avril tinggal.. ponselnya tidak aktiv sudah seminggu lebih.. khawatir pasti tapi dia lebih khawatir jika dendamnya tidak terbalaskan.
"Akhirnya aku kembali lagi kesini..huhhh kenangan itu semakin membuatku sesak.. bersabarlah Amelly sebentar lagi kau akan membalaskan dendam mu"
Ya wanita itu adalah Amelly ibu dari Avril..dia istri dari Justin adik kandung dari istri Samuel yaitu Vanya..dia dendam karena Vanya selalu bisa mencuri perhatian Keluarga suaminya..dia tak pernah bisa menyingkirkan Vanya dari keluarga suaminya.
Dia secara perlahan meracuni otak suaminya untuk melakukan perlawanan terhadap keluarga nya..dia ingin menguasai harta kekayaan keluarga suaminya tentu saja dengan suaminya juga.
Rencana awal berhasil tapi hanya sesaat setelah Samuel meminta bantuan temannya yaitu Reyhan Jade Wilson untuk mengamankan data perusahaan Samuel yang hampir bangkrut.
__ADS_1
"Akan aku balas semua perbuatan kejam kalian terhadap keluarga ku..tunggulah Samuel..Vanya..dan kau Reyhan Jade Wilson"