PURA-PURA BUTA

PURA-PURA BUTA
Cap 67 #S2_Aku Milikmu


__ADS_3

"Daddy serahkan anak Daddy padamu El..bahagiakan dia dan sayangi dia serta jaga dia dengan sekuat tenaga mu seperti Daddy yang menyayangi serta mencintai dan menjaganya sedari kecil.. berbahagialah kalian"


Rey menyerahkan Gia pada El dengan hati yang bahagia..bahkan setetes air mata mengalir begitu saja dari sudut matanya.


"Terimakasih Daddy sudah menyerahkan anak Daddy pada El..El berjanji akan menjaga dan melindungi setra mencintai dan menyayangi Gia sepenuh hati El.. apapaun akan El lakukan demi kebahagiaan Gia..El berjanji dad" ucap El yakin dan tegas tanpa keraguan di matanya.


Rey tersenyum senang..ada yang lebih mampu menjaga putrinya..dia akan lapang dada menyerahkan Gia asalkan mereka bahagia.


Setelah menyerahkan Gia Rey turun dari atas altar dan menuju Laura istri nya..Rey memeluk Laura dengan erat.. terdengar isakan dari sang suami.


"By kau sedih..?"


"No baby..hanya saking bahagianya..love you Laura"


"Love you more hubby"


Sejenak mereka berpelukan dengan mesra..Rey puas menumpahkan perasaan nya pada Laura..dia bahagia memiliki keluarga yang teramat menyayanginya.


"Tugas kita sudah selesai pada Gia baby karena sudah ada yang menggantikan nya..aku harap kebahagiaan selalu menyertai anak-anak kita hingga maut memisahkan"


"Amin by..Laura juga sedih dan bahagia..Laura sedih berpisah dengan anak yang sudha Laura rawat dengan tangan Laura sendiri dan bahagia karena akhirnya dia menemukan tambatan hatinya..jujur Laura sangat berat melepas anak-anak tapi Laura tidak mau egois dengan menahan mereka untuk tetap di samping Laura..Laura bahagia jika mereka juga bahagia by hiks"


"Aku juga sama baby"


Genie berada di dekat Laura dan Rey..dia sedang bergelayut manja di lengan Gian.. tiba-tiba air matanya mengalir dan mengenai lengan Gian.


Gian menoleh pada adiknya ketika merasakan sesuatu yang basah mengenai lengannya..dia terkejut melihat air mata yang begitu deras mengalir dari kelopak mata adiknya.


"Hey what's wrong..ada apa Genie..ke apa menangis..?"


"Ka..hiks..Genie nggak mau menikah hiks"


Gian semakin tak mengerti maksud perkataan adiknya..apa adiknya sakit..kenapa ngomongnya melantur kemana-mana.


"Kau ngomong apa Genie..yang jelas"


"Ka Gian kalau menikah nanti jangan pergi dari rumah Daddy dan mommy ya..kasihan mereka sendiri"


"Huhhh kau itu ngomong apa sih Genie..Kaka nggak ngerti"


"Janji dulu kalau kakak nanti nikah jangan pergi dari rumah"

__ADS_1


"Iya kakak janji akan selalu sama Daddy dan mommy juga sama kamu.."


"Ka..apa setiap anak perempuan yang menikah harus ikut pihak suaminya..kalau iya Genie nggak mau..Genie maunya sama mommy dan Daddy juga ka Gian "


"Sudahlah jangan di pikirkan..ada apa sih..?"


"Genie lihat mommy dan Daddy menangis melihat kebahagiaan ka Gia..Genie sedih ka hiks..Genie nggak mau jauh-jauh dari mommy dan Daddy hiks..Genie nggak mau nikah huhuhu"


"Astaga...ampun anak ini..sejauh mana otaknya berfikir sih sebenarnya"


Gian menatap Laura dan Rey lekat..dia melihat Orangtuanya terlihat sedih dan berat..Gian tersenyum..dia berjanji akan berada di sisi Orangtuanya kelak jika dia memiliki seorang istri.


"Gian akan selalu di samping kalian dad..mom..Gian nggak akan ninggalin kalian Sendiri di masa tua kalian..."batin Gian yang masih tersenyum melihat orangtua nya.


Acara pun berlangsung lancar..tak ada kendala yang berarti..kedua pengantin sangat bahagia..mereka tersenyum menyalami para tamu.


