
Keesokan harinya.........
Gio bangun lebih pagi hari ini entahlah anak itu seperti ketempelan demit tiba-tiba bisa bangun lebih pagi dari biasa..Laura yang melihat Gio sudah bangun juga sudah rapih dan wangi merasa heran.
"Gio..kau mau kemana son..?"
"Mom Gio ada pertemuan penting sebentar..nanti kalau mau ke rumah uncle Sam kita ketemu di sana saja ya..sorry mom"
"It's ok Gio.. hati-hati ya..?"
"Ok mom..bye..love you"
"Love you more son"
Gio pergi..Laura hanya menggelengkan kepalanya..anaknya sudah besar...sedia semakin takut melepaskan anak-anaknya.
"Mereka akan bahagia bersama pilihannya" batin Laura yang masih menatap kepergian Gio.
Tak berapa lama kemudian Rey turun dengan membawa serta anak bungsunya yaitu Genie..ya gadis remaja itu lebih manja dengan Rey daripada dia.
"Astaga Genie sampai kapan kau akan begitu..kau sudah besar sayang malu dengan calon pacarmu"
"Aaaa Mommy..Genie nggak mau punya pacar..Genie maunya sama kalian selamanya titik"
"Iya sudah princess Daddy sekarang turun dulu..nanti Daddy encok bagaimana..?"
"Hehe maaf Daddy..nanti biar Genie pijit tapi bayar 1 jam 500dolar oke"
"Kau ini.. perhitungan sekali sih..anak siapa sih kamu"
"Anak mommy Laura dan Daddy Rey hahaha..mommy laper"
Laura segera menyiapkan sarapan sambil menunggu dua anaknya yang sepertinya sebentar lagi akan turun..dia menyiapkan sendiri sarapan untuk keluarganya..maid hanya bertugas membersihkan rumah saja urusan memasak dia sendiri yang menghandle.
Gia dan Gian turun..mereka menyapa ayah..adik..dan juga tak lupa ibu tercintanya..mereka mendekap Laura dari arah samping kanan dan kiri.
"Morning Daddy..Genie.."
"Morning mommyku tersayang dan tercinta"
"Hahah morning juga boy girl..duduklah mommy siapkan sarapan dulu"
"Biar Gia bantu mom..mana ka Gio..?"
"Kakamu ada pertemuan penting katanya..dia berangkat pagi-pagi sekali tadi"
"Hahah bisa bangun pagi juga kakak"
Laura hanya tersenyum.. Gia membantunya menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga nya..dia memang pandai memasak menuruni ketrampilan Laura dalam memasak.
Gian membantu mengurus perusahaan Rey bersama Gio..walau kadang Rey juga menghandle secara langsung karena tak mau membuat masa remaja anaknya hilang hanya mengurus pekerjaan.
Sedangkan Genie dia baru lulus university..dia mengambil jurusan design dia ingin menjadi seorang designer ternama seperti idolanya.
__ADS_1
Sedangkan anak pertama mereka Gio..dia sudah mengembang beberapa perusahaan besar lainnya.. perusahaan Gio bergerak di segala bidang.. perusahaannya juga yang menjadi penyokong sekolah para designer yang baru berkembang seperti adiknya.
Gio tidak mengistimewakan Genie adiknya..dia memperlakukan Genie sama seperti peserta lain..feat no sogok menyogok.
Skip.....
"Arick apa kau sudah menyiapkan dokumen yang akan kita bahas nanti..?"
"Sudah tuan..ini silahkan"
"Thanks Arick"
"Sama-sama tuan"
Gio mengecek dan mempelajari dokumen itu dengan teliti..dia sangat handal dalam mempresentasikan hasil nya.
"Kapan mereka akan datang..?"
"10 menit lagi tuan"
"Baiklah..nanti setelah pertemuan ini aku ada acara keluarga bisakah kau menghandle dulu..?"
"Bisa tuan..tenang saja..nikmati waktu anda"
"Kau memang terbaik Arick"
Arick adalah teman sekaligus asisten pribadi Gio.. Gio tak mau ada perempuan di sisinya..dia tidak suka dengan penampilan para perempuan yang berkedok bekerja tapi pakaiannya seperti pakaian anak SD.
