PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 143_Tanda Kepemilikan.


__ADS_3

Di saat Rey hendak memakai pakaian nya.. tiba-tiba Laura bangun dan memegang tangan Rey..Rey bingung dengan sikap Laura..apakah dia tak tau jika saat ini Rey tengah kedinginan.


"Ada apa baby..?"


"Hubby..Laura..em..itu..emm"


"Apa sih baby..jangan membuatku penasaran"


"Em...itu by..Laura mau melayani hubby tapi tidak dengan penyatuan..apa hubby mau" jelas Laura dengan kepala menunduk..sungguh dia saat ini malu sekali.


Rey tersenyum mendengar penuturan Laura..dia tak menyangka akan mendengar kata-kata ini dari Laura.


"Baby lihat aku sayang"


Laura mendongak..wajahnya bersemu merah..ihhh kenapa istrinya itu menggemaskan sekali sih.


"Kau mau memuaskanku tanpa penyatuan..?"


Laura mengangguk..dia tak berani menatap Rey..jika ada lubang lebih baik dia masuk kedalam lubang itu saja.


"Lakukanlah baby"


Laura kembali menatap wajah Rey..apakah dia tidak slaah dengar.. benarkah suaminya mau.


"Benarkah by..hubby tidak marah..?"


"Tidak sayang..untuk apa aku marah dengan niat baikmu.."


"Terimakasih hubby..maaf Laura belum cukup mampu melayanimu by.."


"Hey ini bukan salahmu..ini salahku eh salah Jono yang tidak bisa diam "


Laura hanya tertawa mendengar penuturan Rey yang mengkambinghitamkan si Jono..suaminya itu benar-benar ada-ada saja alasan nya.


Laura mulai mellumat bibir Rey..dia mulai menservis Rey..dia akan memberikan yang terbaik untuk Rey walau tanpa penyatuan.


Puas dengan llumatan kini Laura mulai berusaha membuat tanda kepemilikan di leher Rey seperti yang sering Rey lakukan padanya..kenapa susah sekali..pikirnya.


"Kenapa berhenti baby..ayo teruskan..apa sudah berhasil..?"


Rey terkekeh geli melihat frustasi nya Laura yang tidak berhasil membuat tanda kepemilikan di lehernya..dia ingin tertawa tapi dia tahan bisa-bisa tidak dapat service dia malam ini.


"By kenapa susah sekali sih..padahal hubby gampang sekali saat melakukan nya"


Laura kesal karena dia tak berhasil membuat tanda merah itu.


"Begini biar aku contohkan padamu.. perhatikan. baik-baik"


Rey mulai menyesap leher Laura dan memberikan sedikit gigitan kecil hingga terciptalah tanda merah itu.


Laura memperhatikan dan merasakan dengan seksama..ada gejolak dalam dirinya yang terbakar.

__ADS_1


"Kau mengerti.. praktekkan padaku"


"Baiklah by..jangan tertawa jika Laura tidak berhasil"


"Tenang saja baby..ayo cepat aku sudah tdiak sabar untuk mengetahui hasilnya"


"Ishhh sabar kenapa by"


Laura mulai mempraktekkan apa yang Rey ajarkan padanya tadi..Laura dengan sekuat tenaga menyesap dan sedikit menggigit kecil leher Rey..setelah kesekian kalinya akhirnya dia berhasil membuat tanda kepemilikan di leher Rey.


"Hubby Laura berhasil..yeyyyy" Laura bersorak gembira akhirnya dia berhasil membuat tanda kepemilikan.


Rey terkekeh geli melihat ekspresi Laura..seperti mendapatkan jackpot saja istri nya.


"Kau berhasil.. sebentar aku lihat dulu"


Rey berjalan ke arah cermin rias..dia melihat lehernya ada tanda merah..dia tersenyum istrinya berhasil membuat tanda kepemilikan di lehernya..dia bangga tentu saja.


"Bagaimana by..apa Laura sudah lebih pintar..?"


"Tentu saja..kau semakin pintar baby..ayo sekarang lakukan tugasmu"


"Baiklah"


Laura memegang si Jono..dia elus si Jono hingga berdiri sempurna..Laura terus mengelus dan mengurut si Jono.


Tak berapa lama terdengar suara racauan dari Rey..Laura melihat sang suami merem melek menikmati service nya.