"Kau lelah hm..?"


"Sedikit"


"Duduklah dulu..sebentar lagi selesai"


"Hm"


Skip>>>>>>>>>>


"Apaaaa, mereka sudah menikah..sialan.. bagaimana bisa hah"


"Maaf tuan tapi mereka sudah resmi secara agama dan negara.."


"Sialan..aku tidak rela milikku di ambil orang lain..arghhhhh Gia kau akan segera menjadi milikku"


Pria itu tidak terima jika wanita yang dia incar ternyata sudah di miliki laki-laki lain.


Dia bersumpah akan merebut yang seharusnya dia miliki..orang itu adalah Rafael..ya Rafael sangat ingin memiliki Gia bukan karena cinta tapi obsesi semata.


Rasa ingin memiliki yang begitu tinggi dia salah artikan dan menganggap rasa itu adalah rasa cinta.. sebenarnya dia bukanlah cinta pada Gia tapi hanya kagum semata,dia tidak benar-benar mencintai Gia dan ketika Gia sudah di miliki laki-laki lain rasa obsesi dan tidak terima muncul dan mulai menghantui pikiran nya.


"Aku berjanji akan merebut mu Gia..aku bersumpah arghhhhh sialannnn"


Sementara sang asisten hanya diam..dia tau perasaan yang bosnya rasakan itu bukan cinta tapi obsesi..jika cinta bosnya tidak akan segila ini..dia hanya berharap semoga bosnya segera sadar akan perasaan nya sensiri..dia tidak mau terjadi sesuatu pada bosnya karena berurusan dengan keluarga Wilson sama saja mengantarkan nyawa.

__ADS_1


Skip>>>>>>>>


Di kamar yang bisa di bilang mewah sepasang pengantin baru kini tengah duduk santai sambil menikmati segelas wine di tangan masing-masing..malam pengantin bagi mereka bukan sekedar memproduksi anak tapi juga waktu berdua untuk bisa saling mengenal lebih dalam lagi.


"Kau bahagia Sweetie..?"


"Ya sayang aku sangat bahagia.. terimaskaih"


"No no no don't say thanks Sweetie.."


El memeluk Gia erat..dia semakin mencintai gadisnya ralat istrinya itu..dia berjanji akan menjaga Gia dengan sepenuh hati..biarkan waktu yang menunjukkan betapa besar rasa cinta El pada Gia.


"Sweetie aku boleh meminta hak ku malam ini..?"


"Ya sayang.. boleh..aku milikmu jadi kau bebas dengan diriku"


"Thanks Sweetie..Te amo querida"


"Te amo querida"


Mereka berkissing ria dengan hotnya..El perlahan mengajak Gia berdiri dan melepaskan semua penutup yang ada pada mereka..masih dengan bibir yang saling bertautan..mereka mulai melepas pakaian nya.


Tangan El tak tinggal diam..setelah semuanya sudah terlepas dan hanya menyisakan kacamata dan segitiga Bermuda yang ada pada tubuh Gia..sedangkan El dia hanya memakai boxernya serta penutup si Ucup.


Si Ucup sudah tegap berdiri dengan sumringah.. akhirnya malam yang di nanti selama ini tiba juga..waktunya merasakan kehangatan apem yang masih fresh from the oven.


"El.. enghhh"


"Yes Sweetie"


Kissing selesai.. sisa-sisa Saliva masing bertengger membentuk jembatan penghubung antara bibirnya dan bibir Gia..El kembali menyesap rasa manis pada bibir Gia yang sudah menjadi candu baginya.


Perlahan El mulai meremmas squisy Gia..Gia melenguh nikmat saat tangan nakal El mulai melepaskan kaitan kacamata atasnya..Gia sedikit tegang dan gugup tapi dengan mantra ciuman memabukkan El akhirnya go terhanyut kembali ke permainan bibir mereka.


"Are you ready Sweetie..?"


"Ya do it El"


"As your wish Sweetie"


El sudah merasakan lembab di bagian segitiga Bermuda Gia..El tau Gia sudah terangsang dengan permainan tangannya..El tak mau berlama-lama lagi dia segera membuka jalan menuju pintu kenikmatan.

__ADS_1


El tersenyum melihat wajah merona Gia..dia suka wajah merona Gia menurutnya menggemaskan dan semakin menambah cantik parasnya.


__ADS_2