
Di saat Rey dan Laura tengah beromantis ria..mama Rey dan Dady Wil tengah harap-harap cemas menanti selesai nya operasi Dady Jo.
"Dad semoga Jonathan baik-baik saja ya.."
"Iya mom..doakan saja"
Momy Mari datang di antar suster sebenarnya dia belum boleh keluar kamar tapi momy Mari tidak bisa berdiam diri saja di kamar dan menantikan kabar suaminya.
"Wil..Mira bagaimana operasi suamiku..?"
"Mari..kenapa kau keluar kamar..apa kau tidak memedulikan kesehatan mu..?" ucap mama Rey yang melihat Mariana keluar kamar.
"Aku hanya ingin menemani suamiku Mira.."
"Huhh..ya sudah..kau jangan berbuat macam-macam ya..?"
"Iya Mira.."
Momy mari maaiha setia di kursi rodanya..dia sebenarnya tidak sabar menantikan operasi suaminya tapi dia tidak boleh egois dia harus mematuhi peraturan yang ada.
Tak berapa lama kemudian operasi selesai..dokter keluar dari ruang operasi dengan wajah yang sulit di artikan.
"Bagaimana dok..apakah operasi nya sukses..?" tanay Dady Wil.
"Operasinya sukses tuan..tapi.."
"Tapi apa dokter..katakan jangan bertele-tele" sungut momy Mari.
"Mari jangan seperti ini..biarkan dokter menjelaskan detailnya" mama Rey menenangkan momy Mari.
Sang dokter melanjutkan perkataannya..dia sebenarnya berat menyampaikan berita ini tapis sebagai dokter dia harus kuat karena sudah kewajibannya untuk menjalankan tugas.
"Operasi tuan Jonathan berjalan lancar tapi beliau mengalami koma..untuk waktunya kami tidak bisa memastikan kapan akan sadarnya..karena itu tergantung kondisi pasien sendiri..kami hanya bisa melakukan yang kami bisa tuan..nyonya.. Hanya keajaiban yang dapat menyadarkan tuan Jonathan..kami minta maaf"
Jantung momy Mari serasa berhenti ketika mendengar penuturan sang dokter..suaminya..suami yang sangat dia cintai..terbaring di ranjang pasien dengan memejamkan matanya yang entah kapan akan terbuka..sungguh sangatlah sakit.
"J..Jo..k..kenapa.. kenapa kau tega sekali Jo..hiks..kau jahat Jo hiks" ucap momy Mari histeris.
Mama Rey tau akan hal ini..dia meminta suster untuk membawa momy Mari kembali ke kamarnya..dia tak ingin kondisi Mariana semakin memburuk.
"Suster bawa nyonya kembali ke kamarnya..berikan obat penenang agar kondisinya tidak semakin memburuk.."
Mama Rey terpaksa harus melakukan ini..dia tak tau lagi harus dengan cara apa menenangkan Mariana.
*
*
Sementara itu di kediaman Rey..Erick masih setia menatap layar laptopnya..dia masih berkutat dengan pekerjaannya.
"Yank istirahatlah..sudah sejam lebih kau menatap layar laptop" ucap Nila yang juga kesal karena di cuekin suaminya.
"Sebentar lagi sayang..dikit lagi selesai"
"Terserahlah"
__ADS_1
Nila beranjak pergi meninggalkan kamarnya..dia kesal dengan Erick..dia juga ingin disayang oleh suaminya tapi suaminya malah menyayang laptop terus.
"Tau ah..suami laknat..bukannya perhatiin istrinya ini malah perhatiin laptop terus..liat aja nanti kalau minta jatah suruh main sama laptop aja huh"
Nila bermain dengan Via..dia tak ingin stres memikirkan suami laknatnya.
Sampailah dia di kamar Bocah-bocah dia segera bergabung dengan para bocah itu..Nila sejenak bisa menghilangkan kesalnya setelah bermain dengan keempat bocah itu.
"Sayangnya momy..mau makan apa hm..?"
Nila merasa hidupnya semakin hari semakin berwarna tidak seprti dulu yang hanya monoton di situ-situ aja.
Sekarang dia punya tujuan yaitu Anaknya..apalagi sekarang dia tengah hamil lagi. dia tak ingin terbawa hormon kehamilan yang kadang naik kadang turun..dia tau kondisinya saat ini mudah terbawa arus.
"Huh..lumayan memperbaiki moodku.. bocah-bocah ini ternyata mood booster ku"
Nila kembali bermain dengan para bocah itu..sementara suster hanya memperhatikan sambil mengawasi takut-takut keempat bocah itu bertengkar.