Gio sangat menjaga diri..dia selalu mengingat pesan mommynya..jadilah laki-laki yang menghargai perempuan..ingat kau itu lahir dari rahim seorang perempuan dan kau memiliki 2 adik perempuan maka jangan permainkan perempuan karena perbuatan mu bisa berimbas pada keluargamu.
Satu yang dia terapkan selain pesan ibunya yaitu.
"Aset berharga jangan sampai terkontaminasi oleh barang bekas orang lain karena itu sama saja kau suka bekas orang daripada yang masih utuh"
Itulah pesan sang Daddy padanya..daddynya selalu mengingatkan padanya bahwa jika kau ingin menanam benih maka tanamlah dengan istrimu seorang karena itu jauh lebih nikmat dan bersih daripada kau bermain dengan barang yang sudah orang lain cicipi..itu sama saja kau suka bekas orang lain.
Gio tak mau aset berharga nya tercemari oleh bekas orang..dia tak mau bermain-main hanya untuk sekedar memuaskan kebutuhan biologis nya..dia lebih memilih menghabiskan waktunya berendam di bawah shower daripada memanggil seorang ja*ang untuk memuaskannya.
Skip.......
"Tuan klien sudah sampai"
Ok ayo kita temui mereka"
"Baik tuan mari"
Gio dan Arick menuju ruangan rapat..dia dan Arick masuk dan melihat kliennya membawa sekertaris nya yang memakai pakaian kurang bahan..dia benci..sangat benci.
"Selamat pagi tuan Daren..maaf membuat anda menunggu"
"Pagi juga tuan Gio..tidak apa-apa..Freya sapa tuan Gio"
"Selamat pagi tuan Gio..saya Freya sekertaris tuan Daren"
__ADS_1
Gio hanya acuh
..dia bahkan tak membalas jabatan tangan perempuan itu..dia tak Sudi tubuhnya tercemar oleh tangan menjijikan peremuan seperti Freya.
"Sebaiknya mari kita mulai rapatnya..Arick "
"Baik tuan..Nona silahkan anda duduk dekat atasan anda"
"Ah..b..baik.. baiklah..ma.. maaf"
Arick juga risih dengan penampilan sekertaris klien bosnya..andai dia punya kantong ajaib akan dia Carikan baju yang lebih longgar lagi untuk perempuan itu.
Rapat berjalan lancar.. kerjasama antar kedua perusahaan itu juga sudah mencapai titik sepakat.. Gio berpamitan dan menyerahkan sisanya pada Arick.
"Saya permisi dulu tuan Daren.."
"Ah ya tidak masalah"
"Arick tolong handle sisanya"
"Baik tuan"
Gio meninggalkan ruang rapat dan menuju mobilnya..dia ada janji dengan keluarganya untuk bertemu di rumah uncle Sam.
"Sial sepertinya aku terlambat.."
Gio berkendara dengan cepat..dia bahkan sampai di maki pengendara lain karena mobilnya hampir saja menubruk mobil pengendara lain.
Sampailah dia di rumah uncle Sam..dia keluar dan masuk ke dalam rumah itu..terlihat keluarganya sudah berkumpul.
"Maaf semuanya ada sedikit urusan tadi"
"Gio kau terlambat nak"
"Maaf uncle tadi ada sedikit urusan..hehe "
"Sudahlah ayo duduk"
Gio duduk bergabung dengan keluarga nya..dia celingak-celinguk mencari seseorang..adiknya Gia tau siapa yang sedang di cari kakaknya.
"Ekhem.. seperti nya ada yang sudah tidak sabar bertemu pujaan hatinya" ucap Gia sontak menjadi sorotan semua orang termasuk Gio sendiri.
"Astaga mulutmu..Kaka jitak baru tau kau"
"Eleh ngaku saja kenapa ka..nanti di ambil orang baru tau loh"
"Diamlah..makan saja jangan banyak omong"
"Hahaha.. baiklah sebentar lagi juga turun orangnya..dia tadi di culik sama adik bungsumu"
"Diamlah Gia..kakak sumpal loh"
"Iya..iya"
__ADS_1
Semua orang hanya senyum-senyum sendiri melihat tingkah kakak beradik itu.. Gio tak tau jika dia akna di jodohkan oleh Orangtuanya..biarlah ini jadi kejutan untuk Gio.
Bersambung>>>>>.