"Apa kau suka by..?"


Laura mempercepat gerakan tangan nya..dia berhenti sejenak dan menunduk..dia buka mulutnya dan memasukkan si Jono kedalam mulutnya.


Rey menatap tak percaya tapi juga senang..jarang sekali Laura mau melakukan **** *** seperti ini..duku memang pernah tapi hanya sekali.


"Ahh baby..kau semakin..pintar..sshh"


"Lagi baby..ya..begitu ahh"


"More baby ahh sshh"


Rey terus meracau tak jelas..dia menikmati service terbaik dari istri nya meski tanpa penyatuan..dia senang akhirnya hasratnya dapat tersalurkan meski lewat mulut dan tangan istri nya.


Rey semakin menegang dia merasakan pasokan air tajinnya penuh..dia segera meminta Laura berbaring dan setelah nya air tajinnya tumpah tepat di squisy Laura.


"Ahh Laura..kau...nik..mat..sshh"


Rey terkulai lemas di samping Laura..dia menikmati service istri nya..sungguh senang sekali rasanya..setelah menahan lebih dari 5 hari akhirnya dia berhasil menuntaskan hasratnya meski hanya dengan tangan dan mulut sang istri.


"Terimakasih baby kau selalu bisa membuatku puas..aku mencintaimu Laura"


"Sama-sama by..apa kau puas dengan servis dari Laura by..?"

__ADS_1


"Sangat luas sayang.. terimakasih ya"


"Iya sama-sama by"


"Sudah malam tidurlah.."


"Hm"


Mereka tidur saling berpelukan..lelah yang Rey rasakan hari ini terbayar lunas dengan servis dari sang istri..tak sia-sia dia menahan diri untuk tidak menyerang Laura.


Paginya.....


Rey bangun dengan senyuman yang tak pernah luntur dari bibirnya..dia masih berbunga-bunga jika mengingat kejadian semalam.


Dia mandi dan sejenak melihat cermin dia melihat tanda merah yang Laura buta untuk pertama kalinya..dia tidak akan menutupi nya..biarkan saja semua melihatnya..dia bangga pada istri nakalnya.


"Istriku sudah semakin nakal saja.. baiklah masih banyak pelajaran yang belum ku ajarkan padanya..perlahan saja Rey tak perlu terburu-buru"


Rey memilih mandi setelah itu dia berpakaian rapih..dia turun ke bawah kemudian mengambilkan makanan untuk Laura..dia tau Istri nya itu masih pusing apalagi di tambah tadi malam.. tenaganya terkuras meski hanya melakukan **** *** saja.


"Morning Kanjeng-kanjeng.. bagaimana hari kalian..?"


Semuanya menatap Rey begidik..apakah anak ini kesambet setan kantor..sikapnya aneh sekali.


"Kau masih waras kan Rey..?" tanya mama Rey.


"Astaga momy pikir Rey sudah gila apa..huhh terserah kalian saja Rey mau mengambilkan makanan untuk istri Rey"


Rey mengambil makanan untuk Laura juga untuknya..dia akan makan di kamar bersama Laura..dia ingin beromantis ria dulu sebelum ke kantor.


Rey naik ke atas dan meninggalkan para Kanjeng-kanjeng yang masih menatap curiga padanya.


"Baby makan dulu sayang..ayo bangun duduk sini"


"Iya by"


Laura duduk di sofa kamar nya di samping Rey..dia duduk dengan menyender pada bahu Rey..kepalanya pusing.


"Apa masih pusing baby..?"


"Sedikit by..nanti juga sembuh sendiri..tenang saja Laura tidak apa-apa"


"Apa tidak sebaiknya kita ke dokter saja baby?"


"Tidak by..Laura hanya sedikit pusing saja"


"Baiklah..jika ada keluhan lainnya katakan padaku jangan di simpan sendiri mengerti..?"


"Iya hubby sayang"


"Baiklah ayo makan dulu setelah ini minum obatnya ya..?"

__ADS_1


"Iya by"


Rey menyuapi Laura dengan telaten..Dia benar-benar memperlakukan Laura seprti ratu..sudah jadi tugasnya melayani istri yang sedang sakit..lagipula Laura sakit juga atas kelakuan nya.


__ADS_2