Lain halnya dengan Laura..dia menagih janjinya pada Rey ..dia sangat ingin bertemu kedua orangtuanya..dia tak sabar.
"Hubby ayo by.."
"Astaga baby..kan janjinya besok..ini kan belum besok sayang"
"Tapi Laura maunya sekarang by" jawab Laura sambil menundukkan kepalanya dan memainkan ujung bajunya.
Rey tau istri nya sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.. akhirnya dia mengalah daripada Laura marah dan jatah si Jono semakin lama pula.
"Baiklah..bersiaplah baby..kita berangkat sebentar lagi"
"Iya istriku yang paling cantik"
"Apaan sih by..Laura malu tau" Laura tersipu mendengar pujian dari Rey.
Rey terkekeh melihat ekspresi Laura..dia senang menggoda Istri nya..rasanya ada yang berbeda saja setiap harinya.
"Sudah bersiaplah kita berangkat"
"Iya by"
Laura bersiap-siap..dia tak sabar bertemu orangtuanya..dia hanya berharap semoga kedua orangtuanya baik-baik saja.
Rey dan Laura berangkat menuju rumah sakit..sepanjang jalan Laura tak henti-hentinya melihat jalan..kenapa kelihatannya jauh sekali sih..pikirnya.
"By ko keliatannya jauh sekali sih rumah sakitnya..?"
"Astaga baby.. sebentar lagi..rumah sakitnya nggak pindah kok..kamu aja yang gak sabaran"
"Hehe Laura kangen Dady dan momy..dady Wil dan momy Mira juga"
"Ya sudah sabar ya.. sebentar lagi sampai kok"
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit..Laura dengan tidak sabaran keluar dari mobil tanpa tau sabuk pengamannya masih menempel di tubuhnya.
"Astaga baby..sabuk pengamannya sayang" ucap Rey yang khawatir melihat Laura tidak sabaran sampai melupakan keberadaan sabuk pengaman.
__ADS_1
"Astaga by..Laura lupa..maaf"
Laura membuka sabuk pengamannya..dia juga tidak tau kenapa.. pokoknya dia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan momy dan dady-nya.
"Ya sudah ayo"
Rey dan Laura berjalan beriringan..mereka menjadi sorotan semua orang..sungguh pasangan yang romantis.
Sampailah mereka di depan kamar rawat Dady Jo..Laura segera bertanya kepada mama Rey.
"Mom bagaimana keadaan Dady Jo..apa dia baik-baik saja..?"
"Sayang..yang sabar ya"
"Apa maksudmu mom..jangan membuat Laura semakin bingung"
Rey menatap kedua orangtuanya dengan tatapan penuh tanya..dia tak tau apa yang terjadi setelah dia kembali.
"Mom dad ada apa sebenarnya..?"
"Sebaiknya kalian lihat Momy Mari dulu..dia menanyakan mu Laura" mama Rey mengalihkan perhatian Laura..semoga Laura bisa lupa dengan pertanyaannya.
"Momy..momy sudah sadar..?"
"Iya sayang..momy Mari sudah sadar..dia mencarimu"
"Baiklah Laura akan menemui momy dulu..by Laura ke ruangan momy Mari dulu ya..?"
"Iya sayang"
Laura menuju kamar rawat ibunya.. dia tak menyangka ibunya akan sadar secepat ini..dia tentu saja senang.
"Momy.."
"Laura..sayang"
"Momy sudah sadar..katanya momy mencari Laura benarkah..?"
"Iya sayang"
Di saat mereka masih asik berbincang-bincang tiba-tiba dari ruang rawat Dady Jo monitor detak jantung Dady Jo seketika menunjukkan garis lurus..para dokter berbondong-bondong datang dan memeriksa keadaan Dady Jo.
"Dad mom.. sebenarnya ada apa ini..jelaskan pada Rey"
"Kondisi Dady Jo.. semakin memburuk Rey..dia koma..ntah kapan akan tersadar..hanya tuhan yang tau"
"Apa.. bagaimana bisa..bukannya Dady Jo selesai operasi dad..lalu kenapa bisa seperti ini..?"
"Dady juga tidak tau Rey..Dady sedih"
"Sudahlah kita berdoa saja semoga Dady Jo baik-baik saja..dokter masih menangani Dady Jo..kita tunggu hasilnya saja"
Rey dan kedua orangtuanya menunggu dokter keluar..Rey juga panik sendiri jadinya.
Tak lama dokter keluar dengan wajah penuh kegundahan..dia tak tau harus bagaimana menyampaikan berita duka ini pada keluarga pasien.
__ADS_1
"Maaf tuan..nyonya..pasien telah pergi"